January 31, 2015

[Resensi] The Geography of Bliss - Kisah Seorang Penggerutu yang Berkeliling Dunia Mencari Negara Paling Membahagiakan

Di tahun 2014 kemarin, saya berhasil menyelesaikan Reading Challenge 2014 dari Goodreads dengan berhasil membaca 16 buku dalam setahun. Sebenarnya sih saya hanya memasang target 10 buku saat itu, tapi alhamdulillah ternyata bisa sampai 16 buku. Nah di tahun 2015 ini, saya kembali mengikuti Reading Challenge yang diadakan oleh Goodreads. Kamu bisa melihatnya di widget yang saya pasang di blog saya. Untuk tahun ini, saya menargetkan 20 buku, berpatokan dari jumlah buku yang bisa saya baca di tahun lalu. 

Buku pertama yang berhasil saya selesaikan adalah buku berjudul Gone Girl. Buku ini adalah hadiah ulang tahun saya yang ke-21 dari sahabat-sahabat saya. Tahu banget kalo saya pingin banget baca buku itu. Gone Girl ini udah diadaptasi ke dalam sebuah film lho. Hehe.

Buku ke-2 yang saya selesaikan di Reading Challenge 2015 adalah buku berjudul The Geography of Bliss. Sebelumnya saya nggak tahu menahu tentang buku ini dan nggak masuk ke dalam wishlist saya. Tapi saat saya jalan-jalan ke TBMO, saya nggak sengaja menemukan buku ini di rak bagian travelling. Karena tertarik, akhirnya saya membelinya.

January 26, 2015

Liburan Super Singkat di Pulau Batam #4 - Restoran Rindu Alam & Nagoya Hill Mall

Yuk lanjut lagi cerita jalan-jalannya yaa.
Ini adalah part terakhir dari keseluruhan cerita jalan-jalan saya di Pulau Batam. 

Setelah setengah puas jalan-jalan di Kampung Vietnam, saya dan rombongan pun segera beranjak pergi meninggalkan area Kampung Vietnam dan Pulau Galang, kembali meluncur ke arah Jembatan Barelang. 

Setelah diskusi singkat, akhirnya saudara saya memutuskan untuk mengajak rombongan, makan di sebuah restoran yang terletak di Pulau Setokok. Sebelum menemukan letak rumah makan, saya dan rombongan sempat salah masuk ke dalam Kampung Setokok. Kampung ini lumayan padat dan terletak persis di tepi pantai. Bahkan nih ya setengah dari rumah-rumah di Kampung Setokok dibangun di atas air. Tapi sayang banget, keadaan kampungnya kumuh. Banyak sampah yang berceceran dan terkumpul nggak pada tempatnya. Air di bawah perumahan juga full dengan sampah. Sayang banget deh pokoknya. 
Setelah tanya sana-sini dengan penduduk kampung, akhirnya kami berhasil menemukan restorannya. Ternyata hanya berbeda satu gang dari Kampung Setokok. Hehe.

January 22, 2015

Liburan Super Singkat di Pulau Batam #3 - Pulau Galang

Halo, saya balik lagi. Maaf ya, jalan-jalan yang cuma sehari saya pecah jadi beberapa postingan. Habisnya banyak banget sih yang pingin saya ceritain. Hihi. Ya udah lanjut aja ya. Seperti yang udah saya ceritain di postingan sebelumnya kalo jalan-jalan saya nggak cuma sampai Jembatan Barelang aja, tapi berlanjut sampai ke Pulau Galang. Nah dari Jembatan Barelang ini, jarak yang harus ditempuh masih jauh banget loh. Masih harus melewati 5 jembatan lagi. Hmm kalau kamu bingung, mending saya jelaskan aja ya kenapa Jembatan Barelang ini punya banyak banget jembatan. Jadi seperti ini penjelasanya :

Jembatan I merupakan jembatan terbesar dan termegah yang bernama Jembatan Fisabilillah. Jembatan ini menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Tonton. Ini nih spot yang saya buat foto-foto di postingan sebelumnya.  
Jembatan II bernama jembatan Raja Ali Haji. Jembatan ini menghubungkan Pulau Tonton dengan Pulau Nipah.
Jembatan III bernama jembatan Nara Singa II, menghubungkan Pulau Nipah dengan Pulau Setokok.
Jembatan IV bernama jembatan Sultan Zainal Abidin, menghubungkan Pulau Setokok dengan Pulau Rempang.
Jembatan V bernama jembatan Raja Kecik, menghubungkan Pulau Rempang dengan Pulau Galang. 
Jembatan VI bernama jembatan Tuanku Tambusai, menghubungkan Pulau Galang dengan Pulau Galang Baru. 

Nah sekarang udah nggak bingung lagi kan? Yap memang jembatannya ada banyak gitu. Kemungkinan sih orang-orang pada nggak hafal sama nama masing-masing jembatan tapi lebih biasa menyebutnya dengan nama jembatan I, jembatan II dan seterusnya.

January 10, 2015

Liburan Super Singkat di Pulau Batam #2 - Jembatan Barelang

Melanjutkan cerita liburan singkat saya ke Pulau Batam yaaak. Di hari kedua, tepatnya hari Sabtu, 27 November 2014 saya pun pergi jalan-jalan. Saudara saya sengaja menyewa mobil untuk mengantar kami pergi jalan-jalan seharian. Iya seharian. Mau gimana lagi, kesempatan saya buat jalan-jalan cuma tersedia hari Sabtu aja. Sedih hiks. 

Banyak Money Changer

Oke lanjut. Jalan-jalan saya kali ini selain ditemani oleh keponakan dan 2 sepupu, juga ditemani 3 orang lainnya, yaitu suami dan 2 orang teman sepupu saya. Destinasi pertama yang saya dan rombongan kunjungi adalah Jembatan Barelang. Sebelum berangkat, kami menyempatkan buat pergi ke tempat money changer. Yap, ini nih yang unik dari Pulau Batam. Disini kamu bakalan menemukan banyak banget money changer. Money changer ini bisa kamu temukan di pusat pertokoan bahkan di mall. Gimana nggak banyak money changer, wong disini peredaran dollar Singapura bisa dibilang lumayan dominan. Bahkan nih ya, ada beberapa barang yang bisa kamu beli pakai dollar. Saya jadi khawatir kalo rupiah di Batam jadi nggak berarti. Hiks

Bukan Es Teh Manis

Sembari menunggu saudara saya menukarkan dollar Singapura menjadi rupiah, saya pun menghabiskan waktu dengan mengobrol. Dari obrolan itu saya jadi tahu beberapa hal unik yang ada di Batam. Salah satunya saya dapat dari cerita teman sepupu saya yang bernama Mas Ical. Mas Ical ini berasal dari Sulawesi dan belum genap sebulan ada di Batam. Ia menceritakan salah satu pengalamannya saat makan di warung. Saat itu ia memesan es teh. Secara default nih ya, kalo kita memesan es teh pasti kan es teh manis, ya nggak? Nah Mas Ical ini dengan santainya menyebutkan kalo ia memesan es teh. Saat es teh datang dan ia mencicipinya, ternyata rasa tehnya hambar, alias nggak ada gulanya. Ia pun bertanya pada si penjual kenapa es tehnya nggak manis, dan si penjual dengan santainya bilang kalo Mas Ical kan pesannya es teh aja, jadi ya nggak pakai gula. Kalau mau es teh pakai gula, di Batam bukan es teh manis nyebutnya, tapi Teh Obeng. Jadi kalo kamu pergi ke Batam dan pingin minum es teh manis, bilangnya pesan Teh Obeng yaa. Hihi. 

January 05, 2015

Liburan Super Singkat di Pulau Batam #1

Kali ini saya ingin bercerita tentang liburan saya seminggu yang lalu. Tepatnya saat long weekend Hari Natal di tahun lalu. Hehe. Yap, long weekend tanggal 26-28 Desember saya gunakan untuk berlibur ke Pulau Batam. Iya yang dekat Singapura itu. Kenapa saya memilih Pulau Batam? Ada apa aja di Batam? Ya udah yuk sini saya ceitain.



Kenapa berlibur ke Pulau Batam?
Soalnya saya nggak punya pilihan lain. Lhawong saya dapat rejekinya pergi ke Pulau Batam. Jadi kebetulan saya dapat amanah buat menemani anak sepupu saya, yang bisa saya sebut sebagai keponakan buat pergi ke Pulau Batam untuk menemui ibunya yang nggak lain adalah sepupu saya. 

Liburan yang teramat sangat singkat dengan destinasi yang lumayan bisa dikatakan jauh dari Surabaya. Saya berangkat pada tanggal 26 Desember 2014 dengan naik GIA. Alhamdulillah pengalaman pertama saya naik pesawat menaiki maskapai penerbangan paling bagus di Indonesia. Hihi. Pesawat boarding tepat pada jam 10.40 WIB. Nggak butuh waktu lama, 2 jam kemudian saya udah bisa lihat penampakan alam Kepulauan Riau dari atas pesawat dan segera mendarat di Bandara Udara Hang Nadim, Pulau Batam. Disana saya dan keponakan udah dijemput dan siap pulang ke rumah sepupu saya.