September 21, 2015

[Resensi] Legend by Marie Lu

Setelah beberapa lama buku ini tak tersentuh dengan masih terbungkus rapi oleh plastik, akhirnya saya pun memutuskan untuk membacanya. Yep, another dystopia series. 

Well, kali ini saya akan membahas novel yang 75% saya habiskan hanya dalam waktu 1 hari saja. Ternyata ceritanya sangat seru dan yeah novel ini membawa saya kembali merasakan euforia saat membaca The Hunger Games, 4 tahun yang lalu.(Dimana perasaan itu nggak saya dapatkan saat membaca Divergent, The Maze Runner, dan The 5th Wave).

Novel ini berjudul Legend, karya Marie Lu. Seperti novel Divergent dan The Maze Runner, seri Legend ini diterbitkan oleh Mizan Fantasi untuk versi Bahasa Indonesia-nya. Daaaaan, sorry to say, saya nggak suka cover versi terjemahannya ini. Kenapa sih nggak pakai cover versi asli aja? Kan lebih bagus? (imho)


yang kiri cover edisi terjemahan, yang kanan cover edisi asli

Ya kan? Covernya kurang pas gitu deh. Well, tapi terlepas dari covernya, kertas yang digunakan di novel ini alhamdulillah-nya nggak mengecewakan kok. Hehe. Apalagi ceritanyaaa.

Kayak gini lho ceritanya...

Diceritakan seorang cowok bermata biru bernama Day adalah seorang kriminal yang paling dicari di seantero Republik. Kemampuannya yang luar biasa berkali-kali membuat harga diri Republik tercoreng. Ia telah melakukan berbagai macam kejahatan seperti membobol bank, mencuri uang dan meledakkan pesawat tempur Republik. Bahkan Republik pun tidak bisa mengidentifikasinya. Oh yes, Republik nggak pernah memiliki data apapun tentang Day, kecuali namanya :)

Republik diserang wabah mematikan. Di mana obat untuk menyembuhkan wabah tersebut tidak murah. Mau tidak mau, Day terpaksa harus mencuri penawar wabah tersebut untuk menyelamatkan orang yang dikasihinya. Ia pun nekat mencuri obat di Rumah Sakit. Takdir membawanya ke babak baru. Di hari ia menyusup ke dalam Rumah Sakit, Kapten Metias, pemimpin patroli ditemukan tewas. Tentu saja Republik jadi marah terutama adik Metias yang bernama June Iparis. Dibutakan oleh kemarahan dan ditambah pula dengan reputasi Day yang dikenal sebagai kriminal kelas kakap, June nggak ragu-ragu untuk berusaha menangkap Day.

Tak terduga, ada suatu hal yang terjadi saat June dalam misi menangkap Day. Diam-diam bunga-bunga cinta tumbuh diantara mereka. Oh yeaah, novel ini nggak lepas dari tema romantis yang yah menurut saya hal itu wajib ada di setiap novel dystopia, fantasi, petualangan dan novel apapun itu :)). And you know what? Intrik antara Day dan June ini mengingatkan saya pada Katniss dan Peeta. Manis dan miris pada saat yang bersamaan. :(

11:12 Sama The Hunger Games

Buat kamu yang mengaku Tributes, Inititates ataupun Glader, well, sepertinya kamu wajib banget buat baca buku yang satu ini. Terutama buat yang suka sama The Hunger Games, saya pastikan kamu pasti juga suka dengan trilogi Legend ini. Tegangnya sama banyaknya dengan yang ada di dalam novel The Hunger Games. Tapi tenang aja, romansanya bakal nggak sebanyak yang ada di Divergent kok. Jadi nggak terlalu menye-menye gitu. Hehe :D Menurut saya novel Legend ini PAS !



Aaaaa, udah deh saya nggak bisa cerita lebih banyak lagi. Saya udah jatuh cinta sama trilogi yang satu ini. Andai aja cover bukunya nggak mengecewakan. Hihi.

Rating : ★★(yaaa 5 !!! Penasaran kenapa? Baca aja!)

Any question? Just ask on the comment box below !


No comments:

Post a Comment