• Home
  • Hobby and Craft
    • Book
    • Paper Quilling
  • Lifestyle
    • Beauty
    • Review
  • Travel
  • Contact Me
  • Home
  • Contact Me
  • Lifestyle ►
    • Beauty
    • Style
    • Diary
  • Hobby and Craft ►
    • DIY
    • Lettering and Painting ►
      • Portfolio
      • Art Supplies
  • Travel ►
    • Cafe Review
    • Place to Go
Powered by Blogger.

wekaagnes

Di tahun 2014 kemarin, saya berhasil menyelesaikan Reading Challenge 2014 dari Goodreads dengan berhasil membaca 16 buku dalam setahun. Sebenarnya sih saya hanya memasang target 10 buku saat itu, tapi alhamdulillah ternyata bisa sampai 16 buku. Nah di tahun 2015 ini, saya kembali mengikuti Reading Challenge yang diadakan oleh Goodreads. Kamu bisa melihatnya di widget yang saya pasang di blog saya. Untuk tahun ini, saya menargetkan 20 buku, berpatokan dari jumlah buku yang bisa saya baca di tahun lalu. 

Buku pertama yang berhasil saya selesaikan adalah buku berjudul Gone Girl. Buku ini adalah hadiah ulang tahun saya yang ke-21 dari sahabat-sahabat saya. Tahu banget kalo saya pingin banget baca buku itu. Gone Girl ini udah diadaptasi ke dalam sebuah film lho. Hehe.

Buku ke-2 yang saya selesaikan di Reading Challenge 2015 adalah buku berjudul The Geography of Bliss. Sebelumnya saya nggak tahu menahu tentang buku ini dan nggak masuk ke dalam wishlist saya. Tapi saat saya jalan-jalan ke TBMO, saya nggak sengaja menemukan buku ini di rak bagian travelling. Karena tertarik, akhirnya saya membelinya.
Share
Tweet
Pin
Share
6 komentar
Yuk lanjut lagi cerita jalan-jalannya yaa.
Ini adalah part terakhir dari keseluruhan cerita jalan-jalan saya di Pulau Batam. 

Setelah setengah puas jalan-jalan di Kampung Vietnam, saya dan rombongan pun segera beranjak pergi meninggalkan area Kampung Vietnam dan Pulau Galang, kembali meluncur ke arah Jembatan Barelang. 

Setelah diskusi singkat, akhirnya saudara saya memutuskan untuk mengajak rombongan, makan di sebuah restoran yang terletak di Pulau Setokok. Sebelum menemukan letak rumah makan, saya dan rombongan sempat salah masuk ke dalam Kampung Setokok. Kampung ini lumayan padat dan terletak persis di tepi pantai. Bahkan nih ya setengah dari rumah-rumah di Kampung Setokok dibangun di atas air. Tapi sayang banget, keadaan kampungnya kumuh. Banyak sampah yang berceceran dan terkumpul nggak pada tempatnya. Air di bawah perumahan juga full dengan sampah. Sayang banget deh pokoknya. 
Setelah tanya sana-sini dengan penduduk kampung, akhirnya kami berhasil menemukan restorannya. Ternyata hanya berbeda satu gang dari Kampung Setokok. Hehe.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Halo, saya balik lagi. Maaf ya, jalan-jalan yang cuma sehari saya pecah jadi beberapa postingan. Habisnya banyak banget sih yang pingin saya ceritain. Hihi. Ya udah lanjut aja ya. Seperti yang udah saya ceritain di postingan sebelumnya kalo jalan-jalan saya nggak cuma sampai Jembatan Barelang aja, tapi berlanjut sampai ke Pulau Galang. Nah dari Jembatan Barelang ini, jarak yang harus ditempuh masih jauh banget loh. Masih harus melewati 5 jembatan lagi. Hmm kalau kamu bingung, mending saya jelaskan aja ya kenapa Jembatan Barelang ini punya banyak banget jembatan. Jadi seperti ini penjelasanya :

Jembatan I merupakan jembatan terbesar dan termegah yang bernama Jembatan Fisabilillah. Jembatan ini menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Tonton. Ini nih spot yang saya buat foto-foto di postingan sebelumnya.  
Jembatan II bernama jembatan Raja Ali Haji. Jembatan ini menghubungkan Pulau Tonton dengan Pulau Nipah.
Jembatan III bernama jembatan Nara Singa II, menghubungkan Pulau Nipah dengan Pulau Setokok.
Jembatan IV bernama jembatan Sultan Zainal Abidin, menghubungkan Pulau Setokok dengan Pulau Rempang.
Jembatan V bernama jembatan Raja Kecik, menghubungkan Pulau Rempang dengan Pulau Galang. 
Jembatan VI bernama jembatan Tuanku Tambusai, menghubungkan Pulau Galang dengan Pulau Galang Baru. 

Nah sekarang udah nggak bingung lagi kan? Yap memang jembatannya ada banyak gitu. Kemungkinan sih orang-orang pada nggak hafal sama nama masing-masing jembatan tapi lebih biasa menyebutnya dengan nama jembatan I, jembatan II dan seterusnya.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Melanjutkan cerita liburan singkat saya ke Pulau Batam yaaak. Di hari kedua, tepatnya hari Sabtu, 27 November 2014 saya pun pergi jalan-jalan. Saudara saya sengaja menyewa mobil untuk mengantar kami pergi jalan-jalan seharian. Iya seharian. Mau gimana lagi, kesempatan saya buat jalan-jalan cuma tersedia hari Sabtu aja. Sedih hiks. 

Banyak Money Changer

Oke lanjut. Jalan-jalan saya kali ini selain ditemani oleh keponakan dan 2 sepupu, juga ditemani 3 orang lainnya, yaitu suami dan 2 orang teman sepupu saya. Destinasi pertama yang saya dan rombongan kunjungi adalah Jembatan Barelang. Sebelum berangkat, kami menyempatkan buat pergi ke tempat money changer. Yap, ini nih yang unik dari Pulau Batam. Disini kamu bakalan menemukan banyak banget money changer. Money changer ini bisa kamu temukan di pusat pertokoan bahkan di mall. Gimana nggak banyak money changer, wong disini peredaran dollar Singapura bisa dibilang lumayan dominan. Bahkan nih ya, ada beberapa barang yang bisa kamu beli pakai dollar. Saya jadi khawatir kalo rupiah di Batam jadi nggak berarti. Hiks

Bukan Es Teh Manis

Sembari menunggu saudara saya menukarkan dollar Singapura menjadi rupiah, saya pun menghabiskan waktu dengan mengobrol. Dari obrolan itu saya jadi tahu beberapa hal unik yang ada di Batam. Salah satunya saya dapat dari cerita teman sepupu saya yang bernama Mas Ical. Mas Ical ini berasal dari Sulawesi dan belum genap sebulan ada di Batam. Ia menceritakan salah satu pengalamannya saat makan di warung. Saat itu ia memesan es teh. Secara default nih ya, kalo kita memesan es teh pasti kan es teh manis, ya nggak? Nah Mas Ical ini dengan santainya menyebutkan kalo ia memesan es teh. Saat es teh datang dan ia mencicipinya, ternyata rasa tehnya hambar, alias nggak ada gulanya. Ia pun bertanya pada si penjual kenapa es tehnya nggak manis, dan si penjual dengan santainya bilang kalo Mas Ical kan pesannya es teh aja, jadi ya nggak pakai gula. Kalau mau es teh pakai gula, di Batam bukan es teh manis nyebutnya, tapi Teh Obeng. Jadi kalo kamu pergi ke Batam dan pingin minum es teh manis, bilangnya pesan Teh Obeng yaa. Hihi. 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kali ini saya ingin bercerita tentang liburan saya seminggu yang lalu. Tepatnya saat long weekend Hari Natal di tahun lalu. Hehe. Yap, long weekend tanggal 26-28 Desember saya gunakan untuk berlibur ke Pulau Batam. Iya yang dekat Singapura itu. Kenapa saya memilih Pulau Batam? Ada apa aja di Batam? Ya udah yuk sini saya ceitain.



Kenapa berlibur ke Pulau Batam?
Soalnya saya nggak punya pilihan lain. Lhawong saya dapat rejekinya pergi ke Pulau Batam. Jadi kebetulan saya dapat amanah buat menemani anak sepupu saya, yang bisa saya sebut sebagai keponakan buat pergi ke Pulau Batam untuk menemui ibunya yang nggak lain adalah sepupu saya. 

Liburan yang teramat sangat singkat dengan destinasi yang lumayan bisa dikatakan jauh dari Surabaya. Saya berangkat pada tanggal 26 Desember 2014 dengan naik GIA. Alhamdulillah pengalaman pertama saya naik pesawat menaiki maskapai penerbangan paling bagus di Indonesia. Hihi. Pesawat boarding tepat pada jam 10.40 WIB. Nggak butuh waktu lama, 2 jam kemudian saya udah bisa lihat penampakan alam Kepulauan Riau dari atas pesawat dan segera mendarat di Bandara Udara Hang Nadim, Pulau Batam. Disana saya dan keponakan udah dijemput dan siap pulang ke rumah sepupu saya.
Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar
Saya kembali. Hihi. 
Kali ini saya mau sedikit cuap-cuap dengan buku yang baru aja saya baca. Sebelumnya saya nggak tahu menahu sama sekali dengan buku ini, Tapi berkat lagi-lagi teman saya Ucik, saya jadi penasaran sama buku ini dan akhirnya baca deh. Mengingat harga bukunya yang yaah nggak terlalu mahal lah. Apalagi buku ini tergolong buku motivasi. Ya, saya memang lagi butuh motivasi. Hehe.
Judul Buku : Steal Like An Artist - 10 Things Nobody Told You About Being Creative
Penulis : Austin Kleon
Penerbit : Noura Books
Halaman : 160 halaman

Langsung aja ya, buku ini berjudul Steal Like An Artist yang ditulis oleh Austin Kleon. Bentuk bukunya agak beda ya sama buku-buku pada umumnya yang bentuknya persegi panjang. Kamu bisa lihat kalo buku ini punya bentuk bujur sangkar sempurna. Haha. Dengan warna dasar hitam dan ada kombinasi warna putih dan kuning. Apalagi font judul buku yang dipakai, dijamin bisa bikin kamu tertarik. Nggak lupa, di bagian kaver juga ada cap New York Times Bestseller, yang mana cap itu nggak pernah gagal buat bikin saya membeli buku yang memilikinya. Pokoknya selama ini saya nggak pernah dikecewakan sama buku yang ada cap NYT Bestseller-nya.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hallo, long time no see ya. Sudah hampir sebulan nggak posting. Maklum lagi sakit. Jadi masih nggak mood gitu buat nulis. Oke deh langsung aja. Sebenarnya tulisan ini saya bikin buat pelatihan tadi siang di kantor. Yah daripada nggak dipake mending saya posting aja disini yak. 

Expelliarmus! Kangen nggak sama Harry Potter? Tapi kamu nggak usah khawatir, soalnya sang penulis, JK Rowling masih aktif kok menulis serba serbi Harry Potter. Untuk memperingati Halloween (yaelah udah lewat banget yak =) ), JK Rowling telah merilis kisah pendek tentang mantan guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam di Hogwarts yang suka banget sama warna pink dan kucing. Yap, siapa lagi kalo bukan Dolores Umbridge yang sadis.






Karakter Dolores Umbridge terinspirasi dari mantan guru JK Rowling
Eh, kamu tahu nggak sih, kalo karajter Dolores Umbridge itu terinspirasi dari orang nyata. Orang itu adalah mantan gurur JK Rowling sendiri lho. JK Rowling sih nggak mau nih mengungkap identitas orang tersebut. Yang pasti menurut penulis berumur 49 tahun ini, orang tersebut tau kalo dia adalah inspirasi Rowling dalam menciptakan karakter Dolores Umbridge. Tapi nih, kesamaan yang dimiliki oleh mantan guru JK Rowling dengan Dolores Umbridge hanya sebatas aksesoris yang dikenakan saja ya. Sifat-sifat jahatnya? Yap itu adlah sifat alaminya sebagai pendukung Lord Voldemort.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me

My photo
Weka Agnes
movie, book, craft, staycation and travel
View my complete profile

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  August (1)
      • Marina Barrage - Destinasi Favorit di Singapura
  • ►  2019 (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2018 (4)
    • ►  October (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2017 (2)
    • ►  August (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2016 (6)
    • ►  October (1)
    • ►  June (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (3)
  • ►  2015 (22)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (5)
  • ►  2014 (43)
    • ►  December (2)
    • ►  November (2)
    • ►  October (4)
    • ►  September (3)
    • ►  August (14)
    • ►  July (3)
    • ►  June (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (6)
  • ►  2013 (24)
    • ►  December (3)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (5)
    • ►  June (3)
    • ►  May (2)
    • ►  April (4)

Labels

  • 30 Day Blogging Challenge
  • blog competition
  • book
  • fanfic
  • game
  • holiday
  • info
  • mind
  • movie
  • nyunyu
  • opinion
  • playlist
  • quotes
  • random
  • review
  • skincare & makeup
  • song
  • story
  • tech
  • testimoni

Created with by ThemeXpose