October 29, 2013

Belajar Ini Itu Buat Apa?

Pas lagi nyetir pulang ke rumah, saya tiba-tiba keingetan pertanyaan yang selalu muncul pas masih di bangku kuliah : "Bu, belajar matematika se-njelimet ini buat apa? Belajar matriks, cosinus, tangen dll buat apa? Kan pas kerja nggak di pake. ". Pertanyaan macam itu pasti bukan saya aja yang pernah menanyakannya. Semua siswa-siswi SMP dan SMA pasti pernah punya pertanyaan semacam itu. Menurut saya, sangat wajar jika mereka berpikiran seperti itu, termasuk saya saat masih SMA. Tapi sekarang, waktu saya sudah duduk di bangku kuliah, pertanyaan tersebut terasa konyol. "Belajar ini itu buat apa?". Apalagi pernyataan, "Kan pas kerja nggak di pake." Ini adalah pernyataan yang sangat dangkal sekali. Saat duduk di bangku kuliah seperti saat ini, semua sudah jelas, bahwa semua yang dipelajari saat SMP dan SMA bukan hal yang sia-sia. Tujuannya adalah untuk membentuk pemahaman kita semua sebelum kita mempelajarinya lebih dalam di bangku kuliah. Lebih jelasnya lagi, saat kita belajar Matematika dengan segala rumus njelimetnya saat SMA, sangat membantu kita saat kita kuliah di jurusan teknik maupun ekonomi. Kita dituntut untuk selalu bergelut dengan hitungan dan selalu teliti. Selain itu, dari pelajaran matematika tersebut, logika kita dilatih dan menyebabkan kita akan lebih mudah dalam menyelesaikan suatu masalah. Ini masih pelajaran Matematika. Lalu bagaimana dengan pelajaran yang lain? Tentu sama bermanfaatnya. Pelajaran PKN, yang sangat tidak diminati oleh siswa siswi karena selalu bikin ngantuk nyatanya akan sangat berguna bagi yang ingin melanjutkan ke jenjang ilmu sosial dan politik. Pelajaran Kesenian yang tidak masuk sebagai mata pelajaran yang diujikan saat UNAS, nyatanya sangat berguna juga bagi mahasiswa arsitektur dan sipil, multimedia, dan desain.
Bisa saya simpulkan, tidak ada pelajaran SMP atau SMA yang sia-sia. Semuanya pelajaran tersebut secara tidak langsung mempersiapkan diri kita untuk lebih mudah memahami pelajaran di jenjang berikutnya. Jadi, mulai sekarang, pertanyaan "buat apanya ? " sudah terjawab :D

October 14, 2013

Life Begins At the End of Your Comfort Zone

Saat ini adalah saat - saat yang paling bikin cemas buat saya dan seluruh teman-teman saya. Kami semua dipusingkan oleh TPPA (Tugas Pengajuan Proposal Akhir) which means that TA (Tugas Akhir) sudah di depan mata. Alhamdulillah saya memang sudah menemukan apa yang ingin saya kerjakan sebagai TA dan sudah disetujui oleh dosen pembimbing saya. Tapi tidak semua teman saya, seberuntung saya. Beberapa dari mereka masih belum menemukan judul yang pas yang bisa diterima oleh dosen pembimbing yang dituju. Okay, all i can say for them is "good luck guys. keep trying and never give up :) "
Next, the problem for me is, there're too much people asking me "why you choose web weka? why not 3D animation? blablabla ". Oke, saya enggak heran kalau mereka (teman-teman saya) menanyakan hal itu. Selama ini memang saya tidak pernah menunjukkan pergerakan di bidang website ._. melainkan di bidang animasi 3D. Dan saya selalu menjawab dengan, "kenapa memang kalau TAku web? dari semester 1 aku juga udah menargetkan kalau TAku bakalan web atau animasi 3D. And for now, I choose web. Ada yang salah?". Sedikit jengah dengan pertanyaan itu. Pertanyaan yang sama yang diajukan oleh banyak orang. 
Salah seorang teman saya bilang "you're out of your safe zone weka" and my best reply is "oh yeah,  that's life :) "  Tapi itu nggak berarti kalau animasi 3D adalah zona nyaman saya. I'm still trying to learn 3D animation. Dan kadang sering berakhir dengan jenuh. That's why I didn't choose 3D for my final project. But let see with web. I'm not that confidence to guarantee that I won't get bored while I'm do it. 
Let me give you a quote from our favourite site: 9GAG 


Based on the quote, it means that I will start my LIFE :)