February 22, 2015

Pentingnya Self-Editing

Selamat Hari Minggu ! Semoga weekend-nya menyenangkan ya. Hehe. Mumpung lagi pingin nulis, kali ini saya mau berbagi curhat ilmu tentang self-editing. Jadi tulisan saya kali ini bakal bermanfaat banget buat kamu-kamu yang juga doyan nulis. Hehe.


Kampus Fiksi

Maafkan saya karena lupa nama pembicara yang menyampaikan materi self-editing

Saya bahas-bahas self-editing ini bukan tanpa sebab lho. Jadi ceritanya, pada tanggal 25 Januari yang lalu (duh udah hampir sebulan ya) saya ikutan yang namanya Kampus Fiksi yang kebetulan mengadakan roadshow di Surabaya. Kalo deskripsi Kampus Fiksi sendiri, kalo menurut penjelasannya sih adalah sebuah kegiatan yang menyediakan kelas pelatihan menulis fiksi (novel) yang diadakan sebulan sekali (2 hari) per angkatan. Pusatnya sih ada di Yogyakarta. Nah, kalo mau lebih jelas mending kamu langsung kunjungi halamannya di Facebook aja deh. Hehe.

Acara Kampus Fiksi roadshow Surabaya yang saya kunjungi kemarin memberikan saya beberapa ilmu nih. Salah satunya adalah self-editing ini. Ya udah langsung aja ya kita bahas.

Kegunaan Self-Editing

Self-editing sendiri adalah sebuah kegiatan yang dilakukan untuk melakukan koreksi terhadap tulisan yang kita buat sendiri untuk menghindari dan membenarkan kesalahan yang nggak sengaja kita lakukan saat menulis. Bisa berupa salah ejaan, typo ataupun keganjilan kalimat. Self-editing ini penting banget lho. Gunanya adalah untuk menyempurnakan tulisan yang kita buat dan yang pasti kalo kamu ingin submit karya tulis kamu ke sebuah penerbit, tentu penerbit akan lebih suka sama tulisan kamu yang minim kesalahan. Keuntungan lain yang bisa kamu dapatkan dari melakukan self-editing (kalo kamu ingin submit ke penerbit) adalah memperbesar kesempatan penerbit menerima tulisan kamu, nggak bikin editornya malas buat liat tulisan kamu karena kamu udah meminimalisir kesalahan dengan melakukan self-editing dan yang pasti akan medapat perhatian lebih dari penerbit dan editor.

Nah, kalo buat yang nggak lagi pingin submit, atau hanya menulis di blog masing-masing sih gunanya biar orang-orang yang baca nggak berasa terganggu saat membaca tulisan kamu. Kan nggak enak tuh kalo ternyata banyak banget typo-nya. Hehe. Yang ada komen blog-mu bakal penuh sama komenan orang-orang yang ngebenerin typo kamu lagi. Hehe.

Sekarang kamu udah tahu kegunaan dari yang namanya self-editing, yuk kita lanjut ke masalah apa aja sih yang perlu buat di edit?

Keutuhan Cerita 
Maksudnya gimana nih? Maksudnya adalah, kamu harus konsisten dari awal sampai akhir. Jangan terlihat menggebu di awal cerita dan ternyata sampai akhir malah melempem alias nggak greget lagi ceritanya. Kamu harus bisa membuat pembaca merasa selalu ingin membaca terus tulisanmu sampai habis. Jangan sampai semakin akhir ceritamu makin aneh dan ngelantur atau biasa aja. Padahal di awal terasa banget semangatnya.

Logika Cerita
Kadang imajinasi si penulis cerita mengembara terlalu jauh hingga nggak memperhatikan logika yang ada. Misal nih ya, latar tempat dari suatu cerita adalah di kota Surabaya. Tapi tiba-tiba ada sebuah kalimat sperti ini 'gugurnya daun-daun di musim gugur ini menambah keindahan minggu pagi'. Hayo apa nih yang ganjil? Tentu aja musimnya. Mana ada musim gugur di kota Surabaya? Nggak masuk akal kan? Nah hal-hal seperti itu juga perlu diperhatikan.

Kalimat
Yap, penyusunan kalimat juga penting. Apakah kalimat yang kamu susun itu rancu atau nggak. Tentu aja kalo rancu bakal bikin pembaca bingung dong. Dan kalo kamu submit ke penerbit, editornya bakal nggak ragu buat mengganti kalimatmu itu agar lebih dipahami pembaca.

Tanda Baca dan Diksi
Jangan kira tanda baca itu nggak penting ya. Penting banget lho buat menggambarkan situasi yang ada. Misal nih ada salah satu adegan lagi marah-marahan, tentunya bakal bisa dipertegas dengan penggunaan tanda baca tanda seru (!). Ya kan? Kalo nggak ditambahin tanda baca bakal berasa flat banget tuh adegan marahannya. Hehe.
Selain itu, kamu juga harus memperhatikan diksi. Diksi adalah pemilihan kata. Pilih kata-kata yang memang ada di KBBI. Jangan pernah membakukan suatu kata berdasarkan asumsi pribadi. Pokoknya tiap memilih kata yang kamu ragu, coba deh cek di KBBI. Nggak perlu minjem kamus tebel-tebel dari perpus, kamu langsung aja akses KBBI online ya. Hehe.

Nah, itu tadi segala sesuatu tentang self-editing. Memang membutuhkan pengetahuan Bahasa Indonesia yang baik dan benar nih biar bisa melakukan self-editing dengan baik. Eh ketelitian juga sih.

Semoga sharing saya bermanfaat buat pembaca sekalian. Silakan kalo mau nanya-nanya lewat komen :)

No comments:

Post a Comment