July 19, 2014

Serendipity

I've changed my blog name. For now, it's called 'Serendipity'. You won't find the Bahasa translation of 'serendipity' in google translate. I don't know why :D 
Why I choose 'serendipity' is because the meaning of it. Serendipity means luck, good fortune or happy accident. Yep, it's accident but it's happy. And I do some research, in google absolutely, about serendipity word, and here I found this article. Click here ! . 
Serendipity was also used as movie title which released in 2001. I haven't seen the movie yet, but I will. It's a romantic movie :3 I won't let it. 
Let's check the movie trailer :


July 04, 2014

[Resensi] Tuhan Sang Penggoda

Jadi ceritanya, saya sedang baca sebuah buku berjudul 'Tuhan Sang Penggoda' karya M. Arif Budiman. Buku ini hasil pinjeman dari temen saya Mas Pandu. Kalau enggak salah, bukunya didapat mas Pandu dari penulisnya sendiri deh. Bener nggak ya? Nanti saya konfirmasi :D. Saya tertarik baca buku ini karena model penulisannya yang seperti buku harian. Di buku ini, si penulis memberi judul di setiap curhatannya ini, sehingga berkesan tidak melulu tulisan. Mungkin karena ada jarak di tiap judulnya yaa. Sehingga terlihat banyak sekali space kosong.

Penampakan buku 'Tuhan Sang Penggoda'
Perkiraan awal saya mengenai buku ini salah besar. Saya kira buku ini hanya berisi curhatan-curhatan labil si penulis dan hanya hiburan semata :P (sebelum saya baca kategori buku di barcode bertuliskan : Islam Populer). Tetapi ternyata buku ini cukup berat. Buku ini cukup dapat digunakan sebagai salah satu referensi pelajaran hidup karena si penulis sendiri menulisnya berdasarkan pengalaman hidup dan apa saja yang telah dilakoninya dan bagaimana hasil dan dampaknya terhadap dirinya sendiri. Kategori curhatan si penulis sangat luas, sepanjang yang saya baca (karena belum selesai bacanya) si penulis mencoba menceritakan kehidupannya sehari-hari yang tak lepas dari fenomena masyarakat yang ada di kehidupannya, seperti saat si penulis masih berada di bangku kuliah hingga dirinya telah berumur 30an tahun dan sedang menjalankan bisnis periklanannya atau bahkan saat terjadinya tragedi '98 yang menimpa Indonesia.

Dari sepanjang yang saya baca (sekali lagi, baca bukunya belum selesai), ada satu tulisan favorit saya yang diberi judul sama seperti judul buku ini 'Tuhan Sang Penggoda' yang dituliskan pada hari Selasa, 26 Februari 2008. Begini bunyinya:

Ada hari-hari di mana tak semua harapanmu terpenuhi. Ada hari-hari di mana kebahagiaan seolah hanya ditakdirkan untuk orang lain, bukan untukmu. Ada hari-hari di mana keburukan seperti mengumpul dan menjadi palu godam yang menghantam nasibmu. Ada hari-hari di mana saat begitu dibutuhkan, teman-teman terdekat menjadi yang paling jauh. Ada hari-hari di mana engkau merasa telah melakukan segalanya sebaik-baiknya, mengikuti dengan hati-hati semua jalan Tuhan, tapi yang engkau terima adalah duka cita. 
Ya, secara manusiawi kita wajar berteriak histeris, memaki-maki, dan mempertanyakan di mana keadilan Tuhan. Ya, sebagian besar orang yang pernah hidup di bumi ini akan melakukan hal yang sama : untuk semua hal buruk yang terjadi maka jawaban yang paling masuk akal adalah menyalahkan apa saja, siapa saja.  
Tapi jika engkau memilih menerima dengan besar hati dan bersyukur atas semua 'keburukan' yang terjadi: akan kau temukan di akhir hari bahwa sebenarnya Tuhan hanya menggoda. 
Tuhan tak sungguh-sungguh berniat melukaimu. Tuhan tak serius menenggelamkan nasibmu dalam duka cita. Toh, dari semua prasangka buruk kita kepada Tuhan: Dia masih bermurah hati memberi kita hari-hari untuk kita jalani kan? 
Selamat menjalani hari-hari burukmu dengan rasa syukur yang melapangkan dada: nikmatilah hidangan pembuka atas segera hadirnya Tuhan yang tak terkira..

Baiklah, akan saya lanjutkan membaca buku ini sampai habis. Terimakasih :)

July 02, 2014

Pelajaran dari Film : The Spectacular Now

Seringkali kita dilanda oleh rasa bosan. Dan kalau sudah begitu, biasanya kita pasti bingung mau ngapain, ya kaan? Kalau saya sih simpel, kalo nggak bengong, baca buku (melaksanakan hobi), ya nonton film. Eits, jangan kira hal-hal yang saya sebutkan barusan nggak ada manfaatnya sama sekali yaa. Bengong itu bermanfaat loh. Saat kita bosan dan nggak tau harus ngapain, disaat itulah sebenernya kita membutuhkan istirahat. Dan ada baiknya disaat itulah kita melakukan hal-hal yang kita sukai atau bahkan tidak melakukan apapun seperti bengong (ini efek abis baca buku 'Tuhan Sang Penggoda'). Kalau baca, sudah jelas bermanfaat kan yaa. Hehee. Nah terus kalau nonton film? (pokoknya bukan film film 'begitu' yaa -_-) Banyak orang beranggapan kalau nonton film cuma kegiatan kurang bermanfaat. Eits, jangan salah. Secara nggak langsung, sebenernya nonton film itu sangat-sangat bermanfaat. Nggak percaya? Sini saya ceritain. 

Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu saya baru saja menonton film berjudul 'The Spectacular Now'. Niat awal saya menonton hanya untuk penghilang rasa kebosanan yang melanda saya. Hingga akhirnya saya mencapai di penghujung film, ada sesuatu yang menyadarkan saya dengan salah satu dialog 'kebatinan' salah satu karakter di film itu. Begini batinnya :
"The real challenge in my life... the real hardship ... is me " - Sutter Kelly, The Spectacular Now 
Nah ! dari quotes tersebut, saya terjemahkan menjadi "the real problem of our life is our own self" . Sebenernya semua masalah itu sama. Semua tergantung dari bagaimana cara kita menyikapinya dan mengendalikan diri kita agar lebih bijak dalam menghadapi masalah. 


Pelajaran selanjutnya yang bisa didapat dari menonton film ini adalah bahwa cantik itu bukan serta merta dilihat dari fisik, tetapi juga dari kepribadian :) Di film ini si pemeran utama, Sutter Kelly jatuh hati pada seorang gadis yang tidak sepopuler dirinya. Dan saat temannya menanyakan apakah dia serius menyukai gadis tersebut, dia mengatakan:
"Once you've actually talked to her, you see who she is." - Sutter Kelly, The Spectacular Now

Quote kedua memang sudah sering kita semua dengar, mengenai inner beauty. Tapi hey, film ini mencoba mengingatkan lagi pada kita semua. Dan untuk quote pertama, yah baru kali ini saya mendengarnya. Benar-benar menyadarkan saya bahwa semuanya kembali ke diri masing-masing :)
Cukup untuk share pengalaman mengatasi kebosanan saya. Semoga menginspirasi kita semua. Jika tertarik dan penasaran seperti apa film yang punya quote-quote keren ini, boleh kok ditonton :D