• Home
  • Hobby and Craft
    • Book
    • Paper Quilling
  • Lifestyle
    • Beauty
    • Review
  • Travel
  • Contact Me
  • Home
  • Contact Me
  • Lifestyle ►
    • Beauty
    • Style
    • Diary
  • Hobby and Craft ►
    • DIY
    • Lettering and Painting ►
      • Portfolio
      • Art Supplies
  • Travel ►
    • Cafe Review
    • Place to Go
Powered by Blogger.

wekaagnes

Meski sudah lewat hampir 2 tahun yang lalu, saya masih ingin menceritakan pengalaman saya saat pertama kali jalan-jalan ke Singapura. Selain menjadi salah satu momen berkesan dalam hidup, pergi ke Singapura adalah salah satu bucket list saya. Nah, seperti yang kita semua tahu, banyak sekali destinasi wisata dan tempat-tempat keren di Singapura, mulai dari yang berbayar sampai yang gratisan. Salah satu yang paling disuka oleh orang-orang dan jadi must-have-visited-place-in-Singapore adalah patung Singa yang ikonik. Tapi sayangnya, wisata ikonik Singapura yang satu itu bukanlah favorit saya, bahkan saya belum sempat untuk mengunjunginya. Hehe.. Atau mungkin gara-gara saya belum kesana ya, makanya nggak jadi favorit? Hmm

Terus, lokasi wisata yang mana nih yang jadi favorit saya? 

Marina Barrage

Marina Barrage (src: hotels.com)

Tempat ini mungkin nggak begitu populer bagi turis. Setiap mengunjungi situs website yang menceritakan destinasi wisata di Singapura, pasti jarang banget yang merekomendasikan tempat ini. Padahal, menurut saya Marina Barrage adalah salah satu lokasi yang wajib banget dikunjungi kalau mau melihat hampir semua Singapura nggak pakai modal, alias gratis. 

Apa sih Marina Barrage itu?

Jadi, Marina Barrage sebenernya adalah sebuah dam yang dibikin pemerintah Singapura yang mana dam ini merupakan pertemuan dari 5 sungai yang ada di Singapura dan berfungsi sebagai penyimpanan air, pengendalian air (menahan air laut) sekaligus menjadi tempat rekreasi. Sebenernya di sini kamu bisa melakukan rekreasi air. Namun, saat dulu saya kesana, saya nggak begitu paham dimana bisa melakukan rekreasi airnya. 

Daya Tarik Marina Barrage

Nah, yang jadi favorit saya dan mungkin banyak orang lain adalah atap atau rooftop-nya. Di sini, kamu bisa piknik sambil gelar tikar bareng temen-temen, bawa speaker portable buat dengerin musik juga bisa, atau gitaran sambil nyanyi rame-rame juga seru banget. Ditemani bareng angin sepoi-sepoi, kamu bisa menikmati keindahan kota Singapura dari atas. Dari sini kamu bisa melihat gedung Marina Bay yang megah, pohon-pohon avatar-nya Gardens by the Bay, sekaligus Singapore Flyer. 

Waktu terbaik saat berkunjung kesana menurut saya adalah di waktu sore menjelang senja. Sambil melihat perubahan warna langit dari biru ke jingga hingga merah berlanjut ke gelapnya malam beriringan dengan mulai menyalanya lampu-lampu dari bangunan-bangunan modern kota Singapura. Indaaah banget bangeet. Terdengar pula suara angin berhembus bercampur dengan suara gelak tawa muda-mudi yang lagi asik ngobrol dan bernyanyi bersama teman-temannya. Wah kalau ingat momen itu rasanya nggak sabar buat dateng kesana lagi. 

Setelah puas menikmati pemandangan di Marina Barrage, saya langsung lanjut lagi ke Gardens by the Bay buat nonton Garden Rhapsody. Jadi, dari Marina Barrage ke Gardens by the Bay, sepertinya memang cuma bisa ditempuh pakai jalan kaki. Emang deket banget sih kalau di peta. Tapi, buat ke lokasi nonton Garden Rhapsody diadain, lumayan bikin kaki cekit-cekit ðŸ˜­

Nah kaya gini nih pemandangan di Marina Barrage saat malam. Yang ada di foto adalah Singapore Flyer

Ini penampakan pohon avatar-nya Gardens by the Bay dan gedung Marina Bay

Gimana Cara Menuju ke Marina Barrage?

Kalau berdasarkan pengalaman saya, buat bisa sampai kesini, saya naik bus ya guys. Jadi dari Stasiun MRT Raffles, terus jalan kaki cari bus stop, dan lanjut naik bus nomor 400. Kira-kira gitu kalau nggak salah. Biar lebih jelas dan gampang, buka Google Maps aja yaa. Hehe. 

Naah, itu tadi cerita pengalaman dan kesan saya saat berkunjung ke Marina Barrage dan kenapa bisa jadi destinasi favorit saya di Singapura. Apakah setelah membaca ini kamu jadi tertarik untuk mengunjungi Marina Barrage? Selain Marina Barrage, lokasi wisata mana lagi nih di Singapura yang underrated tapi ternyata worth-to-visit banget? Kasih tahu saya di kolom komentar yaa.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Former Hill Street Police Station
Sepertinya udah kadaluarsa banget ya karena jalan-jalannya udah dari bulan Oktober 2018 lalu. Hehe. Tapi, keinginan saya buat share tips jalan-jalan ke Singapura ini belum padam-padam amat. Hehe.
Nah, setelah kemarin saya udah kasih tahu itinerary jalan jalan ke Singapura 4 Hari 3 Malam, kali ini saya mau share ke kamu, tips jalan-jalan ke Singapura buat pemula as an Indonesian people. Menurut saya, tips ini penting banget demi kelancaran dan kenyamanan saat jalan-jalan dan nggak kaget-kaget amat saat udah sampai di sana. Well, yuk langsung aja saya kasih tahu tips-nya..

Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar

View dari Marina Barrage

"Saat kamu menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta akan bersatu membantumu meraihnya." - Paulo Coelho

Aaaaand its finally happened to me. Salah satu keinginan saya dalam hidup adalah pergi jalan-jalan keluar Indonesia. Bagi sebagian orang, keinginan itu mungkin hal yang biasa atau bahkan dapat dengan mudah dilakukan. Tapi bagi saya (untuk saat ini), keinginan ini adalah sesuatu yang besar dan muluk-muluk. Untuk mencapainya, ada banyak hal yang harus diperjuangkan. Dimulai dari niat (agar nggak mudah terdistraksi oleh keinginan lain) dan aksi untuk mewujudkannya. 
Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar


Ini tersangkanya yang udah ke Eropa. Iri yaaa (Weka norak)

Hi, Its good to see you again guys. Udah super duper males buat update blog. Apalagi kena kegiatan sehari-hari yang bikin tidur-tiduran jauh lebih asik ketimbang ngetik di depan laptop, alhasil blog ini jadi jarang dan bahkan hampir nggak pernah update. But here I am. Udah masuk bulan kelima (hampir keenam ding) di tahun 2017 ini. Saya hadir dengan tulisan baru nan segar serta semoga dapat menginspirasi (dan pastinya saya sebagai penulis juga super duper teramat sangat terinspirasi sekali). Yaudah langsung aja yuk kamu baca, sebenernya apa sih yang mau saya share kali ini.
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Siapa sih yang nggak suka sama jalan-jalan? Pasti semuanya suka, termasuk saya. Ijin curcol aja nih. Biasanya permasalahan utama saya kalo pas pingin jalan-jalan itu, pertama di budget, dan kedua di waktu. Kalo tenaga sih siap sedia selalu. Hehe. Nah, buat kamu-kamu yang punya permasalahan seperti saya, bisa deh sekali-sekali cobain berwisata ke tempat yang dekat-dekat. Misalnya, tempat wisata yang ada di kota kamu. Hayo, sekarang coba deh ingat-ingat di kota kamu ada berapa wisata lokal, dan apakah kamu sudah mengunjunginya semua? Saya yakin pasti belum deh. Hehe. Soalnya saya juga gitu. Banyak banget lokasi wisata lokal Surabaya yang belum saya kunjungi. Sebagai orang kelahiran Surabaya dan hidup di Surabaya selama 21 tahun, saya merasa gagal. Hiks.
Share
Tweet
Pin
Share
13 komentar
Jalan-jalan ke Jepang? Siapa yang nggak mau kalo tiba-tiba dapat tawaran buat jalan-jalan ke Jepang? Pasti mau banget lah. Apalagi kalo jalan-jalan ke Jepangnya gratis. Hehe.
Kenapa kok Jepang? Iya Jepang itu punya banyak banget pesona alam dan juga kultur yang masih terpelihara sampai sekarang. Apalagi nih pesona alamnya di musim dingin. Hmm, yang pasti kalo di musim dingin, saya bisa menikmati salju. Secara di Indonesia kan nggak ada salju, hiks.

Sekarang biarkan saya berandai-andai pergi jalan-jalan ke Jepang pada musim dingin ya. Hehe. Nah kalo saya beneran bisa jalan-jalan-jalan ke Jepang di musim dingin, saya ingin melakukan beberapa hal di sana yang jelas nggak bisa saya temukan kecuali di Jepang.
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Yuk lanjut lagi cerita jalan-jalannya yaa.
Ini adalah part terakhir dari keseluruhan cerita jalan-jalan saya di Pulau Batam. 

Setelah setengah puas jalan-jalan di Kampung Vietnam, saya dan rombongan pun segera beranjak pergi meninggalkan area Kampung Vietnam dan Pulau Galang, kembali meluncur ke arah Jembatan Barelang. 

Setelah diskusi singkat, akhirnya saudara saya memutuskan untuk mengajak rombongan, makan di sebuah restoran yang terletak di Pulau Setokok. Sebelum menemukan letak rumah makan, saya dan rombongan sempat salah masuk ke dalam Kampung Setokok. Kampung ini lumayan padat dan terletak persis di tepi pantai. Bahkan nih ya setengah dari rumah-rumah di Kampung Setokok dibangun di atas air. Tapi sayang banget, keadaan kampungnya kumuh. Banyak sampah yang berceceran dan terkumpul nggak pada tempatnya. Air di bawah perumahan juga full dengan sampah. Sayang banget deh pokoknya. 
Setelah tanya sana-sini dengan penduduk kampung, akhirnya kami berhasil menemukan restorannya. Ternyata hanya berbeda satu gang dari Kampung Setokok. Hehe.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Halo, saya balik lagi. Maaf ya, jalan-jalan yang cuma sehari saya pecah jadi beberapa postingan. Habisnya banyak banget sih yang pingin saya ceritain. Hihi. Ya udah lanjut aja ya. Seperti yang udah saya ceritain di postingan sebelumnya kalo jalan-jalan saya nggak cuma sampai Jembatan Barelang aja, tapi berlanjut sampai ke Pulau Galang. Nah dari Jembatan Barelang ini, jarak yang harus ditempuh masih jauh banget loh. Masih harus melewati 5 jembatan lagi. Hmm kalau kamu bingung, mending saya jelaskan aja ya kenapa Jembatan Barelang ini punya banyak banget jembatan. Jadi seperti ini penjelasanya :

Jembatan I merupakan jembatan terbesar dan termegah yang bernama Jembatan Fisabilillah. Jembatan ini menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Tonton. Ini nih spot yang saya buat foto-foto di postingan sebelumnya.  
Jembatan II bernama jembatan Raja Ali Haji. Jembatan ini menghubungkan Pulau Tonton dengan Pulau Nipah.
Jembatan III bernama jembatan Nara Singa II, menghubungkan Pulau Nipah dengan Pulau Setokok.
Jembatan IV bernama jembatan Sultan Zainal Abidin, menghubungkan Pulau Setokok dengan Pulau Rempang.
Jembatan V bernama jembatan Raja Kecik, menghubungkan Pulau Rempang dengan Pulau Galang. 
Jembatan VI bernama jembatan Tuanku Tambusai, menghubungkan Pulau Galang dengan Pulau Galang Baru. 

Nah sekarang udah nggak bingung lagi kan? Yap memang jembatannya ada banyak gitu. Kemungkinan sih orang-orang pada nggak hafal sama nama masing-masing jembatan tapi lebih biasa menyebutnya dengan nama jembatan I, jembatan II dan seterusnya.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Melanjutkan cerita liburan singkat saya ke Pulau Batam yaaak. Di hari kedua, tepatnya hari Sabtu, 27 November 2014 saya pun pergi jalan-jalan. Saudara saya sengaja menyewa mobil untuk mengantar kami pergi jalan-jalan seharian. Iya seharian. Mau gimana lagi, kesempatan saya buat jalan-jalan cuma tersedia hari Sabtu aja. Sedih hiks. 

Banyak Money Changer

Oke lanjut. Jalan-jalan saya kali ini selain ditemani oleh keponakan dan 2 sepupu, juga ditemani 3 orang lainnya, yaitu suami dan 2 orang teman sepupu saya. Destinasi pertama yang saya dan rombongan kunjungi adalah Jembatan Barelang. Sebelum berangkat, kami menyempatkan buat pergi ke tempat money changer. Yap, ini nih yang unik dari Pulau Batam. Disini kamu bakalan menemukan banyak banget money changer. Money changer ini bisa kamu temukan di pusat pertokoan bahkan di mall. Gimana nggak banyak money changer, wong disini peredaran dollar Singapura bisa dibilang lumayan dominan. Bahkan nih ya, ada beberapa barang yang bisa kamu beli pakai dollar. Saya jadi khawatir kalo rupiah di Batam jadi nggak berarti. Hiks

Bukan Es Teh Manis

Sembari menunggu saudara saya menukarkan dollar Singapura menjadi rupiah, saya pun menghabiskan waktu dengan mengobrol. Dari obrolan itu saya jadi tahu beberapa hal unik yang ada di Batam. Salah satunya saya dapat dari cerita teman sepupu saya yang bernama Mas Ical. Mas Ical ini berasal dari Sulawesi dan belum genap sebulan ada di Batam. Ia menceritakan salah satu pengalamannya saat makan di warung. Saat itu ia memesan es teh. Secara default nih ya, kalo kita memesan es teh pasti kan es teh manis, ya nggak? Nah Mas Ical ini dengan santainya menyebutkan kalo ia memesan es teh. Saat es teh datang dan ia mencicipinya, ternyata rasa tehnya hambar, alias nggak ada gulanya. Ia pun bertanya pada si penjual kenapa es tehnya nggak manis, dan si penjual dengan santainya bilang kalo Mas Ical kan pesannya es teh aja, jadi ya nggak pakai gula. Kalau mau es teh pakai gula, di Batam bukan es teh manis nyebutnya, tapi Teh Obeng. Jadi kalo kamu pergi ke Batam dan pingin minum es teh manis, bilangnya pesan Teh Obeng yaa. Hihi. 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kali ini saya ingin bercerita tentang liburan saya seminggu yang lalu. Tepatnya saat long weekend Hari Natal di tahun lalu. Hehe. Yap, long weekend tanggal 26-28 Desember saya gunakan untuk berlibur ke Pulau Batam. Iya yang dekat Singapura itu. Kenapa saya memilih Pulau Batam? Ada apa aja di Batam? Ya udah yuk sini saya ceitain.



Kenapa berlibur ke Pulau Batam?
Soalnya saya nggak punya pilihan lain. Lhawong saya dapat rejekinya pergi ke Pulau Batam. Jadi kebetulan saya dapat amanah buat menemani anak sepupu saya, yang bisa saya sebut sebagai keponakan buat pergi ke Pulau Batam untuk menemui ibunya yang nggak lain adalah sepupu saya. 

Liburan yang teramat sangat singkat dengan destinasi yang lumayan bisa dikatakan jauh dari Surabaya. Saya berangkat pada tanggal 26 Desember 2014 dengan naik GIA. Alhamdulillah pengalaman pertama saya naik pesawat menaiki maskapai penerbangan paling bagus di Indonesia. Hihi. Pesawat boarding tepat pada jam 10.40 WIB. Nggak butuh waktu lama, 2 jam kemudian saya udah bisa lihat penampakan alam Kepulauan Riau dari atas pesawat dan segera mendarat di Bandara Udara Hang Nadim, Pulau Batam. Disana saya dan keponakan udah dijemput dan siap pulang ke rumah sepupu saya.
Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar
Kali ini saya akan berbagi pengalaman bagaimana susah dan serunya jalan-jalan ke Coban Rais. Sebenarnya tulisan kali ini saya buat untuk mengikuti lomba menulis jalan-jalan yang diadakan oleh TelusuRI. Yah tapi karena saya kurang beruntung, yah di post disini aja deh.

Jalan-jalan ke daerah pegunungan memang tidak lepas dengan adanya wisata air terjun. Jalan-jalan kami kali ini adalah mengunjungi wisata air terjun Coban Rais. Air terjun ini berlokasi di Desa Oro-oro Ombo, Kota Batu, Jawa Timur.

Berbeda dengan wisata air terjun lain yang pernah kami kunjungi, perjalanan panjang dan melelahkan selama 1,5 jam harus kami tempuh untuk mencapai air terjun ini. Dimulai dari pintu gerbang wisata air terjun (terletak persis di sebelah kantor Batu TV), kami berenambelas memulai perjalanan menuju air terjun dengan berbekal nasi bungkus dan bebapa botol air mineral untuk dinikmati selama perjalanan dan saat berada di air terjun.






Mulanya, perjalanan terasa sangat mudah. Jalan masih lebar dan tidak terlalu menanjak masih memanjakan kaki kami. Kami berjalan dengan mengikuti aliran sungai kecil yang memang sengaja di buat. Terlihat juga pipa air yang kadang-kadang menyembul keluar dari dalam tanah. Di kanan kiri kami, banyak terdapat juga tanaman-tanaman hijau yang rimbun dan menyegarkan mata. Ada juga bunga berwarna warni yang menghiasi dan suara gemericik air yang setia menemani pernjalanan. Dari jauh terlihat pegunungan yang menghiasi pemandangan. Semangat kami makin berkobar untuk menuju ke air terjun.





Semakin jauh kami berjalan, kenyamanan serasa direnggut dari kami. Jalanan sempit, dan keadaan jalan yang tiba-tiba menanjak mempersulit kami. Ranting-ranting tanaman di kanan kiri jalan setapak turut andil dalam mempersulit perjalanan. Udara panas dan gerakan kaki kami membuat debu beterbangan dan membuat hidung kami kering. Untunglah kami membawa air minum untuk melepas dahaga dan lelah.


Perjalanan yang melelahkan

Di tengah perjalanan, kami cukup bingung dan hampir putus asa untuk melanjutkan perjalanan. Banyak jalan setapak yang longsor dan menyulitkan kami untuk melewatinya. Hingga akhirnya kami bertemu dengan jalan setapak yang hampir vertikal. Ya vertikal ! Tidak menyerah, kami tetap berusaha melewati jalan setapak tersebut. Dengan saling membantu dan menarik teman-teman kami untuk naik ke atas, akhirnya kami dapat melanjutkan perjalanan lagi.
Perjalanan selanjutnya sedikit lebih mudah. Jalan setapak yang sempit, menanjak dan rimbunnya tanaman di kanan kiri tetap menemani, namun setelah melewati jalan vertikal tadi semuanya terasa lebih mudah sekarang.

Dari jauh terdengar salah satu teman kami berteriak ‘Reek wes sampe !’. Semangat kami berkobar dan makin cepat kami berjalan untuk menuju ke tujuan kami, air terjun Coban Rais. Rasa lelah kami terbayarkan saat melihat keindahan dan kesejukan yang diberikan air terjun ini. Hanya ada kami disana, serasa seperti private waterfall. Hal pertama yang kami lakukan saat sampai adalah berisitirahat dan berfoto bersama. Setelah itu kami lanjutkan dengan memakan bekal nasi bungkus yang sengaja kami bawa. Tidak takut saat persedian air kami habis, kami mencicipi air terjun yang segar untuk melepas dahaga. Beberapa dari kami juga nekat untuk menantang dinginnya air terjun dengan ber-shower ria dibawah air terjun. ‘Ice Bucket Challenge’ katanya. Heheee. 

Foto bareng :D





​
Puas menikmati keindahan kami pun kembali pulang. Saat pulang, perjalanan terasa lebih mudah, dan kami menyadari bahwa kami salah mengambil jalan saat berangkat tadi, sehingga harus bertemu dengan jalan vertikal. Jika jalan yang benar, kami tidak perlu melewati jalan tersebut. Oh ya, sedikit tips dari kami, jangan menggunakan sandal jepit karena menyulitkan berjalan saat jalanan menanjak dan menurun.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Yaap, hari ini adalah hari ke-7 dari 30 Day Blogging Challenge. And you know what? Kemarin saya bolos nulisnya T.T. Kemarin saya seharian jalan jalan ke Batu, malang dan sekitarnya sama temen-temen. Hihii. Nyampe rumah juga dini hari tadi ._. Saya nggak nyiapin tulisan buat di post otomatis. Jadnya gini deh. Hiks.

Oke saya ke Malang, Batu dan sekitarnya dalam rangka survei villa yang akan dibuat liburan MMB 2011. Yeyy !! Selain itu saya dan teman-teman juga memanjakan diri dengan mengunjungi alun-alun kota Batu. Disana kami menyempatkan naik ferrish wheel alias bianglala alias dermulen(?). Beberapa teman saya takut juga naik wahana tersebut. Hihii. Selain itu kami juga membeli susu serta mengunjungi Pos Ketan. Memang alun-alun kota Batu memang favorit untuk dikunjungi karena jajanan yang ah bikin laper terus. Maafkan saya karena tidak bisa memberi bukti valid sebuah foto di alun-alun kota Batu. Tapi saya dapat menunjukkan foto selfie bareng temen-temen :D


selfie duluuuu...

Foto selfie itu diambil saat kami sedang ada di masjid (entah apa namanya) di alun-alun Batu. Nah walaupun sudah menyempatkan memanjakan diri di alun-alun (setelah mencari referensi villa), tapi kami masih belum puas karena makan bakso bakarnya belum keturutan. Yah semoga di lain kesempatan kami bisa makan bakso bakar :D

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Alhamdulillah sekarang saya sudah di Surabaya :D dan malam ini adalah malam takbiran. Alhamdulillah lagi yaaa. 
Seneng banget rasanya bisa balik ke habitat. Saya kangen berat dengan kenyamanan yang saya dapat disini. Super ! Ditambah lagi bisa ketemu penghuni Surabaya yang saya cintai dan saya sayangi (baca: keluarga). Saya bener-bener beruntung, karena masih bisa merayakan lebaran ini bareng dengan keluarga dan orang-orang terdekat (yah kecuali si aa' ._. ). Bayangkan jadi beberapa teman saya yang sedang kerja praktek di Jakarta dan mereka tidak bisa kembali ke habitat. Jadi lebaran mereka tahun ini tanpa keluarga. Sedih banget kan ya. Habis sholat Ied terus mereka harus ngapain dong? Kan biasanya ngumpul gitu sama keluarga. *pukpuk in teman saya satu satu yang lagi di Jakarte. :)
Lebaran kali ini adalah lebaran dengan mudik pertama kali dalam hidup saya. Selama 19 tahun hidup baru lebaran kali ini saya kudu pulang ke kota kampung halaman saya. Sedikit aneh karena jarang sekali orang-orang saat lebaran mudik ke kota besar seperti Surabaya. Eh, saya malah mudik ke Surabaya. Hehee. Buat teman-teman yang belum bisa mudik ke kampung halaman, saya doakan semoga diberi ketabahan maksimal buat kalian. Kerja praktek adalah sebuah investasi bagi kita semua untuk bekal di masa depan. Jadi tetep semangat yaa. Zaman sudah canggih dengan banyak fasilitas yang bisa membantu kalian stay connected dengan orang-orang yang kalian sayangi. Termasuk saya :3 Jadi besok habis sholat Ied langsung semua cus deh menghubungi keluarga kalian.

Diluar kegembiraan kembalinya saya ke Surabaya *jengjeng , saya lagi sedikit galau. Jadi ceritanya, nggak hanya orang-orang di rumah aja yang saya kangenin. Tapi si aa' juga. Tapi karena kurangnya keberuntungan saya, si aa' sedang tidak ada di Surabaya alias mudik (hiks). Sedikit nyesek sebenernya. Tapi ya masa saya melarang si aa' mudik. Nggak mungkin kan ya. Dan saat ini, entah sedang berada dimana si aa' sekarang. Aaaaaa I want to meet him very super soon.

Nah sudah dulu postingan yang ini. Isinya masih tetep sama. Curhat. 
Saya mengucapkan : Selamat Hari Raya  1434 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Seminggu yang lalu saya dan beberapa teman sekelas refreshing ke Papuma. Perjalanan ke Papuma ini udah kami rancang sejak beberapa minggu sebelumnya. Dan akhirnya seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 22 Juni 2013 kami berangkat ke Papuma. Rencana refreshing kami ke Papuma dapet banyak banget hambatan. Dari yang bingung menentukan jadwal keberangkatan karena adanya jadwal-jadwal mendadak kegiatan di kampus sampai saat hari H. Halangan di hari H yang kami dapet adalah masalah transportasi dan masalah finansial. Sebenernya maslaah finansial sih yang bikin transportasi terhambat :P hehehe. Saat itu kami hampir putus asa dan hampir aja membatalkan kepergian kami ke Papuma. Tapi setelah rembug bareng, dihitung, dipertimbangkan, akhirnya kamu pun jadi untuk pergi ke Papum. Yeyyy !! :D

Persiapan
Persiapan
Kami berangkat pukul 11 lewat 45 menit ( diantar oleh bapak sopir yang baiiik banget ). Terlalu siang sebenernya, kami jadi nggak dapet sunset di Papuma karena jam 6.30 malem kami baru sampai di Papuma. Setelah sampai di Papuma, kami langsung mendirikan tenda yang sebelumnya sudah kami sewa. Ada 3 buah tenda yang kami sewa. Setelah membangun tenda, kegiatan kami lanjutkan dengan membuat makan malam :D . Sebagian dari kami ada yang nyari ranting-ranting kering untuk membuat api unggun (yah ujung-ujungnya kami nggak berhasil bikin api unggun -_- ). Setelah makanan siap, kami pun makan malam bersama-sama di bawah sinar rembulan. (saya nggak nyangka kalo bulan bisa bener-bener seterang itu. Keren banget ! )


Malem hari sekitar jam 10 lebih, kami isi dengan gulung-gulung di pinggir pantai sambil ngeliatin langit. It was amazing ! Apalagi saat itu emang lagi Supermoon. Bener-bener awesome dah pokoknya. Nggak nyesel ikutan ke Papuma. Sambil ngeliatin langit malam, si bapak-bapak penjaga pantai dengan baik hati ngehibur kami dengan muter lagu-lagu reggae. Ah, indahnya dunia.

Subuh-subuh kami semua sudah bangun untuk menyaksikan sunrise. Tapi, ternyata sunrise nya nggak keliatan -_- karena ketutup gunung di ujung sana (nggak tau sana mana). Kecewa, akhirnya kami pun mengisi pagi hari itu dengan foto-foto bersama, terus masak sarapan, dan nyebur ke laut. Dan pagi itu telah terjadi sebuah tragedi : 'Tragedi Hilang dan Ditemukannya Kacamata Novenda' Jeng jeeeeng.... Oke, jadi waktu nyebur-nyebur ke laut, nggak sengaja Novenda 'membuang' kacamatanya. Hahahaaa. Setelah dicari-cari dan nggak ketemu, kami pun putus asa. Novenda 'buta' untuk sementara (Oke ini lebay). Nggak lama, saat si Tika juga nyebur-nyebur ke laut, tiba-tiba di tangannya 'nangkring' kacamata Novenda. Tadaaa.... Akhirnya ketemu juga. Ya, singkat ceritanya seperti itulah :p


Jam 9 pagi, kami udah ninggalin Papuma buat balik ke Surabaya. Balik lagi ke realita kehidupan yang full tugas kampus. Balik lagi deh pusingnya. Tapi seenggaknya kami masih dapat menikmati indahnya dunia ini dan bersyukur atas apa yang telah diberikanNya. Alhamdulillah...

Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Older Posts

About Me

My photo
Weka Agnes
movie, book, craft, staycation and travel
View my complete profile

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  August (1)
      • Marina Barrage - Destinasi Favorit di Singapura
  • ►  2019 (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2018 (4)
    • ►  October (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2017 (2)
    • ►  August (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2016 (6)
    • ►  October (1)
    • ►  June (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (3)
  • ►  2015 (22)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (5)
  • ►  2014 (43)
    • ►  December (2)
    • ►  November (2)
    • ►  October (4)
    • ►  September (3)
    • ►  August (14)
    • ►  July (3)
    • ►  June (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (6)
  • ►  2013 (24)
    • ►  December (3)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (5)
    • ►  June (3)
    • ►  May (2)
    • ►  April (4)

Labels

  • 30 Day Blogging Challenge
  • blog competition
  • book
  • fanfic
  • game
  • holiday
  • info
  • mind
  • movie
  • nyunyu
  • opinion
  • playlist
  • quotes
  • random
  • review
  • skincare & makeup
  • song
  • story
  • tech
  • testimoni

Created with by ThemeXpose