March 18, 2015

[Resensi] Amy & Roger's Epic Detour by Morgan Matson

Buku ke-6 yang sayang baca di 2015 Reading Challenge dari Goodreads berjudul Amy and Roger's Epic Detour. Buku ini memang sudah menjadi wishlist saya sejak lama. Dan alhamdulillahnya, saya nggak perlu buat beli buku ini lho. Saya minjem teman saya, Hesti. Hehehe.


Penampakan buku Amy & Roger's Epic Detour
Judul Buku : Amy & Roger's Epic Detour - Perjalanan Panjang
Penulis : Morgan Matson
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Awal mula saya tahu buku ini, tentunya dari Goodreads, Saya tertarik melihat judulnya. Apalagi di bagian kata Detour. Entah kenapa. Mungkin karena pikiran saya langsung menuju ke jalan-jalan kali ya. Dan saat saya baca sinopsisnya, ternyata beneran. Buku ini bercerita tentang jalan-jalan dengan mengendarai mobil. Ya mobil. Tapi sayangnya harapan saya meleset tentang lokasi jalan-jalannya nih. Awalnya saya kira jalan-jalan bakal dilakukan di dataran Eropa, tapi ternyata buku ini menceritakan jalan-jalan di dataran Amerika. 

Buku ini menceritakan tentang seorang cewek SMA bernama Amy. Hidupnya berubah sejak ia harus kehilangan Dad yang meninggal dunia. Untuk melanjutkan hidup, Mom memutuskan untuk berpindah rumah. Karena Mom sudah duluan pergi ke rumah baru yang letaknya di Connecticut, akhirnya Amy pun harus berangkat sendirian kesana dari rumahnya yang lama di California. Dan karena suatu hal, bukannya naik pesawat, Amy malah harus melakukan perjalanan lewat jalur darat menyeberangi beberapa negara bagian Amerika dengan mengendarai mobil selama kurang lebih 4 hari. Jauh banget ya. Surabaya-Jakarta kayaknya nggak butuh waktu selama itu. (dan dari sinilah saya sadar kalo Amerika Serikat itu gede banget)


Jauh banget kan jaraknyaaa. Ujung ketemu ujung


Karena suatu sebab, Amy nggak mungkin menyetir mobil sendirian buat menempuh jarak sejauh itu, akhirnya Mom meminta tolong kepada Roger, anak teman lama keluarga Amy. Sebenernya Amy dulu pernah ketemu sama Roger, tapi dia nggak inget. Alhasil dia bener-bener asing sama Roger. Amy nggak bisa membayangkan harus semobil sama cowok yang nggak dia kenal selama beberapa hari. Tapi mau nggak mau Amy harus mau. Mom sudah menyiapkan segala sesuatunya mulai dari rute perjalanan sampai dengan hotel yang akan mereka buat menginap. Jadi Amy dan Roger sudah nggak perlu ribet buat mencari penginapan dan masalah biaya perjalanan. 

Perjalanan dimulai. Awalnya semua berjalan normal sampai akhirnya mereka berdua sepakat untuk mengganti rute yang sudah diberikan oleh Mom. Petualangan mereka berdua pun dimulaaai. Udah  ya sampai sini aja cerita sinopsisnya. Takutnya malah spoiler, Haha. Yang pasti kamu bakal menemukan rahasia dibalik kenapa mereka mengganti rute perjalanan dan kenapa Amy nggak mau menyetir lagi. 

Ada banyak hal yang saya dapatkan saat membaca buku ini lho. Seperti : 

Pertama. Buku ini adalah buku yang punya cerita paling natural yang pernah saya baca. Alur cerita benar-benar mengalir begitu saja dan terkesan nggak dibuat-buat. Terutama buat ide karakter untuk mengubah rute perjalanan. Rasanya masih berada di jalur yang wajar dan benar-benar natural. Semua anak muda juga pasti setuju sama ide mengubah rute perjalanan ini. Hehe. Rasanya seperti berpetualang. Seru !

Ending cerita nggak terlalu bikin penasaran dan kaget karena sudah dapat ditebak. Tapi entah kenapa, bukan akhir cerita yang saya nanti-nantikan saat membaca buku ini, melainkan rute mana lagi yang akan ditempuh sama Amy dan Roger serta petualangan baru apa yang akan mereka hadapi. Menyenangkan banget. Apalagi respon dari semua karakter yang ada di buku ini terasa nyata. 

Kedua. Buku ini mengingatkan saya dengan buku Raditya Dika yang berjudul Manusia Setengah Salmon yang bercerita tentang pindahan. Nggak sekedar pindah rumah, sama seperti cerita Raditya Dika, Amy juga harus berusaha melupakan kenangan-kenangan buruk yang ia alami. 

Ketiga.Buku ini bakal mengajarkanmu bagaimana pentingnya menghargai dan membuat orang tua bahagia selama mereka masih hidup. Soalnya kamu nggak bakal bisa menyenangkan orang tuamu kalo mereka sudah pergi meninggalkanmu. Dan kasus yang dialami Amy ini adalah penyesalannya karena nggak selesai membaca buku yang dihadiahkan padanya oleh Dad. Sampai akhirnya Dad meninggal, ia masih belum juga menyelesaikannya. Berkat perjalanan yang ia lakukan bersama Roger, Amy bertekad buat menyelesaikan buku itu demi Dad. Tapi sayangnya, Amy nggak bakal bisa mendiskusikan buku itu bersama Dad. Poor Amy. Hiks



Keempat. Akhir-akhir ini saya suka banget baca buku sambil cari-cari quotes yang bisa dibuat motivasi dan bahan renungan. Nah kebetulan di buku ini, quote macam gitu banyak banget. Sampai-sampai saya foto biar saya bisa menuliskannya lagi disini :D Memang sih di Goodreads pasti sudah ada kumpulan quotes dari buku ini, tapi nggak seru soalnya nggak ditemuin sendiri. Hihi.

Di satu titik, besok pasti akan lebih baik - Walcott
Kalian tak perlu pergi jauh untuk tahu di mana rumah kalian. Semua orang tahu di mana rumah mereka. Dan kalau kalian tidak tahu, berarti kalian punya masalah. - Walcott
 (btw quotes di atas mendapat pertentangan dari karakter lain yang suka jalan-jalan lho. Dan mungkin kamu juga nggak bakal setuju. Hehe )

Dukung aku sedikit, Magellan. Maksudku, kau harus meninggalkan tempat asalmu. Kita harus pergi dan melihat banyak hal. Tapi itu bukan berarti aku tak tahu di mana rumahku. Itu kan omong kosong. - Drew
Kurasa, kalau begitu, rumahmu adalah orang-orang yang tinggal di dalamnya. Keluargamu. - Drew
Aku bertanya-tanya bagaimana seseorang bisa begitu yakin mengenai sesuatu yang begitu tidak jelas dan mustahil seperti selamanya sehingga mereka berani mengukirnya ke permukaan meja. - Amy

Hmm, ternyata quotes yang saya temukan cuma sedikit ya ._. Tapi kalau kamu mau tahu lebih banyak quotes, kamu bisa klik disini.

Well, semoga curhat saya tentang buku ini bisa bikin kamu penasaran pingin baca yaak. Hihi. :) 

No comments:

Post a Comment