November 12, 2015

Swades, Bukan Film India Romantis Joget-Joget Muterin Pohon

Tanggal 9 November lalu, saya nggak sengaja nonton film India (iya nggak sengaja). Pemeran utamanya Shah Rukh Khan. Judul filmnya Swades. Sebagai penggemar Shah Rukh Khan dan hampir selalu menonton semua filmnya, film yang satu ini ternyata luput. Film yang dirilis tahun 2004 ini ternyata layak tonton banget. Tapi sebelumnya buang jauh-jauh pemikiran kamu yang menganggap film India cuma berisi tentang cinta-cintaan.

Source


Mungkin sebelumnya kita pasti menganggap film India bagus (yang nggak cinta-cintaan) dan menginspirasi adalah film berjudul 3 Idiots dan PK. Tapi ternyata di 2004 lalu, sudah ada film Swades ini lho. Penasaran kan film kayak gimana sih Swades ini? 

Bukan film India romantis joget-joget muterin pohon




Bukan, film ini bukan bercerita tentang tanah air Indonesia. Tapi tanah air India. Hehe. Jadi diceritakan seorang ilmuwan sukses bernama Mohan (Diperankan oleh Shah Rukh Khan), yang bekerja untuk NASA dan sudah belasan tahun hidup di Amerika Serikat. Bahkan, ia sudah mengajukan untuk menjadi warga negara Amerika Serikat lho. Dan permohonannya itu dikabulkan. 

Sampai suatu hari, ia curhat kepada teman sesama India-nya yang juga bekerja di NASA. Ia teringat oleh pengasuhnya saat ia kecil dulu yang bernama Kaveri Amma. Sudah lama ia lost contact dengannya karena kesibukannya bekerja. Karena rasa rindunya itu, ia pun memutuskan untuk cuti beberapa minggu dan pergi ke India untuk mencari Kaveri Amma. 

Nah, disini nih inti cerita dalam film ini dimulai. Kaveri Amma ini tinggal di sebuah desa terpencil. Di sana listrik masih susah. Ada sih, tapi sering banget mati lampu. Belum ada telepon umum. Adanya cuma satu telepon. Jangan tanya internet itu ada apa nggak. Bahkan penduduknya aja asing sama kata 'internet'. Hehe. Pokoknya ndeso banget deh. 

Lama kelamaan Mohan tinggal di desa itu, ia mulai memperhatikan banyak hal. Bahwa hidup masyarakat di desa ini kurang layak. Kesadaran masyarakat akan pendidikan juga sangat rendah. Hal itu diakibatkan oleh keadaan ekonomi yang buruk sekali. Banyak orang tua yang memilih untuk menikahkan anaknya meskipun masih dalam usia dini. Mohan juga menyoroti tentang tradisi perbedaan kasta di India. Karena menurut yang saya dapatkan dari film ini, dan dari pendapat Mohan sang pemeran utama, sistem kasta ini secara tidak langsung membuat keadaan ekonomi dan sosial masyarakat memburuk. Memburuk seperti apa? Nonton aja deh biar langsung tahu penjelasannya. Hehe. 

Film yang menampar buat kamu yang suka nyalahin pemerintah


Ini bukan terong-terongan yaa. Hehe

Di film ini, kamu bakal melihat keadaan ekonomi yang memprihatinkan sekali. Dan, hal itu bisa juga kamu lihat di negeri tercinta ini. Dimana masih banyak anak-anak yang susah sekolah karena masalah biaya. Anak-anak yang masih di bawah umur dinikahkan dan atau harus berjuang mencari nafkah. Keadaan hidup sebuah keluarga yang terbelit hutang dan tidak mampu untuk makan. Sedih banget deh pokoknya. Di film ini juga, kalo kamu perhatikan dialog pemainnya (terutama Mohan), kamu bakal dapat banyak banget wejangan dan bahkan tamparan. Nggak perlu banyak mengeluh dan menyalahkan pemerintah atas apa yang terjadi. Karena kalo kamu hanya mengandalkan pemerintah, tentu saja suatu masalah akan butuh waktu lama untuk teratasi. Intinya nggak perlu salah-salahan. Kita semua salah. Seharusnya, kalo ingin perubahan, kamu sendiri juga harus mau berubah. Nggak perlu nyuruh-nyuruh orang lain. Semuanya harus dimulai dari diri sendiri. 

Nah karena menurut saya film ini bisa banget bikin kita sadar dan makin cinta tanah air, film ini pas banget ditonton saat masih ada dalam euforia Hari Pahlawan kayak gini nih :) (Baca juga : Hari Pahlawan Sekarang dan Empat Tahun yang Lalu)

Menyinggung sedikit tentang feminisme

Yap, meskipun udah dirilis tahun 2004, ternyata film ini juga udah menyinggung masalah feminisme lho. Spoiler dikit aja ya. Jadi, Gita, cewek yang ditaksir sama Mohan ini sebelumnya sudah dilamar sama laki-laki lain. Tapi akhirnya ditolak. Kenapa? Karena laki-laki ini dan keluarganya meminta Gita buat nggak bekerja setelah menikah tadi. Tentu aja Gita nggak mau. Apalagi dia sudah bertekad buat mengajar di sekolah yang ditinggalkan oleh ibunya ini. Bagi laki-laki yang melamar Gita, keputusan Gita dianggap aneh. Tapi bagi Mohan, hal ini bukan masalah.


Penasaran kan sama filmnya? Kalo iya, langsung aja deh cus nonton. Apalagi kalo kamu ngaku fans berat Shah Rukh Khan :3. Hehe. Udah nggak perlu ragu lagi deh. Film ini sudah banyak banget dapat penghargaan lho. By the way, kalo mau nonton film ini siap-siap dengan durasinya yang bisa dibuat nonton drama korea 3 episode yaa. Muehehehe. Eh iya, lagu dan nari-narinya tetep ada, tapi dikit kok ;) bisa kamu skip kalo nggak suka. 

2 comments:

  1. Baca sinopsisnya, mulai tertarik, mbak. Baca info durasi waktunya, kayaknya lama ya :") Huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. hwkwkw. tonton aja dek :D bagus kok filmnya. ga bosen karena ada Shahrukh Khan :p *eaaaa

      Delete