• Home
  • Hobby and Craft
    • Book
    • Paper Quilling
  • Lifestyle
    • Beauty
    • Review
  • Travel
  • Contact Me
  • Home
  • Contact Me
  • Lifestyle ►
    • Beauty
    • Style
    • Diary
  • Hobby and Craft ►
    • DIY
    • Lettering and Painting ►
      • Portfolio
      • Art Supplies
  • Travel ►
    • Cafe Review
    • Place to Go
Powered by Blogger.

wekaagnes

Saya rindu ngeblog. Oke saya ngeblog lagi.

Jadi ide tulisan ini sudah ada di uneg-uneg saya sejak tahun lalu (Desember 2015). Hehehe. Kali ini saya ingin membahas tentang penggunaan kata 'nyinyir' yang akhir-akhir ini telah hits seiring dengan hits-nya penggunaan kata 'baper'. Secara kronologi (halah), pada awalnya saya nggak tahu apa arti kata 'nyinyir'. Setelah saya googling  amati penggunaannya di sosial media yang sering digunakan oleh khalayak ramai, saya dapat menyimpulkan bahwa kata 'nyinyir' digunakan orang-orang sebagai pengganti kata 'nyindir'.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
I know it's kinda super late to post this. I'm sorry guys. Hehe. Maklum sibuk cyin.

Masih ingat sama tantangan #2015biggestlesson yang digembar-gemborkan di akhir tahun 2015 kemarin? Dan alhamdulillah ternyata yang berpartisipasi lumayan banyak lho. Banyak yang semangat buat menuliskan dan berbagi apa saja pelajaran terbaik yang didapatkan di tahun 2015 lalu. Tentu saja tulisan itu nggak hanya bermanfaat bagi si penulis, tapi juga bisa jadi bahan renungan bagi yang membacanya :) . Oh ya, kenapa biggest, kok nggak best? Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT saudara, saudara. Hehe..
Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar
HAPPY NEW YEAR 2016 !!!

via GIPHY

Nggak terasa udah 2016 aja yaaa. Jadi beberapa hari yang lalu saya nggak sengaja membaca sebuah topik menarik yang bisa dijadikan bahan tulisan blog demi menyambut tahun baru. Topik tersebut adalah 'What was your biggest lesson from 2015?' So deep kan pertanyaannya? Nah, kalau biasanya setiap tahun baru selalu ada resolusi, kali ini bukan resolusi yang dibuat. Tapi hal-hal apa saja yang sudah kita dapatkan selama 2015 yang bisa membuat kita jadi sosok terbaik diri kita seperti saat ini.
Share
Tweet
Pin
Share
10 komentar
Halo semua, saya balik lagi. Kali ini saya mau cerita sesuatu nih. Buat kamu-kamu yang seumuran sama saya, terutama buat yang cewek-cewek nih, pasti deh pikirannya nggak jauh-jauh dari 'nikah', ya nggak? Iyain aja deh. Hehe. Kalo nggak percaya, sekarang coba deh inget-inget lagi kalo kamu lagi nongkrong sama temen-temenmu. Pasti nih, salah satu topik tentang jodoh atau nikah bakal terbahas. Hehe. Ya kan? Eh tapi nggak cuma cewek aja lho. Soalnya yang cowok juga nggak menutup kemungkinan pasti bahas masalah yang sama juga.
Share
Tweet
Pin
Share
11 komentar
Siapa sih yang nggak suka sama jalan-jalan? Pasti semuanya suka, termasuk saya. Ijin curcol aja nih. Biasanya permasalahan utama saya kalo pas pingin jalan-jalan itu, pertama di budget, dan kedua di waktu. Kalo tenaga sih siap sedia selalu. Hehe. Nah, buat kamu-kamu yang punya permasalahan seperti saya, bisa deh sekali-sekali cobain berwisata ke tempat yang dekat-dekat. Misalnya, tempat wisata yang ada di kota kamu. Hayo, sekarang coba deh ingat-ingat di kota kamu ada berapa wisata lokal, dan apakah kamu sudah mengunjunginya semua? Saya yakin pasti belum deh. Hehe. Soalnya saya juga gitu. Banyak banget lokasi wisata lokal Surabaya yang belum saya kunjungi. Sebagai orang kelahiran Surabaya dan hidup di Surabaya selama 21 tahun, saya merasa gagal. Hiks.
Share
Tweet
Pin
Share
13 komentar
Hallo hallo, mumpung, masih awal bulan nih, saya mau cerita kalo saya habis belanja buku. Hehe. Bukan sesuatu yang mengagetkan kalo saya beli buku, wong saya suka baca. Total buku yang baru saya beli adalah 8 buah. Banyak kan? Pasti tetap nggak kaget dan nggak heran. Sekali lagi wong saya suka baca. Hmm. Tapi kamu kaget nggak kalo saya bilang berapa harga yang harus saya bayar untuk 8 buah buku tersebut?
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Jalan-jalan ke Jepang? Siapa yang nggak mau kalo tiba-tiba dapat tawaran buat jalan-jalan ke Jepang? Pasti mau banget lah. Apalagi kalo jalan-jalan ke Jepangnya gratis. Hehe.
Kenapa kok Jepang? Iya Jepang itu punya banyak banget pesona alam dan juga kultur yang masih terpelihara sampai sekarang. Apalagi nih pesona alamnya di musim dingin. Hmm, yang pasti kalo di musim dingin, saya bisa menikmati salju. Secara di Indonesia kan nggak ada salju, hiks.

Sekarang biarkan saya berandai-andai pergi jalan-jalan ke Jepang pada musim dingin ya. Hehe. Nah kalo saya beneran bisa jalan-jalan-jalan ke Jepang di musim dingin, saya ingin melakukan beberapa hal di sana yang jelas nggak bisa saya temukan kecuali di Jepang.
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Selamat Hari Minggu ! Semoga weekend-nya menyenangkan ya. Hehe. Mumpung lagi pingin nulis, kali ini saya mau berbagi curhat ilmu tentang self-editing. Jadi tulisan saya kali ini bakal bermanfaat banget buat kamu-kamu yang juga doyan nulis. Hehe.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Yuk lanjut lagi cerita jalan-jalannya yaa.
Ini adalah part terakhir dari keseluruhan cerita jalan-jalan saya di Pulau Batam. 

Setelah setengah puas jalan-jalan di Kampung Vietnam, saya dan rombongan pun segera beranjak pergi meninggalkan area Kampung Vietnam dan Pulau Galang, kembali meluncur ke arah Jembatan Barelang. 

Setelah diskusi singkat, akhirnya saudara saya memutuskan untuk mengajak rombongan, makan di sebuah restoran yang terletak di Pulau Setokok. Sebelum menemukan letak rumah makan, saya dan rombongan sempat salah masuk ke dalam Kampung Setokok. Kampung ini lumayan padat dan terletak persis di tepi pantai. Bahkan nih ya setengah dari rumah-rumah di Kampung Setokok dibangun di atas air. Tapi sayang banget, keadaan kampungnya kumuh. Banyak sampah yang berceceran dan terkumpul nggak pada tempatnya. Air di bawah perumahan juga full dengan sampah. Sayang banget deh pokoknya. 
Setelah tanya sana-sini dengan penduduk kampung, akhirnya kami berhasil menemukan restorannya. Ternyata hanya berbeda satu gang dari Kampung Setokok. Hehe.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Halo, saya balik lagi. Maaf ya, jalan-jalan yang cuma sehari saya pecah jadi beberapa postingan. Habisnya banyak banget sih yang pingin saya ceritain. Hihi. Ya udah lanjut aja ya. Seperti yang udah saya ceritain di postingan sebelumnya kalo jalan-jalan saya nggak cuma sampai Jembatan Barelang aja, tapi berlanjut sampai ke Pulau Galang. Nah dari Jembatan Barelang ini, jarak yang harus ditempuh masih jauh banget loh. Masih harus melewati 5 jembatan lagi. Hmm kalau kamu bingung, mending saya jelaskan aja ya kenapa Jembatan Barelang ini punya banyak banget jembatan. Jadi seperti ini penjelasanya :

Jembatan I merupakan jembatan terbesar dan termegah yang bernama Jembatan Fisabilillah. Jembatan ini menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Tonton. Ini nih spot yang saya buat foto-foto di postingan sebelumnya.  
Jembatan II bernama jembatan Raja Ali Haji. Jembatan ini menghubungkan Pulau Tonton dengan Pulau Nipah.
Jembatan III bernama jembatan Nara Singa II, menghubungkan Pulau Nipah dengan Pulau Setokok.
Jembatan IV bernama jembatan Sultan Zainal Abidin, menghubungkan Pulau Setokok dengan Pulau Rempang.
Jembatan V bernama jembatan Raja Kecik, menghubungkan Pulau Rempang dengan Pulau Galang. 
Jembatan VI bernama jembatan Tuanku Tambusai, menghubungkan Pulau Galang dengan Pulau Galang Baru. 

Nah sekarang udah nggak bingung lagi kan? Yap memang jembatannya ada banyak gitu. Kemungkinan sih orang-orang pada nggak hafal sama nama masing-masing jembatan tapi lebih biasa menyebutnya dengan nama jembatan I, jembatan II dan seterusnya.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Melanjutkan cerita liburan singkat saya ke Pulau Batam yaaak. Di hari kedua, tepatnya hari Sabtu, 27 November 2014 saya pun pergi jalan-jalan. Saudara saya sengaja menyewa mobil untuk mengantar kami pergi jalan-jalan seharian. Iya seharian. Mau gimana lagi, kesempatan saya buat jalan-jalan cuma tersedia hari Sabtu aja. Sedih hiks. 

Banyak Money Changer

Oke lanjut. Jalan-jalan saya kali ini selain ditemani oleh keponakan dan 2 sepupu, juga ditemani 3 orang lainnya, yaitu suami dan 2 orang teman sepupu saya. Destinasi pertama yang saya dan rombongan kunjungi adalah Jembatan Barelang. Sebelum berangkat, kami menyempatkan buat pergi ke tempat money changer. Yap, ini nih yang unik dari Pulau Batam. Disini kamu bakalan menemukan banyak banget money changer. Money changer ini bisa kamu temukan di pusat pertokoan bahkan di mall. Gimana nggak banyak money changer, wong disini peredaran dollar Singapura bisa dibilang lumayan dominan. Bahkan nih ya, ada beberapa barang yang bisa kamu beli pakai dollar. Saya jadi khawatir kalo rupiah di Batam jadi nggak berarti. Hiks

Bukan Es Teh Manis

Sembari menunggu saudara saya menukarkan dollar Singapura menjadi rupiah, saya pun menghabiskan waktu dengan mengobrol. Dari obrolan itu saya jadi tahu beberapa hal unik yang ada di Batam. Salah satunya saya dapat dari cerita teman sepupu saya yang bernama Mas Ical. Mas Ical ini berasal dari Sulawesi dan belum genap sebulan ada di Batam. Ia menceritakan salah satu pengalamannya saat makan di warung. Saat itu ia memesan es teh. Secara default nih ya, kalo kita memesan es teh pasti kan es teh manis, ya nggak? Nah Mas Ical ini dengan santainya menyebutkan kalo ia memesan es teh. Saat es teh datang dan ia mencicipinya, ternyata rasa tehnya hambar, alias nggak ada gulanya. Ia pun bertanya pada si penjual kenapa es tehnya nggak manis, dan si penjual dengan santainya bilang kalo Mas Ical kan pesannya es teh aja, jadi ya nggak pakai gula. Kalau mau es teh pakai gula, di Batam bukan es teh manis nyebutnya, tapi Teh Obeng. Jadi kalo kamu pergi ke Batam dan pingin minum es teh manis, bilangnya pesan Teh Obeng yaa. Hihi. 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kali ini saya ingin bercerita tentang liburan saya seminggu yang lalu. Tepatnya saat long weekend Hari Natal di tahun lalu. Hehe. Yap, long weekend tanggal 26-28 Desember saya gunakan untuk berlibur ke Pulau Batam. Iya yang dekat Singapura itu. Kenapa saya memilih Pulau Batam? Ada apa aja di Batam? Ya udah yuk sini saya ceitain.



Kenapa berlibur ke Pulau Batam?
Soalnya saya nggak punya pilihan lain. Lhawong saya dapat rejekinya pergi ke Pulau Batam. Jadi kebetulan saya dapat amanah buat menemani anak sepupu saya, yang bisa saya sebut sebagai keponakan buat pergi ke Pulau Batam untuk menemui ibunya yang nggak lain adalah sepupu saya. 

Liburan yang teramat sangat singkat dengan destinasi yang lumayan bisa dikatakan jauh dari Surabaya. Saya berangkat pada tanggal 26 Desember 2014 dengan naik GIA. Alhamdulillah pengalaman pertama saya naik pesawat menaiki maskapai penerbangan paling bagus di Indonesia. Hihi. Pesawat boarding tepat pada jam 10.40 WIB. Nggak butuh waktu lama, 2 jam kemudian saya udah bisa lihat penampakan alam Kepulauan Riau dari atas pesawat dan segera mendarat di Bandara Udara Hang Nadim, Pulau Batam. Disana saya dan keponakan udah dijemput dan siap pulang ke rumah sepupu saya.
Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar
Hallo, long time no see ya. Sudah hampir sebulan nggak posting. Maklum lagi sakit. Jadi masih nggak mood gitu buat nulis. Oke deh langsung aja. Sebenarnya tulisan ini saya bikin buat pelatihan tadi siang di kantor. Yah daripada nggak dipake mending saya posting aja disini yak. 

Expelliarmus! Kangen nggak sama Harry Potter? Tapi kamu nggak usah khawatir, soalnya sang penulis, JK Rowling masih aktif kok menulis serba serbi Harry Potter. Untuk memperingati Halloween (yaelah udah lewat banget yak =) ), JK Rowling telah merilis kisah pendek tentang mantan guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam di Hogwarts yang suka banget sama warna pink dan kucing. Yap, siapa lagi kalo bukan Dolores Umbridge yang sadis.






Karakter Dolores Umbridge terinspirasi dari mantan guru JK Rowling
Eh, kamu tahu nggak sih, kalo karajter Dolores Umbridge itu terinspirasi dari orang nyata. Orang itu adalah mantan gurur JK Rowling sendiri lho. JK Rowling sih nggak mau nih mengungkap identitas orang tersebut. Yang pasti menurut penulis berumur 49 tahun ini, orang tersebut tau kalo dia adalah inspirasi Rowling dalam menciptakan karakter Dolores Umbridge. Tapi nih, kesamaan yang dimiliki oleh mantan guru JK Rowling dengan Dolores Umbridge hanya sebatas aksesoris yang dikenakan saja ya. Sifat-sifat jahatnya? Yap itu adlah sifat alaminya sebagai pendukung Lord Voldemort.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Well, sebenernya tulisan ini telat nulisnya. Hehe... Tapi nggak papa lah. Nggak telat-telat banget kok. Jadi hari Kamis (13/11) saya pergi ke Surabaya Book Fair. Saya tahu event ini kalo nggak salah dari grup What's App Klub Buku Surabaya. Saya udah nungguin sejak H-7 hari Surabaya Book Fair. Jelas aja saya menanti-nanti. Tahu sendiri kalo saya hobi banget baca. Hihi. Itung-itung di Surabaya Book Fair bakalan banyak buku murah meriah. Ini nih penampakan posternya.

Poster Surabaya Book Fair 2014

Pulang kerja, saya langsung cus aja ke lokasi. Event ini diselenggarakan di Jatim Expo Surabaya. Dengan berbekal sedikit uang, saya pede aja dateng. Sesampainya disana, ekspektasi saya ketinggian nih. Yang saya kira event ini bakalan rame serame acara ICE (Indie Clothing Expo) sepekan sebelumnya, eh event ini bisa dibilang sepi. Yah ada sih pengunjung, tapi nggak bisa saya sebut rame. Entahlah, itu karena timing saya yang nggak tepat datengnya, atau event yang digelar selama seminggu itu tiap hari pengunjungnya segitu-gitu aja. Atau mungkin lagi memang nggak bisa dibandingin sama ICE, karena perbedaan lamanya event yang diselenggarakan. Dua hari dan enam hari. Tapi kalo lihat sepinya, miris deh. Bukan penyelenggara event yang kurang promosi, wong buktinya saya aja tahu infonya. Disana juga banyak banget stand dari berbagai penerbit. Terus ada juga panggung dan kursi yang disediakan untuk mengisi acara dan seminar-seminar, nggak lupa juga ada sudut foodcourt disitu. Harga bukunya? Udah murah kok dibandingkan dengan yang ada di toko-toko buku. Kurang apa coba ya? Setelah ditelisik lebih jauh, anggapan saya jatuh pada 'bahwa budaya membaca di kota Surabaya tercinta ini masih kurang'. Walaupun semisal nih, disana orang-orang nggak menemukan buku yang diinginkan, setidaknya kalo mereka suka baca, pasti deh menyempatkan diri buat dateng ke event itu. Ah tapi entahlah, saya sendiri hanya dateng sekali di event itu. Dan bertahan disitu cuma 2 jam. Soalnya udah ada janji lain, 

Buku-buku yang dijual disana macam-macam. Tapi mungkin kamu akan kesulitan menemukan buku-buku terbitan GPU atau Mizan yang khas dengan novel-novel fiksi yang selalu jadi bestseller. Disana lebih banyak stand buku yang menjual buku-buku agama. Jadi buat kamu yang mau hunting buku-buku seputar Agama Islam, saya rekomendasikan buat pergi kesana. Nah, buat kamu yang juga suka sama sejarah, apalagi sejarah Indonesia jaman orde baru, orde lama maupun reformasi, kamu juga bisa dateng kok. Ada satu stand yang menjual buku-buku sejarah. Saya sebenernya tertarik buat beli, tapi apa daya kantong udah tipis. Miris. Nggak melulu buku agama dan sejarah, ada juga beberapa stand yang menjual novel-novel fantasi ataupun chicklit yang biasanya saya baca. 

Walaupun dompet tipis dan miris, alhamdulillah yah saya nggak pulang dengan tangan kosong. Saya membeli 3 buku dengan harga yang sangat murah. Ini dia 3 penampakan buku yang saya beli.

All the Single Ladies - Jane Castello
Saya tertarik beli buku ini bukan dari kavernya kok. Tapi saya baca sinopsis cerita di balik bukunya. Saya memang penggemar bacaan berat yang bikin tegang macam Divergent atau The Hunger Games. Tapi kadang baca buku-buku itu juga bikin lelah hati dan pikiran. Biasanya saya bakal merilekskan diri dengan membaca buku-buku semacam ini. Cerita yang girly dan unyu abis :3. Harga buku ini cukup Rp 10.000,- aja. 

Misteri Kematian Poe - Matthew Pearl

Selanjutnya adalah buku berjudul Misteri Kematian Poe. Saya tertarik mengambil buku ini awalnya gara-gara lihat tulisan Edgar Allan Poe di kavernya. Saya nggak asing sama nama itu. Pokoknya nama orang beken. Hehe. Setelah saya gugling, ternyata Edgar Allan Poe ini adalah seorang penulis Amerika di abad 19. Nah kan makanya saya nggak asing, ternyata penulis toh. Selain nama Edgar Allan Poe, seperti kebiasaan saya kalo sebelum beli buku selalu baca sinopsis di balik buku, dar situ saya tahu kalo ini adalah buku tentang detektif. Okay, worth it to buy. Harganya? Cukup Rp 20.000,- aja. Masih baru dan terbungkus rapi.

The Summoning - Kelley Armstrong.
Kalo kamu rajin ke toko buku, apalagi ke Gramedia, kamu pasti sering banget liat buku ini di bagian novel fiksi. Nah kemarin saya lihat buku ini dan nggak ragu buat langsung beli. Kayaknya buku ini cuma satu-satunya deh, sama kayak buku Misteri Kematian Poe. Soalnya saya cuma menemukan satu. Selain itu, dari dulu saya selalu tertarik sama buku yang di kavernya ada tulisan New York Times Bestseller. Nggak tau kenapa. Mungkin kalo udah ada label itu di kaver, seenggaknya ceritanya nggak akan mengecewakan. Semoga. Harganya jauh banget murahnya daripada di toko-toko buku lho. Disini cuma Rp 20.000,-. Tapi ya tanpa plastik dan keadaan buku nggak sebaru yang ada di toko buku.

Nah itu tadi sedikit sharing saya saat berkunjung ke Surabaya Book Fair. Event ini digelar dari tanggal 11 November sampai 16 November. Jadi buat kamu yang belum sempat dateng atau gara-gara baca tulisan ini jadi penasaran, masih ada kesempatan buat dateng di tanggal 16 ini. Tapi kalo baca tulisan sayanya telat, ya udah ikhlasin aja. :)
Tips dari saya, kamu harus sabar dan teliti buat cari-cari buku yang menurutmu worth to buy. Contohnya kayak saya yang nggak nyerah buat menemukan ketiga buku ini. 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Yuhuu, saya balik lagi. Sebenernya hari ini saya nggak ada niatan buat posting di blog. Tapi entah tadi saya baca dimana, saya lupa, kalo ternyata hari ini tanggal 27 Oktober diperingati sebagai Hari Blogger Nasional.  

Setelah saya googling, searching, surfing di dunia maya, ternyata Hari Blogger Nasional ini ditetapkan pada tahun 2007 silam. Penetapan Hari Blogger ini dicanangkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika yang menjabat saat itu, Mohammad Nuh yang hadir di Pesta Blogger. 
Pesta Blogger saat itu adalah sebuah ajang kopi darat bagi sesama blogger nasionak untuk yang pertama kalinya. Waaah keren yak. 

Okay karena hari ini adalah Hari Blogger Nasional dan saya akan merayakannya dengan menulis sesuatu, kali ini saya akan membagi sebuah video yang mengharukan (lagi). Tenang, ini bukan video yang bikin sedih kayak video klip The Script yang saya share di postingan sebelumnya, tapi video ini bakalan bikin kamu nagis terharu bahagia :') Video ini saya temuin di timeline facebook saya, Temen saya si Ucik yang share. Hihii. 

Oh ya, sebelum memutar video ini, pastikan kamu pasang telinga baik-baik karena narasinya dalam bahasa Inggris dan nggak tersedia subtitle. Ada sih tapi bukan subtitle bahasa Inggris. Tenang aja, di video ini kamu juga akan dihibur oleh lagu-lagu manis. Selamat menonton dan mendengarkan :) Siap Siap terharu yaaa.


" It's not about singing the right song, but singing to the right person"

Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Diceritakan di suatu pagi, seorang lelaki sedang berpakaian. Sepertinya ia akan pergi bekerja. Mengenakan kemeja lengkap dengan dasi, celana kain dan sepasang sepatu fantofel, terlihat rapi sekali. Sebelum berangkat, ia membangunkan anaknya untuk berpamitan. Tak lupa ia mencium kening anaknya itu. Sambil membawa sebuah tas jinjing dan melengkapi pakaian rapinya dengan jas dan dengan diantar oleh sebuah mobil pick-up, ia pun pergi menuju tempatnya bekerja. 

Bukannya bermain dengan teman-temannya, si anak ayah hanya duduk-duduk. Dengan murah hati, ia juga membagi sedikit makanannya dengan teman-temannya itu. Entah apa yang sedang ada dalam pikirannya. Mungkin ia hanya ingin duduk saja seharian sambil menunggu ayahnya kembali dari bekerja. Sesekali ia bermain ayunan, sendirian.

Sampai di tempatnya bekerja, si ayah segera menggelar sebuah kain. Diletakkannya tas yang sedari rumah ia jinjing. Ia mulai berganti pakaian. Dasi dan kemeja rapi yang ia gunakan, ia tukar menjadi sebuah kaos berwarna gelap berlengan panjang yang lusuh. Celana kain yang ia kenakan juga ia ganti dengan celana kargo yang tak kalah lusuh dengan kaosnya. Sepatu pantofel hitamnya digantikan oleh sepatu boots anti air. Ia pun menjelma menjadi, hmm entahlah, bukan pekerja kantoran seperti saat ia berangkat tadi. 

Terlihat sebuah topi rajut berwarna abu-abu, ah itu topi putih, sepertinya memang sudah sangat kotor hingga warnanya berubah abu-abu. Topi itu dikenakan oleh si ayah. Di bawah terik matahari ia pun berdiri di sebuah lapangan luas dikelilingi bukit-bukit tumpukan sampah. Tanah yang dipijaknya tak lain adalah tumpukan sampah yang sudah memadat. Sambil memanggul sebuah karung besar, ia pun dengan teliti memilah sampah-sampah yang bisa ia ambil. 

Di sela-sela pekerjaanya itu, ia menemukan sebuah mainan. Entahlah semacam replika sebuah hewan berkaki empat berwarna coklat. Mungkin sapi. Lucu sekali. Sambil tersenyum ia meneliti barang mungil itu. 

Senja pun tiba. Si anak segera menuju ke tempat ia akan melihat ayahnya pulang dari bekerja. Tak salah, dari ujung jembatan tempatnya berdiri, ia dapat melihat ayahnya berjalan dari ujung jembatan lainnya. Sama seperti saat terakhir kali ia melihat ayahnya berangkat bekerja tadi pagi. Lengkap dengan kemeja, dasi, jas, celana kain, sepatu pantofel hitam dan sebuah tas yang selalu ayahnya jinjing. Mereka pun segera berlari agar dapat saling menyambut. Senyum mengembang di wajah mereka berdua.
Berjalan pulang, si ayah menggendong anaknya. Si anak bahagia mendapat mainan sapi-sapian lucu berwarna coklat, Senyum tak henti-hentinya mengembang di wajah mereka berdua.

When you've been fighting for it all your life
You've been struggling to make things right
That's how a superhero learns to fly

Well, cerita yang barusan saudara-saudara baca itu adalah cerita dari video klip sebuah grup band kondang yang saya suka. Grup band yang lahir di Irlandia ini emang nggak pernah gagal manjain telinga saya. Mulai dari lagu The Man Who Can't Be Moved-nya, Breakeven sampe lagu yang video klipnya bikin mata sembab gini. 

Judul lagu dari video klip yang mengharukan ini adalah 'Superheroes' . Kalo kamu suka sama lagu-lagu macam Counting Star-nya One Republic, saya jamin kamu juga bakalan suka banget sama lagu yang ini. Berterimakasih kepada timeline Path saya yang udah menuntun saya menemukan lagu keren ini. Saya kira temanya bakalan cinta-cintaan seperti lagu The Script sebelumnya. Eh tapi ternyata temanya keren begini. Liriknya juga menginspirasi dan membuat orang sadar, bahwa semua yang kita pengenin memang harus diperjuangkan. Dan perjuangan itu memang nggak mudah. Tapi suatu saat, rasa sakit dari perjuanganmu akan berubah menjadi sesuatu yang menguatkanmu esok hari.

Every day, every hour
Turn the pain into power

Oke sudah cukup saya berbasa-basinya. Pasti udah penasaran kan kayak apa lagunya, dan kayak gimana sih video yang saya nobatkan mengharukan ini. Check it out.


Share
Tweet
Pin
Share
3 komentar
Kali ini saya akan berbagi pengalaman bagaimana susah dan serunya jalan-jalan ke Coban Rais. Sebenarnya tulisan kali ini saya buat untuk mengikuti lomba menulis jalan-jalan yang diadakan oleh TelusuRI. Yah tapi karena saya kurang beruntung, yah di post disini aja deh.

Jalan-jalan ke daerah pegunungan memang tidak lepas dengan adanya wisata air terjun. Jalan-jalan kami kali ini adalah mengunjungi wisata air terjun Coban Rais. Air terjun ini berlokasi di Desa Oro-oro Ombo, Kota Batu, Jawa Timur.

Berbeda dengan wisata air terjun lain yang pernah kami kunjungi, perjalanan panjang dan melelahkan selama 1,5 jam harus kami tempuh untuk mencapai air terjun ini. Dimulai dari pintu gerbang wisata air terjun (terletak persis di sebelah kantor Batu TV), kami berenambelas memulai perjalanan menuju air terjun dengan berbekal nasi bungkus dan bebapa botol air mineral untuk dinikmati selama perjalanan dan saat berada di air terjun.






Mulanya, perjalanan terasa sangat mudah. Jalan masih lebar dan tidak terlalu menanjak masih memanjakan kaki kami. Kami berjalan dengan mengikuti aliran sungai kecil yang memang sengaja di buat. Terlihat juga pipa air yang kadang-kadang menyembul keluar dari dalam tanah. Di kanan kiri kami, banyak terdapat juga tanaman-tanaman hijau yang rimbun dan menyegarkan mata. Ada juga bunga berwarna warni yang menghiasi dan suara gemericik air yang setia menemani pernjalanan. Dari jauh terlihat pegunungan yang menghiasi pemandangan. Semangat kami makin berkobar untuk menuju ke air terjun.





Semakin jauh kami berjalan, kenyamanan serasa direnggut dari kami. Jalanan sempit, dan keadaan jalan yang tiba-tiba menanjak mempersulit kami. Ranting-ranting tanaman di kanan kiri jalan setapak turut andil dalam mempersulit perjalanan. Udara panas dan gerakan kaki kami membuat debu beterbangan dan membuat hidung kami kering. Untunglah kami membawa air minum untuk melepas dahaga dan lelah.


Perjalanan yang melelahkan

Di tengah perjalanan, kami cukup bingung dan hampir putus asa untuk melanjutkan perjalanan. Banyak jalan setapak yang longsor dan menyulitkan kami untuk melewatinya. Hingga akhirnya kami bertemu dengan jalan setapak yang hampir vertikal. Ya vertikal ! Tidak menyerah, kami tetap berusaha melewati jalan setapak tersebut. Dengan saling membantu dan menarik teman-teman kami untuk naik ke atas, akhirnya kami dapat melanjutkan perjalanan lagi.
Perjalanan selanjutnya sedikit lebih mudah. Jalan setapak yang sempit, menanjak dan rimbunnya tanaman di kanan kiri tetap menemani, namun setelah melewati jalan vertikal tadi semuanya terasa lebih mudah sekarang.

Dari jauh terdengar salah satu teman kami berteriak ‘Reek wes sampe !’. Semangat kami berkobar dan makin cepat kami berjalan untuk menuju ke tujuan kami, air terjun Coban Rais. Rasa lelah kami terbayarkan saat melihat keindahan dan kesejukan yang diberikan air terjun ini. Hanya ada kami disana, serasa seperti private waterfall. Hal pertama yang kami lakukan saat sampai adalah berisitirahat dan berfoto bersama. Setelah itu kami lanjutkan dengan memakan bekal nasi bungkus yang sengaja kami bawa. Tidak takut saat persedian air kami habis, kami mencicipi air terjun yang segar untuk melepas dahaga. Beberapa dari kami juga nekat untuk menantang dinginnya air terjun dengan ber-shower ria dibawah air terjun. ‘Ice Bucket Challenge’ katanya. Heheee. 

Foto bareng :D





​
Puas menikmati keindahan kami pun kembali pulang. Saat pulang, perjalanan terasa lebih mudah, dan kami menyadari bahwa kami salah mengambil jalan saat berangkat tadi, sehingga harus bertemu dengan jalan vertikal. Jika jalan yang benar, kami tidak perlu melewati jalan tersebut. Oh ya, sedikit tips dari kami, jangan menggunakan sandal jepit karena menyulitkan berjalan saat jalanan menanjak dan menurun.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hari ke-15 dan tulisan ke-12 di 30 Day Blogging Challenge ini. Saya memang belum bisa memenuhi tantangan ini dengan baik. Masih payah -.-

Oke, alhamdulillah saya sedang mendapatkan rezeki yang lumayan, daaan akhirnya saya kehabisan pengendalian diri untuk tidak membeli buku. Saya sudah membeli 7 buku dari akhir bulan Juli kemarin hingga akhir bulan Agustus ini. Jadi bisa dianggap sebulan ini saya telah membeli 7 buku. Ini sekaligus untuk memenuhi wishlist saya. Dan beruntungnya lagi, cukup dengan dua ratus ribu rupiah, saya sudah bisa mendapatkan 7 buku tersebut. Lucky me ! :D

Baiklah, berikut ini buku-buku yang telah saya beli dengan sangat brutal :p

borong buku

1. To Kill a Mockingbird
Saya mendapatkan buku ini dengan harga Rp 49.000,- yang semula adalah Rp 55.000,- Ini berkat diskon yang saya dapatkan karena teman saya Ucik mendaftar menjadi member di toko buku tempat saya membelinya. Terimakasih Ucik :D

2. The Maze Runner
Buku ini adalah buku wishlist saya di bulan ini dan akhirnya keturutan :D Yeyy. Saya mendapatkan buku ini cukup dengan harga Rp 25.000,- karena sedang obral. Padahal harga awalnya Rp 74.000,-

3. The Scorch Trial
Sama dengan The Maze Runner, saya mendapat buku ini dengan harga Rp 25.000,-. Harga awal Rp  69.000,-

4. The Death Cure
Semua seri The Maze Runner obral Rp 25.000,- Lucky me ! Harga awal Rp 69.000,-

5. The Deeper
Merupakan seri kedua dari The Tunnels, yang The Tunnels nya sendiri belum saya dapatkan. Buku ini saya dapatkan dengan harga Rp 25.000,-

6. Freefall. 
Seri ke-3 dari The Tunnels. Obral juga :D

7. Closer
Seri ke-4 dari The Tunnels, lagi lagi Rp 25.000,- 

Nah sekarang udah tahu kan kenapa saya bisa mendapat 7 buku cukup dengan total harga Rp 200.000,- Yap memanfaatkan obralan. Yang penting bagi saya buku itu menarik walaupun harganya murah. Yang penting kan saya tetep bisa baca buku. Bahagia banget :D 

Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar
Hari ini adalah tanggal 17 Agustus yang berarti hari kemerdekaan Republik Indonesia. Dirgahayu Indonesiaku yang ke 69. Semoga dapat menghadapi dan menyelesaikan masalah masalah yang ada dalam negeri ini. Walaupun bertepatan dengan hari minggu yang merupakan hari libur, tapi upacara untuk memperingati 17 Agustus tetap dilaksanakan. Yah, sayang sekali saya tidak mendapat momen tersebut. Apalagi udah lulus begini. Bingung mau ikutan upacara dimana. 

17 Agustus selalu dimeriahkan dengan banyak sekali acara. Mulai dari lomba di kampung, tasyakuran dan juga upacara. Nah kebetulan beberapa orang di sekitar saya. memeriahkan momen peringatan kemerdekaan Indonesia ini dengan membuat foto berisi ucapan memperingati 17 Agustus yang pastinya keren. Berikut adalah salah satu contoh foto ucapan yang dibuat oleh teman saya Ficki.
Nah saya juga nggak mau kalah. Ini nih foto saya.
Dan di bawah foto tersebut saya beri caption 'Dirgahayu Republik Indonesia ke 69'. Di dalam foto memang tidak ada tulisan yang menyatakan selamat kepada Indonesia, tetapi terdapat tulisan 'Watch Out World' yang bermaksud untuk memperingatkan dunia bahwa hari ini 17 Agustus 2014, Indonesia sedang memperingati hari kemerdekaannya yang ke 69. Dan background foto yang saya gunakan adalah foto kapal-kapal perang milik TNI-AL.

Google doodle juga ikutan memperingati hari kemerdekaan Indonesia looh.

Nah cukup sekian postingan saya hari ini sebagai tanda memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke 69. Tetap berkreasi ya.....


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Indonesia pernah dijajah oleh Belanda selama 350 tahun. Banyak orang-orang Belanda yang menetap dan tinggal di Indonesia, bahkan memiliki keturunan dengan orang-orang pribumi. Kebiasaan seperti pola hidup dan peraturan sudah pasti hal yang lumrah jika tercampur baur. Tak lepas untuk masalah bahasa. Banyak bahasa Indonesia sekarang yang merupakan kata serapan dari bahasa Belanda. Misalnya seperti kata boei  yang dalam lidah orang Indonesia menjadi bui (penjara).

Jadi, beberapa waktu lalu saya sempat mengunjungi Dinas Pariwisata Kota Surabaya yang berada di Jalan Adityawarman. Tujuan saya kesana adalah untuk mendapatkan informasi sehubungan dengan tugas akhir saya di kampus. Di sana, saya bertemu dengan Ibu Dhian. Posisi beliau di dinas pariwisata adalah di bidang obyek dan promosi wisata. Saya diceritakan banyak sekali tentang wisata yang ada di Surabaya, dan bahkan saya banyak yang tidak tahu kalau Surabaya memiliki tempat wisata yang sangat banyak (merasa gagal jadi orang Surabaya. hiks ). Di sela-sela ceritanya tentang wisata Surabaya, Ibu Dhian juga menyelipkan sedikit sejarah yang ada di Surabaya. Yah karena kota Surabaya memang kota Pahlawan dan memiliki banyak ikon-ikon bersejarah. Hihiii. Nah, dari ngobrol-ngobrol itulah saya jadi tahu asal muasal kata 'Jongos', 'Degan', 'Sepur', dan 'Setrap'.


Jongos

Jongos. Siapa yang nggak kenal sama kata ini. Menurut KBBI, jongos adalah : pembantu rumah tangga (laki-laki); pelayan; bujang. Kata 'jongos' juga sering digunakan sebagai bahan olokan dan memang bermakna jelek di masyarakat. Tapi tahukah kalian bahwa kata jongos tersebut sebenarnya berasal dari bahasa Belanda? Ya, kata jongos berasal dari bahasa Belanda dan memiliki makna yang baik dalam bahasa Belanda. Lho kok? Jadi, di jaman dulu saat Belanda masih menjajah Indonesia, orang-orang Belanda suka mengadakan pesta. Nah di pesta pasti butuh yang namanya pelayan kan? Pelayan-pelayan di pesta orang-orang Belanda biasanya diambil dari pemuda-pemuda pribumi. Dan bagaimana orang-orang Belanda memanggil pelayan-pelayan tersebut? Dengan sebutan  'Jongens'! 
Jongens dalam bahasa Belanda berarti pemuda. Artinya pun nggak ada sangkut pautnya dengan pembantu dan sejenisnya. Kok bisa jadi 'jongos'? Dan artinya juga jelek banget? Yah namanya juga lidah-lidah Indonesia lah ya :p Apalagi pemuda yang dipanggil Jongens itu lagi jadi pelayannya orang-orang Belanda. Jadi deh tuh 'jongos' yang berarti pembantu. 

Degan

Kata selanjutnya adalah Degan. Menurut KBBI degan adalah : buah kelapa muda. Orang Jawa biasa menyebutnya degan. Lho buah kelapa muda kok bisa jadi degan? Pertama kali saya denger ceritanya juga kaget dan geli. Hahahaa. Jadi menurut cerita yang saya dapat, dulu orang-orang kalau mau memetik buah kelapa muda menggunakan senapan karena bentuk pohon kelapa yang sangat tinggi dan susah dipanjat. Nah, ceritanya nih, orang Belanda biasanya kalo mau metik buah kelapa muda selalu bilang "the gun, the gun" sambil nunjuk-nunjuk ke buah kelapa yang ada di pohon. Padahal maksudnya adalah minta tolong ambilin senjata buat nembak buah itu. Yah karena nggak ngeh dan nggak ngerti artinya, jadi deh tuh buah kelapa muda disebut degan :D

Sepur

Kata ketiga, 'Sepur'. Dalam bahasa Indonesia, sepur artinya kereta api. Sangat berbeda artinya dengan bahasa awalnya walaupun masih berkaitan. Dalam bahasa Belanda, sepur adalah spoor yang berarti jalur. Jadi yang dimaksud spoor disini adalah jalur kereta api alias rel nya. Bukan kereta apinya. Yah lagi lagi karena nggak tahu artinya, spoor jadi berarti kereta api. Hahaha


Strap

Terakhir, adalah Strap !. Semua anak SD atau yang pernah SD pasti familiar dengan kata satu ini. Ya, kata ini adalah kata mujarab yang keluar dari guru saat kita lalai di sekolah. Dikit-dikit di setrap, dikit-dikit di setrap. Mana lama dan cuma pake satu kaki :| sedih banget. Setrap dalam konteks ini adalah berdiri di kelas dengan tenggang waktu yang dikehendaki oleh guru sebagai hukuman karena murid tersebut lalai. Lumayan bikin jera kok setrap itu. Hehe.. Asal kata setrap sendiri berasal dari bahasa Belanda, straf yang berarti hukuman ! Got it guys ? Lidah orang Indonesia yaaa :] Hihiii

Bagaimana? Sekarang sudah tahu kan asal mula kata-kata jongos, degan, sepur dan setrap? Pada nggak nyangka kan kalau kata-kata tersebut adalah kata serapan dari bahasa Belanda? 
Feel free to share your opinion in comment box guys :)
Share
Tweet
Pin
Share
16 komentar
Older Posts

About Me

My photo
Weka Agnes
movie, book, craft, staycation and travel
View my complete profile

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  August (1)
      • Marina Barrage - Destinasi Favorit di Singapura
  • ►  2019 (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2018 (4)
    • ►  October (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2017 (2)
    • ►  August (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2016 (6)
    • ►  October (1)
    • ►  June (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (3)
  • ►  2015 (22)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (5)
  • ►  2014 (43)
    • ►  December (2)
    • ►  November (2)
    • ►  October (4)
    • ►  September (3)
    • ►  August (14)
    • ►  July (3)
    • ►  June (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (6)
  • ►  2013 (24)
    • ►  December (3)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (5)
    • ►  June (3)
    • ►  May (2)
    • ►  April (4)

Labels

  • 30 Day Blogging Challenge
  • blog competition
  • book
  • fanfic
  • game
  • holiday
  • info
  • mind
  • movie
  • nyunyu
  • opinion
  • playlist
  • quotes
  • random
  • review
  • skincare & makeup
  • song
  • story
  • tech
  • testimoni

Created with by ThemeXpose