December 25, 2014

[Resensi] Steal Like An Artist by Austin Kleon

Saya kembali. Hihi. 
Kali ini saya mau sedikit cuap-cuap dengan buku yang baru aja saya baca. Sebelumnya saya nggak tahu menahu sama sekali dengan buku ini, Tapi berkat lagi-lagi teman saya Ucik, saya jadi penasaran sama buku ini dan akhirnya baca deh. Mengingat harga bukunya yang yaah nggak terlalu mahal lah. Apalagi buku ini tergolong buku motivasi. Ya, saya memang lagi butuh motivasi. Hehe.
Judul Buku : Steal Like An Artist - 10 Things Nobody Told You About Being Creative
Penulis : Austin Kleon
Penerbit : Noura Books
Halaman : 160 halaman

Langsung aja ya, buku ini berjudul Steal Like An Artist yang ditulis oleh Austin Kleon. Bentuk bukunya agak beda ya sama buku-buku pada umumnya yang bentuknya persegi panjang. Kamu bisa lihat kalo buku ini punya bentuk bujur sangkar sempurna. Haha. Dengan warna dasar hitam dan ada kombinasi warna putih dan kuning. Apalagi font judul buku yang dipakai, dijamin bisa bikin kamu tertarik. Nggak lupa, di bagian kaver juga ada cap New York Times Bestseller, yang mana cap itu nggak pernah gagal buat bikin saya membeli buku yang memilikinya. Pokoknya selama ini saya nggak pernah dikecewakan sama buku yang ada cap NYT Bestseller-nya.

"Apakah orisinalitas itu? Plagiarisme tak terdeteksi." - William Ralph Inge

Seperti yang udah saya bilang kalo buku ini adalah buku motivasi, di dalamnya kamu akan dipandu dengan 10 bab utama yang sebenarnya adalah sebuah tips yang menuntunmu untuk berkarya. Ya benar-benar berkarya yang berkualitas tentunya. Masing-masing bab memiliki beberapa sub bab lagi.

Tips nomor satu sama seperti judul buku ini, yaitu Mencuri Seperti Seniman. Disini kamu akan dijelaskan bagaimana sih berpikir layaknya seorang seniman, kamu juga akan disadarkan bahwa sebenarnya nggak ada yang benar-benar asli di dunia ini. Semua itu hanyalah kolaborasi dari beberapa hal yang sudah ada. Atau bagaimana untuk menghasilkan karya kamu harus menggunakan tanganmu sendiri. Bukan dengan barang-barang digital semacam laptop melainkan dengan menggunakan alat-alat manual, misalnya kalo kamu suka gambar ya tuangkan idemu ke dalam buku gambar dan pensil warna. Kalo sudah, barulah kamu boleh menyalinnya ke dalam versi digital dan menyebarkannya. Yap, sebarkan, berbagilah, dapatkan respon dari orang-orang. Pertanyaan mengenai kenapa harus menggunakan cara manual akan kamu dapatkan kalo kamu baca bukunya juga :)

Nggak butuh waktu lama buat menyelesaikan buku ini. Karena jumlah total halamannya hanya 160. Jadi sepertinya cocok banget dibaca buat kamu yang nggak suka baca :p . Belum lagi ada halaman yang isinya adalah ilustrasi dari buku. Mungkin sekitar setengah jumlah halaman bukunya. Justru itulah yang bikin buku ini asik buat dibaca, soalnya penulis menyampaikannya secara singkat dan to the point ditambah dengan ilustrasi yang memudahkanmu semakin paham dengan penjelasan penulis. Nggak lupa juga, penulis menyematkan quote-quote menarik dari tokoh panutannya yang mana quote itu berkolerasi dengan sub bab yang sedang ia bahas. 

"Mulailah meniru yang kamu suka. Tiru, tiru, tiru, tiru. Suatu saat kamu akan menemukan dirimu sendiri" - Yohji Yamamoto
"Kita tidak tahu sumber ide sendiri. Yang kita tahu, asalnya bukan dari laptop kita." - John Cleese


Overall, saya merasa sangat bersyukur dan nggak menyesal membeli buku ini (awalnya saya ragu lho buat beli apa nggak). Beberapa nasehat yang ada dalam buku sudah pernah saya dengar terkait dengan bagaimana menciptakan suatu karya, seperti saran untuk melihat referensi di internet. Tapi ada juga beberapa nasehat yang berhasil bikin saya merasa tertampar. Ada nasehat dari Mama yang sudah saya dengar (yang mana saya masih belum percaya dan nurut dengan nasehat itu) dan si penulis di buku ini menyarankan hal yang disarankan mama saya. Nasehat yang saya spekulasikan dengan diri saya sendiri begitu lama, pun hingga saat ini.


Yap menurut saya buku ini nggak serta merta full dengan hal-hal bagaimana untuk berkarya tapi ada sedikit pelajaran hidup yang diberikan oleh si penulis. Saran yang diberikan nggak muluk-muluk, penulis masih mengajakmu untuk menengok realita hidup yang ada. Dan disitulah letak menariknya buku ini :) Mimpi yang realistis. 

Berikut ini beberapa kutipan yang bisa dijadikan nasihat yang paling saya suka dari buku ini :

Nikmati saat-saat bersantai. Pergilah. Jalan-jalan. Siapa tahu kamu mendapatkan sesuatu. 
Actually, I really want to prove it. Holidaaaay, yeaaah !

Bila ada dua atau tiga hal yang kamu minati, jangan merasa harus memilih. Jangan ada yang dikesampingkan. Rawat semua minatmu selama hidup.
Yap, selama ini saya menganggap diri saya labil karena punya beberapa hal yang disukai. Ternyata itu normal :')

Nikmati keterkungkunganmu.
I couldn't agree more. 

Beruntunglah hidup di zaman ini, karena temanmu tak pernah benar-benar kamu tinggalkan. Mereka akan tetap ada. Di internet.
Iya bener. Saya bisa menghubungi mereka kapan saja lewat jejaring sosial. I know they always there.

Sisi teburuk pekerjaan tetap adalah merampas waktumu, tetapi rutinitas harian membuatmu mampu menjadwalkan waktu untuk mengejar cita-cita secara teratur.
Spekulasi dengan diri saya berhenti. Sekarang saya tahu apa yang setelah ini harus saya lakukan. Thanks Mama and Austin Kleon :')

Akhirnya, kreativitas bukan hanya soal apa yang kita pilih, tapi juga yang kita tinggalkan. 
Nah hal ini juga sudah pernah saya tahu, kalo memang ada hal-hal yang harus rela ditinggalkan atau dibuang agar suatu karya bisa jadi lebih bagus. Seperti tips menulis cerita yang ada di halaman web Gamedia Writing Project yang diberi nama Kill Your Darlings With Chekov's Gun. Baca aja kalo penasaran ya :3

Yap saya rasa sudah cukup ya ulasan bukunya. Nggak sebegitu lengkap sih memang, tapi saya nggak tahan buat menceritakan buku ini ke kalian semua. Baca deh baca biar tercerahkan :D


Rating :  ★★★★

No comments:

Post a Comment