• Home
  • Hobby and Craft
    • Book
    • Paper Quilling
  • Lifestyle
    • Beauty
    • Review
  • Travel
  • Contact Me
  • Home
  • Contact Me
  • Lifestyle ►
    • Beauty
    • Style
    • Diary
  • Hobby and Craft ►
    • DIY
    • Lettering and Painting ►
      • Portfolio
      • Art Supplies
  • Travel ►
    • Cafe Review
    • Place to Go
Powered by Blogger.

wekaagnes

Apa jadinya kalau kamu bisa masuk ke mimpi seseorang? Mungkin hal itu adalah berkah sekaligus kutukan. Dan bagi Janie Hannagan, hal ini lebih menjadi kutukan di dalam hidupnya. 

Akhirnyaaa setelah setahun kemarin banyak bolongnya buat baca buku, tahun ini berhasil menyelesaikan satu trilogy. Yah meskipun bukunya hanya setebal sekitar 200 halaman aja, tapi ini adalah kemajuan. Hehe. 
Jadi ceritanya, saya habis menyelesaikan Trilogi Wake, dimana masing-masing bukunya berjudul Wake, Fade, Gone. Saya membeli boxset buku ini dengan harga yang sangat murah karena memang lagi diobral (maafkan saya penulis. Saya sukanya buku obralan. Hiks). 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Judul novelnya udah bikin sedikit ngeri nggak nih?
Well, jujur aja, pertama kali ngambil novel ini dari tumpukan buku obralan, saya tertarik banget baca judulnya. Pikiran pertama saya saat baca judul novel ini adalah 'wah novel ini pasti fantastis banget seperti novel Cantik Itu Luka-nya Eka Kurniawan nih'. Setelah baca judul, langsung deh cus buat baca sinopsis di bagian belakang. Dan yes, saya nggak ragu buat langsung membawanya ke kasir.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Setelah beberapa lama buku ini tak tersentuh dengan masih terbungkus rapi oleh plastik, akhirnya saya pun memutuskan untuk membacanya. Yep, another dystopia series. 

Well, kali ini saya akan membahas novel yang 75% saya habiskan hanya dalam waktu 1 hari saja. Ternyata ceritanya sangat seru dan yeah novel ini membawa saya kembali merasakan euforia saat membaca The Hunger Games, 4 tahun yang lalu.(Dimana perasaan itu nggak saya dapatkan saat membaca Divergent, The Maze Runner, dan The 5th Wave).
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hallo!
Sudah sebulan lebih ya ternyata saya nggak nulis. Hehe. Soalnya saya lagi nggak tertarik nulis tentang apa-apa. Tapi kali ini saya mau cerita tentang satu novel karya Pramoedya Ananta Toer yang berjudul Bumi Manusia. Novel ini baru saja selesai saya baca dan menjadi novel ke 14 yang saya baca di tahun ini.
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Buku ke-6 yang sayang baca di 2015 Reading Challenge dari Goodreads berjudul Amy and Roger's Epic Detour. Buku ini memang sudah menjadi wishlist saya sejak lama. Dan alhamdulillahnya, saya nggak perlu buat beli buku ini lho. Saya minjem teman saya, Hesti. Hehehe.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hallo hallo, mumpung, masih awal bulan nih, saya mau cerita kalo saya habis belanja buku. Hehe. Bukan sesuatu yang mengagetkan kalo saya beli buku, wong saya suka baca. Total buku yang baru saya beli adalah 8 buah. Banyak kan? Pasti tetap nggak kaget dan nggak heran. Sekali lagi wong saya suka baca. Hmm. Tapi kamu kaget nggak kalo saya bilang berapa harga yang harus saya bayar untuk 8 buah buku tersebut?
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Entahlah kenapa saya lagi pingin banget buat review buku ketiga yang saya baca di tahun 2015 ini. Buku ini saya dapatkan di acara Surabaya Book Fair yang diselenggarakan di tahun 2014 kemarin. Meskipun pada awalnya saya nggak terlalu mengharapkan buku ini, tapi ternyata setelah saya baca sampai habis, hmm sepertinya melebihi ekspektasi saya.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Selamat Hari Minggu ! Semoga weekend-nya menyenangkan ya. Hehe. Mumpung lagi pingin nulis, kali ini saya mau berbagi curhat ilmu tentang self-editing. Jadi tulisan saya kali ini bakal bermanfaat banget buat kamu-kamu yang juga doyan nulis. Hehe.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Di tahun 2014 kemarin, saya berhasil menyelesaikan Reading Challenge 2014 dari Goodreads dengan berhasil membaca 16 buku dalam setahun. Sebenarnya sih saya hanya memasang target 10 buku saat itu, tapi alhamdulillah ternyata bisa sampai 16 buku. Nah di tahun 2015 ini, saya kembali mengikuti Reading Challenge yang diadakan oleh Goodreads. Kamu bisa melihatnya di widget yang saya pasang di blog saya. Untuk tahun ini, saya menargetkan 20 buku, berpatokan dari jumlah buku yang bisa saya baca di tahun lalu. 

Buku pertama yang berhasil saya selesaikan adalah buku berjudul Gone Girl. Buku ini adalah hadiah ulang tahun saya yang ke-21 dari sahabat-sahabat saya. Tahu banget kalo saya pingin banget baca buku itu. Gone Girl ini udah diadaptasi ke dalam sebuah film lho. Hehe.

Buku ke-2 yang saya selesaikan di Reading Challenge 2015 adalah buku berjudul The Geography of Bliss. Sebelumnya saya nggak tahu menahu tentang buku ini dan nggak masuk ke dalam wishlist saya. Tapi saat saya jalan-jalan ke TBMO, saya nggak sengaja menemukan buku ini di rak bagian travelling. Karena tertarik, akhirnya saya membelinya.
Share
Tweet
Pin
Share
6 komentar
Saya kembali. Hihi. 
Kali ini saya mau sedikit cuap-cuap dengan buku yang baru aja saya baca. Sebelumnya saya nggak tahu menahu sama sekali dengan buku ini, Tapi berkat lagi-lagi teman saya Ucik, saya jadi penasaran sama buku ini dan akhirnya baca deh. Mengingat harga bukunya yang yaah nggak terlalu mahal lah. Apalagi buku ini tergolong buku motivasi. Ya, saya memang lagi butuh motivasi. Hehe.
Judul Buku : Steal Like An Artist - 10 Things Nobody Told You About Being Creative
Penulis : Austin Kleon
Penerbit : Noura Books
Halaman : 160 halaman

Langsung aja ya, buku ini berjudul Steal Like An Artist yang ditulis oleh Austin Kleon. Bentuk bukunya agak beda ya sama buku-buku pada umumnya yang bentuknya persegi panjang. Kamu bisa lihat kalo buku ini punya bentuk bujur sangkar sempurna. Haha. Dengan warna dasar hitam dan ada kombinasi warna putih dan kuning. Apalagi font judul buku yang dipakai, dijamin bisa bikin kamu tertarik. Nggak lupa, di bagian kaver juga ada cap New York Times Bestseller, yang mana cap itu nggak pernah gagal buat bikin saya membeli buku yang memilikinya. Pokoknya selama ini saya nggak pernah dikecewakan sama buku yang ada cap NYT Bestseller-nya.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Setelah berpetualang dengan Thomas dan kawan kawan di trlogi Maze Runner, pilihan saya selanjutnya jatuh kepada novel chicklit yang berjudul Reality TV Bites. Yah genre yang sangat berbeda jauh sebenarnya. Tapi saya memang butuh sedikit pengenduran syaraf setelah membaca trilogi Maze Runner. Hehehe..


Judul Buku : Reality TV Bites - Reality Show Gila
Penulis : Shane Bolks
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 416 halaman

Allison Holloway sangat menyukai acara reality show, Dari kecil, impiannya adalah menjadi seorang putri. Hingga akhirnya kedua hal tersebut terwujud. Dia menjadi salah satu peserta dari sebuah acara reality show Kamikaze Makeover, dan bertemu dengan seorang pangeran bernama Nicolo Parma. 
Awalnya semua berjalan sempurna, hingga ia mulai menjadi bintang reality show. Ternyata acara reality show yang sangat digemarinya sangat menyebalkan. Semua detil kehidupannya harus diliput, bahkan kisah asmaranya dengan Nicolo Parma si Pangeran Menyebalkan dan produser Kamikaze Makeover yang tidak berjalan mulus juga menjadi bahan liputan. Kemunculan Dave dengan pacar barunya juga turut merusak hidupnya.

Masalah bertubi-tubi datang menghampiri Allison, hingga sampailah di titik dimana kehidupannya jungkir balik. Allison harus kehilangan pekerjaannya sebagai interior designer di Interior by M dan dipermalukan di TV. Butuh beberapa saat bagi Allison untuk menyadari semuanya dan mulai menghadapi kenyataan sesungguhnya. Dave datang lagi di kehidupannya dan membantu Allison memperbaiki diri.
"Aku memberitahu Sheila bahwa menjadi kaya atau terkenal tidak akan membuatmu bahagia kalau kau tidak bahagia dengan dirimu di sini terlebih dahulu." - Jeb, Reality TV Bites
Buku ini diceritakan dari sudut pandang pertama. Buku ini memiliki alur maju. Pembaca diajak untuk menjadi seorang Allison Holloway, seorang interior designer yang memiliki gaya hidup high class dan masa lalu yang sedikit kelam. Pembaca juga dapat menyelami pikiran Allison dan cara berpikir seorang Allison. Saya cukup puas dengan jalan cerita buku ini. Terdapat kejutan-kejutan kecil dengan jalan cerita yang sedikit sulit ditebak (seperti perasaan Dave terhadap Allison). Selain itu ada juga pelajaran-pelajaran kecil yang dapat diambil dari kehidupan Allison (silakan baca quotes diatas :) )
Saya sarankan buku ini hanya boleh dibaca bagi yang berumur 17+. Terdapat beberapa adegan cerita yang sedikit liar. Sukses bikin merinding loh :p

The end of this book is a typical romance story, happily ever after, yah meskipun bukan dengan seseorang yang disangka di awal cerita. Kekurangan dari buku ini yang sangat mengganggu saya adalah, saat membaca saya selalu bingung siapa yang sedang berbicara. apakah si Allsion, atau lawan bicaranya, ataukah orang lain lagi? Karena sebelumnya saya belum pernah mengalami hal ini saat membaca buku. Hahaa. Entahlah mungkin itu hanya dari perspektif saya saja. Bagaimana dengan pembaca lain? Silakan beri komentar :)

Rating :  ★★★★★



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Alhamdulillah dua buku dari wishlist saya, yaitu The Maze Runner dan To Kill a Mockingbird sudah berada di tangan saya. Dan sekarang saya telah rampung menyelesaikan The Maze Runner. Dan saya akan melanjutkan ke seri ke-2nya yaitu The Scorch Trial. 

Oh ya. selain itu saya juga telah berhasil dalam Reading Challenge Goodreads :D Saya telah berhasil membaca 10 buku pada tahun ini. Menurut saya, seharusnya saya mengambil jumlah buku lebih dari 10, karena saya telah berhasil menyelesaikan challenge meskipun belum satu tahun penuh.


The Scorch Trial merupakan buku ke-12 yang saya baca di tahun ini. Waw, diluar target yaaa. Saya penasaran berapa buku yang akan saya habiskan di tahun ini. Hihiii.

Keep reading .... :)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Well, setelah lebih dari 2 bulan, akhirnya saya bisa juga menyelesaikan buku ini, Tuhan Sang Penggoda. Sebelumnya saya juga telah me-review setengah dari buku tersebut di postingan ini Tuhan Sang Penggoda.. Nah setengah buku selanjutnya tetap menceritakan uneg-uneg si penulis dan kejadian sehari-hari yang dapat memberi kita pencerahan dan merenungi hidup. 


Buku Tuhan Sang Penggoda
Judul Buku : Tuhan Sang Penggoda
Penulis : M. Arief Budiman
Penerbit : Galang Press
Halaman : 296 halaman

Ada 2 tulisan yang saya sangat suka pada bagian ketiga - Mencari Rumah Tuhan, di buku ini, yaitu saat penulis mencurahkan uneg-unegnya mengenai Idul Adha dan film Titanic. Ya pada bagian ketiga ini, si penulis memberikan uneg-unegnya yang berhubungan dengan Sang Pencipta.
Catatan dengan judul 'Idul Adha dan Kambing di Hati Kita' yang ditulis pada tanggal 7 April 1998 ini memberikan pukulan telak bagi diri saya. Di catatan ini disadarkan bahwa tak ada yang perlu kita lakukan pada Tuhan, tapi semuanya hanya perlu kita lakukan untuk diri kita sendiri. Tuhan tidak pernah membutuhkan apapun dari makhluknya, tapi makhluknya-lah yang membutuhkan diriNya. Di dalam catatan ini, dianalogikan oleh si penulis dengan berkurban kambing atau sapi pada Hari Raya Idul Adha. Bukan dengan hanya berkurban saat 10 Dzulhijjah saja, tapi ya harus terus selalu berkurban. Eits, bukan berkurban kambing dan sapi, yang dimaskudkan berkurban adalah mengorbankan gaya hidup, mentalitas, iman, dan tanggung jawab. Seperti kata-kata ini nih yang dibuat oleh si penulis :

Tuhan nggak butuh apa saja yang kita korbankan. Dia bisa menciptakan segala sesuatu yang jauh lebih besar, lebih bagus, lebih dahsyat hanya dalam hitungan seperti tak terhingga detik.

Catatan selanjutnya berjudul 'Betapa Rapuhnya Manusia' yang ditulis pada tanggal 12 April 1998. Catatan ini membahas tentang tragedi kapal Titanic. Pasti hampir semua dari kita pernah menyaksikan film Titanic. Diceritakan bahwa pada saat Titanic dibuat, Titanic dikukuhkan sebagai kapal yang tidak akan pernah tenggelam. Manusia terlalu sombong pada saat itu hingga berani melupakan kebesaranNya. 

Setiap benih kesombongan telah membawa serta karma kehancuran sebagai imbangannya.

Secara pesan dan pelajaran yang ada dalam buku ini tidak perlu dikomentari karena memang sangat menyadarkan dan dapat menjadi perenungan bagi pembacanya. Tapi saya terganggu dengan banyaknya typo pada buku ini atau bahkan hilangnya spasi antar kata pada sebaris kalimat ._.  Terlalu banyak untuk ukuran sebuah buku yang telah diterbitkan dan pasti banyak dibaca orang. Harapan saya semoga jika dicetak lagi, kesalahan ini bisa minim atau bahkan hilang. 
Well, terimakasih ilmu dan pengalaman penulis, sangat menajdi bahan renungan bagi saya sendiri. Buku ini bermanfaat. Tulisan pada kaver jelas terbukti, truly inspired.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hari ke-15 dan tulisan ke-12 di 30 Day Blogging Challenge ini. Saya memang belum bisa memenuhi tantangan ini dengan baik. Masih payah -.-

Oke, alhamdulillah saya sedang mendapatkan rezeki yang lumayan, daaan akhirnya saya kehabisan pengendalian diri untuk tidak membeli buku. Saya sudah membeli 7 buku dari akhir bulan Juli kemarin hingga akhir bulan Agustus ini. Jadi bisa dianggap sebulan ini saya telah membeli 7 buku. Ini sekaligus untuk memenuhi wishlist saya. Dan beruntungnya lagi, cukup dengan dua ratus ribu rupiah, saya sudah bisa mendapatkan 7 buku tersebut. Lucky me ! :D

Baiklah, berikut ini buku-buku yang telah saya beli dengan sangat brutal :p

borong buku

1. To Kill a Mockingbird
Saya mendapatkan buku ini dengan harga Rp 49.000,- yang semula adalah Rp 55.000,- Ini berkat diskon yang saya dapatkan karena teman saya Ucik mendaftar menjadi member di toko buku tempat saya membelinya. Terimakasih Ucik :D

2. The Maze Runner
Buku ini adalah buku wishlist saya di bulan ini dan akhirnya keturutan :D Yeyy. Saya mendapatkan buku ini cukup dengan harga Rp 25.000,- karena sedang obral. Padahal harga awalnya Rp 74.000,-

3. The Scorch Trial
Sama dengan The Maze Runner, saya mendapat buku ini dengan harga Rp 25.000,-. Harga awal Rp  69.000,-

4. The Death Cure
Semua seri The Maze Runner obral Rp 25.000,- Lucky me ! Harga awal Rp 69.000,-

5. The Deeper
Merupakan seri kedua dari The Tunnels, yang The Tunnels nya sendiri belum saya dapatkan. Buku ini saya dapatkan dengan harga Rp 25.000,-

6. Freefall. 
Seri ke-3 dari The Tunnels. Obral juga :D

7. Closer
Seri ke-4 dari The Tunnels, lagi lagi Rp 25.000,- 

Nah sekarang udah tahu kan kenapa saya bisa mendapat 7 buku cukup dengan total harga Rp 200.000,- Yap memanfaatkan obralan. Yang penting bagi saya buku itu menarik walaupun harganya murah. Yang penting kan saya tetep bisa baca buku. Bahagia banget :D 

Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar
Hari ini saya akan melanjutkan review beberapa buku yang saya baca untuk Reading Challenge Goodreads. Kali ini saya akan membahas 2 buku saja yaaa. Dua buku yang selanjutnya yang saya baca adalah Wuthering Heights dan Allegiant. 

Wuthering Heights
Awalnya saya tertarik terhadao buku ini karena banyak direkomendasikan di beberapa artikel mengenai buku-buku bagus yang wajib dibaca. Buku ini merupakan novel klasik yang diterbitkan pada tahun 1847. Buku ini merupakan karya satu-satunya yang ditulis oleh penulisnya, Emily Bronte. Nah karena umur buku ini yang terhitung tua, itulah alasan utama saya sangat penasaran dan ingin membaca buku ini. 

Novel Wuthering Heights

Buku ini menceritakan kisah cinta tak berbalas antara Heathcliff dan Catherine yang berujung pada penderitaan yang harus dihadapi oleh keduanya. Berlanjut pada anak-anak mereka yang turut serta menanggung penderitann mereka. 
Awalnya saya cukup kaget membaca novel ini karena dialog-dialog yang diucapkan oleh karakter-karakter dalam buku benar-benar kasar. Berisi umpatan-umpatan yang sangat tidak sopan, bahkan ditujukan pada anak-anak. Belum pernah sekalipun saya membaca buku dengan bahasa sekasar itu. Tetapi memang dari dialog-dialog yang disajikan sangat mendukung dengan emosi yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca. Buku ini sangat gelap. Saya sempat mengalami stress karena tidak tahan dengan tindakan dan perkataan kasar para karakter yang ada di dalam buku. Serius !

Buku ini juga telah beberapa kali diadaptasi menjadi sebuah film. Tapi saya belum pernah sekalipun menonotn filmnya. Hehee. 

Allegiant
Buku ini merupakan seri terkahir dari trilogi Divergent. Yap jika ditotal saya menyelesaikan trilogi ini cukup dalam waktu tidak kurang dari seminggu. Veronica Roth sukses membuat saya sangat penasaran dan nggak mau berhenti untuk melanjutkan lagi dan lagi. 
Seri terkahir ini merupakan seri pamungkas yang mengungkapkan segalanya mengenai dunia Tris. Baik itu mengenai istilah divergent sendiri, lalu mengapa ada faksi-faksi, rahasia apa yang ada diluar pagar, rencana-rencana factionless, semua terungkap di Allegiant. 

Novel Allegiant, seri terakhir trilogi Divergent
Ending yang diberikan dalam buku ini memang sangat twist. Tidak berbeda jauh dengan seri terakhir trilogi The Hunger Game yang menampilkan Distrik 13 sebagai twist cerita, karena sangat tidak disangka-sangka. Agaknya memang konsep cerita masih bisa saya katakan sama, distrik dengan faksi, pemberontakan, walaupun detil-detil yang diberikan memang memiliki ciri masing-masing dan dapat menonjolkan karakter cerita masing-masing. Selain itu Suzanne Collin dan Veronica Roth memiliki pandangan yang berbeda mengenai akhir sebuah cerita. Bagi yang sudah membaca kedua trilogi tersebut pasti mengetahi perbedaan pandangan kedua penulis tersebut yang terlihat dalam penyelesaian akhir ceritanya.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Well, today is the 10th day. Ya meskipun tulisan yang baru saya hasilkan adalah  8, bukan 10. Hiks. Okay karena saya sebenarnya sangat bingung mau nulis apa, akhirnya muncullah ide ini. Sehubungan dengan keikutsertaan saya dalam Reading Challenge-nya Goodreads, saya ingin menulis sedikit review saya mengenai buku-buku yang saya baca selama mengikuti challenge tersebut. Target saya dalam setahun adalah 10 buku. Jumlah yang masih sangat sedikit sebenarnya. Dan saat ini sudah 8 buku yang telah saya baca. Two books ahead ! :D 
Di postingan kali ini saya hanya akan membahas 3 buku saja yaa. Sisanya akan saya bahas di postingan selanjutnyaa.

1st
Buku pertama yang saya baca dan selesaikan untuk memulai Reading Challenge Goodreads adalah Divergent yaay.


Pasti sudah pada tahu kan sama Divergent? Yap filmnya memang rilis tahun ini dan secara tiba-tiba bukunya menjadi sangat dicari-cari. Arti dari Divergent sendiri adalah kelainan. Dan setelah membaca bukunya, saya baru paham apa maksud Divergent yang disuguhkan dalam ceritanya. Jadi buku ini bercerita tentang seorang cewek bernama Tris, yang memiliki kelainan karena memiliki beberapa sifat sekaligus. Padahal seharusnya jika ia normal, ia hanya memiliki satu sifat saja sesuai faksi-faksi yang ada. Karena kelainannya itu, posisinya menjadi sangat berbahaya karena harus dibunuh. Yap itu inti ceritanya, tapi kalian harus membaca keseluruhan ceritanya untuk mengetahui petualangan Tris dan apa yang terjadi di dunianya.
Novel ini adalah novel Young Adult, dystopian dan roman :3 Bagi penggemar trilogi The Hunger Games pasti menyukai novel ini. 


2nd.


Buku kedua yang saya baca adalah Insurgent. Buku ini merupakan seri kedua dari Divergent. Buku ini menceritakan petualangan lebih lanjut Tris dan Tobias, kekasihnya. Di novel ini, kita akan diajak jalan-jalan ke semua faksi yang ada di dalam dunia seri Divergent ini. Menurut saya, buku kedua ini lebih menegangkan dan lebih seru dari seri pertamanya. Konflik yang ditampilkan juga lebih kompleks serta tambahan banyak sekali karakter baru. Sedikit demi sedikit rahasia-rahasia diungkapkan di dalam buku ini. Saya hanya membutuhkan 3 hari untuk menyelesaikan buku ini. Saya jamin kalian enggak akan bisa berhenti saat membacanya karena memang membuat ketagihan. Hihiii..
Ending dari seri kedua ini dibuat menggantung dan membuat tidak sabar untuk segera melanjutkan membaca seri terakhirnya. 


3rd.
The 3rd book that I read was The Fault In Our Stars. Buku yang cukup menarik bagi saya. Saya sangat menyukai bagaimana penulis menggambarkan karakter yang ada pada buku sehingga memberikan persepsi baru bagi saya tentang penderita kanker. Sangat diluar dugaan. Sebelum membaca buku ini, saya pikir penderita kanker tidak dapat menikmati hidup karena penyakitnya, tapi saya salah. Buku ini menceritakan beberapa penderita kanker yang hidupnya sangat normal seperti memiliki kekasih, bahkan bercinta, putus cinta, usil dan lain-lain.


Karakter utama dalam buku ini bernama Hazel dan pacarnya bernama Augustus. Mereka berdua sama-sama penderita kanker. Buku ini berpusat pada cerita antara Hazel dan Augustus yang saling bertukar bahan bacaan. Hingga akhirnya ketertarikan mereka tersebut membawa mereka mengunjungi Belanda dan bertemu dengan penulis favorit Hazel.
Bagi pecinta cerita romantis buku ini sangat saya rekomendasikan. Siap-siap dengan adegan sedih yang dapat menguras air mata :') *siapintissue
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Selamat hari ke-5 30 Day Blogging Challenge ! :D Yay..
Hari ini saya akan membahas wishlist buku-buku yang sedang saya pingin. Yah walaupun belum tentu bisa langsung saya baca karena masih bingung ini itu (padahal sudah lulus). Fyi aja, ada sekitar 10an buku yang ada di rak dan belum saya baca. Sebagian udah berusaha saya cicil, tapi pasti dateng buku baru lagi deh. Hehee.. Maklum, suka lapar mata kalo liat buku. Bagi saya, seperti apa cerita dalam buku nggak masalah, selama saat saya membaca saya bisa menyelam dalam cerita dan dapat merasakan emosi di dalam buku, well buku tersebut boleh deh saya kasih jempol. Yang saya pentingkan kalau sedang membaca buku adalah sensasi petualangannya. That's the point of reading a book.

Oke, langsung aja deh saya kasih bocoran wishlist book saya :

1. The Maze Runner
Penampakan buku The Maze Runner

Buku ini sebenernya udah saya tahu sebelum buku ini jadi lebih beken karena akan dirilis filmnya. Disajikan dalam trilogi, si penulis James Dashner menyajikan buku dengan genre sci-fi Young Adult. Yeaah, samaan deh sama trilogi The Hunger Games yang saya suka banget itu :3. Nah, saya benar-benar masih buta mengenai buku ini. Dilihat dari judulnya dan sedikit melihat trailer filmnya (saya nggak mau baca review orang-orang), buku ini mengisahkan petualangan sekelompok pemuda di dalam sebuah maze dan mereka harus berjuang untuk keluar dari maze tersebut. Yap sudah gitu aja yang saya tahu, dan rasa penasaran saya makin menjadi-jadi setiap waktu mendekati perilisan filmnya. Karensa saya nggak mau nonton filmnya sebelum baca bukunyaaa ._.

2. To Kill a Mockingbird

Penampakan buku To Kill a Mockingbird (Gold Edition)

Yaaap, buku ini. Saya sudah menjadikan buku ini wishlist di beberapa bulaaan yang lalu saat saya membeli buku Tales of Two City-nya Charles Dicken. Tapi karena terdesak oleh buku-buku baru yang 'mungkin' lebih keren dan akhirnya saya selalu menunda untuk membelinya Saya tertarik kepada buku ini karena banyak sekali artikel mengenai 'buku yang harus dibaca' yang merekomendasikan buku ini karena dinilai memberikan pembelajaran moral. Pokoknya menurut semua review yang saya baca, bisa disimpulkan buku ini BAGUS.


3. Gajah Mada

Seri Gajah Mada

Gajah Mada. Terkenal banget sama sumpahnya Sumpah Palapa. Gajah Mada, patih kerajaan yang berjaya di masanya yaitu Majapahit. Sering banget muncul di buku sejarah SD. Dan sekarang muncul dengan gaya yang lebih keren, NOVEL. Motivasi utama saya teteplah ya, karena penasaran. Hehee. Saya penasaran bagaimana sebuah sejarah yang membosankan seperti di buku pelajaran dapat disajikan dalam bentuk novel. Saya penasaran seperti apa sih gaya cerita novel yang sarat akan sejarah. Dan saya bertanya-tanya apakah setelah membaca novel ini saya akan menjadi sangat mengerti mengenai Gajah Mada? Yaah tunggu sampai saya membaca buku ini. 

Yap cukup 3 buku dulu deh yang jadi masuk wishlist kali ini. Next post saya akan kasih bocoran wishlist buku saya yang lainnya yaaak. Nah, ikutan masukin buku-buku ini ke wishlist kalian? :)


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Sebelumnya saya ucapkan  Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435H. Mohon maaf lahir dan batin. Bahagia bisa merasakan lebaran di tahun ini setelah perjuangan menuju wisuda ITS 110. Alhamdulillah saya ucapkan karena Tugas Akhir saya akhirnya selesai :). Sekarang hanya perlu menyelesaikan beberapa keperluan dan persyaratan untuk melenggang menuju wisuda. 

Liburan yang diberikan oleh kampus memang tidak banyak, tapi saya sukses memanfaatkan waktu saya untuk menghabiskan 3 buku sekaligus. Tidak ini bukan maraton baca buku atau sejenisnya, tapi saya merasa saya berhak mendapatkan waktu saya untuk membaca buku setelah sekian lama ngempet supaya enggak mengganggu kegiatan mengerjakan Tugas Akhir. Berikut ini salah satu buku yang saya sempatkan baca:




Judul Buku : If I Stay - Jika Aku Tetap Tinggal
Penulis : Gayle Forman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 200

Awal mula saya tahu tentang buku ini dari Youtube. Ya, buku ini diadaptasi dalam bentuk film yang akan dirilis pada bulan Agustus ini. Setelah melihat trailer film, saya menjadi penasaran, walaupun sedikit banyak, trailer film sudah membongkar jalan ceritanya. Buku ini bercerita tentang seorang cewek bernama Mia yang sangat mencintai musik dan memilih alat musik cello sebagai jiwanya. Mia juga memiliki pacar bernama Adam. Sama seperti Mia, Adam juga mencintai musik walaupun memilih genre yang jauh berbeda dengan Mia. Mia memiliki hidup yang cukup bahagia, hingga suatu hari ia dan keluarganya mengalami kecelakaan. Mom, Dad dan Teddy adiknya pergi meninggalkannya sendirian. Di saat itulah dia ragu apakah dia harus tetap berjuang hidup atau menyerah dengan keadaan. Tetapi Adam memohon padanya untuk tetap tinggal, dan pilihan tetap berada di tangan Mia. Hingga akhirnya surat dari Juilliard datang kepada Mia.

Penulis menggunakan sudut pandang Mia, sebagai pelaku utama. Buku ini memiliki alur maju-mundur. Di sela-sela kejadian yang sedang dialami karakter, penulis akan mengajak pembaca flashback untuk mengetahui apa saja kejadian yang telah dialami oleh karakter sehingga pembaca lebih dapat memahami respon yang diberikan karakter terhadap kejadian yang dialaminya. Secara keseluruhan saat membaca buku ini, saya sudah tahu kemana jalan ceritanya dari trailer film. Tetapi tetap saja, tebakan-tebakan saya beberapa masih meleset. Ending yang diberikan oleh si penulis, Gayle Forman cukup dapat ditebak walaupun terdapat detil cerita yang mendukung ending cerita yang cukup mengejutkan. Overall, novel ini cukup bagus bagi pencinta cerita drama atau roman. Terdapat banyak nama dan jenis musik seperti judul lagu atau judul suatu grup musik. Entahlah saya tidak tahu apakah judul musik dan nama grup musik itu benar-benar ada atau hanya karangan penulisnya :p (saya kurang paham. hehe). Buku ini menurut saya kategori buku ringan, karena saya hanya membutuhkan 1 hari untuk menyelesaikannya.

“Sometimes you make choices in life and sometimes choices make you.” 
- Gayle Forman, If I Stay

Setelah membaca buku ini, saya jadi penasaran bagaimana sang sutradara menuangkan buku ini dalam bentuk film. Mengingat flashback yang sangat banyak. Buku ini memiliki lanjutan yang berjudul 'Where She Went-Ketika Dia Pergi'. Dan saya tidak tahu apakah buku ke-2 akan difilmkan juga.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Jadi ceritanya, saya sedang baca sebuah buku berjudul 'Tuhan Sang Penggoda' karya M. Arif Budiman. Buku ini hasil pinjeman dari temen saya Mas Pandu. Kalau enggak salah, bukunya didapat mas Pandu dari penulisnya sendiri deh. Bener nggak ya? Nanti saya konfirmasi :D. Saya tertarik baca buku ini karena model penulisannya yang seperti buku harian. Di buku ini, si penulis memberi judul di setiap curhatannya ini, sehingga berkesan tidak melulu tulisan. Mungkin karena ada jarak di tiap judulnya yaa. Sehingga terlihat banyak sekali space kosong.

Penampakan buku 'Tuhan Sang Penggoda'
Perkiraan awal saya mengenai buku ini salah besar. Saya kira buku ini hanya berisi curhatan-curhatan labil si penulis dan hanya hiburan semata :P (sebelum saya baca kategori buku di barcode bertuliskan : Islam Populer). Tetapi ternyata buku ini cukup berat. Buku ini cukup dapat digunakan sebagai salah satu referensi pelajaran hidup karena si penulis sendiri menulisnya berdasarkan pengalaman hidup dan apa saja yang telah dilakoninya dan bagaimana hasil dan dampaknya terhadap dirinya sendiri. Kategori curhatan si penulis sangat luas, sepanjang yang saya baca (karena belum selesai bacanya) si penulis mencoba menceritakan kehidupannya sehari-hari yang tak lepas dari fenomena masyarakat yang ada di kehidupannya, seperti saat si penulis masih berada di bangku kuliah hingga dirinya telah berumur 30an tahun dan sedang menjalankan bisnis periklanannya atau bahkan saat terjadinya tragedi '98 yang menimpa Indonesia.

Dari sepanjang yang saya baca (sekali lagi, baca bukunya belum selesai), ada satu tulisan favorit saya yang diberi judul sama seperti judul buku ini 'Tuhan Sang Penggoda' yang dituliskan pada hari Selasa, 26 Februari 2008. Begini bunyinya:

Ada hari-hari di mana tak semua harapanmu terpenuhi. Ada hari-hari di mana kebahagiaan seolah hanya ditakdirkan untuk orang lain, bukan untukmu. Ada hari-hari di mana keburukan seperti mengumpul dan menjadi palu godam yang menghantam nasibmu. Ada hari-hari di mana saat begitu dibutuhkan, teman-teman terdekat menjadi yang paling jauh. Ada hari-hari di mana engkau merasa telah melakukan segalanya sebaik-baiknya, mengikuti dengan hati-hati semua jalan Tuhan, tapi yang engkau terima adalah duka cita. 
Ya, secara manusiawi kita wajar berteriak histeris, memaki-maki, dan mempertanyakan di mana keadilan Tuhan. Ya, sebagian besar orang yang pernah hidup di bumi ini akan melakukan hal yang sama : untuk semua hal buruk yang terjadi maka jawaban yang paling masuk akal adalah menyalahkan apa saja, siapa saja.  
Tapi jika engkau memilih menerima dengan besar hati dan bersyukur atas semua 'keburukan' yang terjadi: akan kau temukan di akhir hari bahwa sebenarnya Tuhan hanya menggoda. 
Tuhan tak sungguh-sungguh berniat melukaimu. Tuhan tak serius menenggelamkan nasibmu dalam duka cita. Toh, dari semua prasangka buruk kita kepada Tuhan: Dia masih bermurah hati memberi kita hari-hari untuk kita jalani kan? 
Selamat menjalani hari-hari burukmu dengan rasa syukur yang melapangkan dada: nikmatilah hidangan pembuka atas segera hadirnya Tuhan yang tak terkira..

Baiklah, akan saya lanjutkan membaca buku ini sampai habis. Terimakasih :)
Share
Tweet
Pin
Share
6 komentar
Well, hello guys. For this post I'm going to talk about must-have-room-in-my-future-house. As you know that I madly in love at 'reading', so this room gonna be my favorite place on earth. Yep, it is a small library which I can spend my whole time lost in other world. The room that make me forget 'bout the real life. 
I found some inspiration to design my future small library. I am sure you guys won't deny that these library are super cozy and must-have-room. Thanks to Tumblr ! :)












Well, I think those are enough to show you how my future-library would be :) 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

About Me

My photo
Weka Agnes
movie, book, craft, staycation and travel
View my complete profile

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  August (1)
      • Marina Barrage - Destinasi Favorit di Singapura
  • ►  2019 (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2018 (4)
    • ►  October (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2017 (2)
    • ►  August (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2016 (6)
    • ►  October (1)
    • ►  June (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (3)
  • ►  2015 (22)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (5)
  • ►  2014 (43)
    • ►  December (2)
    • ►  November (2)
    • ►  October (4)
    • ►  September (3)
    • ►  August (14)
    • ►  July (3)
    • ►  June (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (6)
  • ►  2013 (24)
    • ►  December (3)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (5)
    • ►  June (3)
    • ►  May (2)
    • ►  April (4)

Labels

  • 30 Day Blogging Challenge
  • blog competition
  • book
  • fanfic
  • game
  • holiday
  • info
  • mind
  • movie
  • nyunyu
  • opinion
  • playlist
  • quotes
  • random
  • review
  • skincare & makeup
  • song
  • story
  • tech
  • testimoni

Created with by ThemeXpose