• Home
  • Hobby and Craft
    • Book
    • Paper Quilling
  • Lifestyle
    • Beauty
    • Review
  • Travel
  • Contact Me
  • Home
  • Contact Me
  • Lifestyle ►
    • Beauty
    • Style
    • Diary
  • Hobby and Craft ►
    • DIY
    • Lettering and Painting ►
      • Portfolio
      • Art Supplies
  • Travel ►
    • Cafe Review
    • Place to Go
Powered by Blogger.

wekaagnes

Siapa sih yang nggak tahu apa itu Epic Java? Loh ada yang nggak tahu? Oke deh saya beritahu. Epic Java adalah sebuah film dokumenter non-naratif yang berisi penampakan alam Pulau Jawa dari wilayah timur hingga ke barat. Film ini menyuguhkan pemandangan alam yang luar biasa indah dengan diiringi musik yang menyatu dengan gambar. Ih, apa bagusnya sih nonton film non naratif? Eh jangan salah dulu, film ini meskipun film non-naratif tapi nggak akan bikin rugi kok nontonnya. Pengambilan gambar dalam film ini menggunakan teknik fotografi timelapse dan slow motion, sehingga menghasilkan gambar yang sangat berbeda dengan saat mengambil gambar tanpa kedua teknik tersebut. Ini nih yang bikin film ini menarik. Dijamin habis nonton film ini, kalian semua pasti akan semakin takjub dengan keindahan alam Jawa dan pengen juga mengunjungi tempat-tempat yang ada di dalam film. Film ini juga sudah meraih beberapa penghargaan di ajang internasional lho :)

Jadi ceritanya, Epic Java ini belum bisa dinikmati di semua bioskop-bioskop kesayangan kita. Tapi biar kita bisa tetap menikmati film ini, tim Epic Java menggelar roadshow di beberapa kota, salah satunya di Surabaya yang diselenggarakan tanggal 15 November 2013 kemarin. Tiket yang dijual di tiap-tiap kota pun terbatas, dan alhamdulillah sekali saya dan teman-teman beruntung mendapat tiket dan mendapat seat paling pewe di bioskop. Hehe. (Secara pas ngantri di barisan depan sendiri :p ). Harga tiket masuk yang dipatok oleh tim Epic Java termasuk murah, hanya Rp 30.000 rupiah (sama seperti nonton film di bioskop). 

sesi diskusi

Acara roadshow kemarin digelar mulai pukul 21.00 - 23.00 di XXI Sutos. Eits tapi jangan dikira film Epic Java berdurasi 2 jam ya. Film Epic Java hanya berdurasi sekitar 30 menit (30 menit merupakan waktu yang cukup lama untuk film jika menggunakan teknik fotografi timelapse lho).  Terus yang 1,5 jam-nya ngapain dong? Acara roadshow kemarin nggak hanya memutarkan film Epic Java saja, tapi juga ada pemutaran behind the scene pembuatan Epic Java, dialog bersama tim Epic Java, sesi tanya jawab, dan juga pemutaran trailer next project dari Embara Films. Surabaya patut berbangga karena di kota-kota tujuan roadshow sebelumnya, belum diputar trailer next project Embara Film ini. Yeyy :D Dan pas di pintu keluar, saya mendapat merchandise dari Epic Java. Tuh kan 30.000-nya jadi emang beneran murah. :D Jangan nyesel yaa yang nggak mau diajakin nonton. Jangan sedih juga buat yang belum sempet nonton. Hehe...

Foto bareng sutradara Epic Java
merchandise :D

Nah, sekarang jadi pada penasaran kan sama EPIC JAVA? Sini deh saya bagi trailernya ke kalian :)
Atau ada yang pengen tahu lebih tentang Epic Java dan next projeknya Embara Films? Silakan cek disini yaaa :)






Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Pas lagi nyetir pulang ke rumah, saya tiba-tiba keingetan pertanyaan yang selalu muncul pas masih di bangku kuliah : "Bu, belajar matematika se-njelimet ini buat apa? Belajar matriks, cosinus, tangen dll buat apa? Kan pas kerja nggak di pake. ". Pertanyaan macam itu pasti bukan saya aja yang pernah menanyakannya. Semua siswa-siswi SMP dan SMA pasti pernah punya pertanyaan semacam itu. Menurut saya, sangat wajar jika mereka berpikiran seperti itu, termasuk saya saat masih SMA. Tapi sekarang, waktu saya sudah duduk di bangku kuliah, pertanyaan tersebut terasa konyol. "Belajar ini itu buat apa?". Apalagi pernyataan, "Kan pas kerja nggak di pake." Ini adalah pernyataan yang sangat dangkal sekali. Saat duduk di bangku kuliah seperti saat ini, semua sudah jelas, bahwa semua yang dipelajari saat SMP dan SMA bukan hal yang sia-sia. Tujuannya adalah untuk membentuk pemahaman kita semua sebelum kita mempelajarinya lebih dalam di bangku kuliah. Lebih jelasnya lagi, saat kita belajar Matematika dengan segala rumus njelimetnya saat SMA, sangat membantu kita saat kita kuliah di jurusan teknik maupun ekonomi. Kita dituntut untuk selalu bergelut dengan hitungan dan selalu teliti. Selain itu, dari pelajaran matematika tersebut, logika kita dilatih dan menyebabkan kita akan lebih mudah dalam menyelesaikan suatu masalah. Ini masih pelajaran Matematika. Lalu bagaimana dengan pelajaran yang lain? Tentu sama bermanfaatnya. Pelajaran PKN, yang sangat tidak diminati oleh siswa siswi karena selalu bikin ngantuk nyatanya akan sangat berguna bagi yang ingin melanjutkan ke jenjang ilmu sosial dan politik. Pelajaran Kesenian yang tidak masuk sebagai mata pelajaran yang diujikan saat UNAS, nyatanya sangat berguna juga bagi mahasiswa arsitektur dan sipil, multimedia, dan desain.
Bisa saya simpulkan, tidak ada pelajaran SMP atau SMA yang sia-sia. Semuanya pelajaran tersebut secara tidak langsung mempersiapkan diri kita untuk lebih mudah memahami pelajaran di jenjang berikutnya. Jadi, mulai sekarang, pertanyaan "buat apanya ? " sudah terjawab :D
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Saat ini adalah saat - saat yang paling bikin cemas buat saya dan seluruh teman-teman saya. Kami semua dipusingkan oleh TPPA (Tugas Pengajuan Proposal Akhir) which means that TA (Tugas Akhir) sudah di depan mata. Alhamdulillah saya memang sudah menemukan apa yang ingin saya kerjakan sebagai TA dan sudah disetujui oleh dosen pembimbing saya. Tapi tidak semua teman saya, seberuntung saya. Beberapa dari mereka masih belum menemukan judul yang pas yang bisa diterima oleh dosen pembimbing yang dituju. Okay, all i can say for them is "good luck guys. keep trying and never give up :) "
Next, the problem for me is, there're too much people asking me "why you choose web weka? why not 3D animation? blablabla ". Oke, saya enggak heran kalau mereka (teman-teman saya) menanyakan hal itu. Selama ini memang saya tidak pernah menunjukkan pergerakan di bidang website ._. melainkan di bidang animasi 3D. Dan saya selalu menjawab dengan, "kenapa memang kalau TAku web? dari semester 1 aku juga udah menargetkan kalau TAku bakalan web atau animasi 3D. And for now, I choose web. Ada yang salah?". Sedikit jengah dengan pertanyaan itu. Pertanyaan yang sama yang diajukan oleh banyak orang. 
Salah seorang teman saya bilang "you're out of your safe zone weka" and my best reply is "oh yeah,  that's life :) "  Tapi itu nggak berarti kalau animasi 3D adalah zona nyaman saya. I'm still trying to learn 3D animation. Dan kadang sering berakhir dengan jenuh. That's why I didn't choose 3D for my final project. But let see with web. I'm not that confidence to guarantee that I won't get bored while I'm do it. 
Let me give you a quote from our favourite site: 9GAG 


Based on the quote, it means that I will start my LIFE :)

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kejadiannya sejak saya kelas 3SD. Karena saya merengek minta dibelikan sebuah komik, Papa mengajak saya pergi ke Jalan Semarang. Jalan Semarang terkenal sebagai tempat dimana buku-buku bekas dijual.  Disana saya langsung mencari-cari komik, tanpa tahu cerita komik itu bagus atau enggak. Karena bingung dan nggak tahu apa-apa, akhirnya papa yang merekomendasikan sebuah komik pada saya. Komik itu berjudul Maimy Angel. Saat itu membaca komik benar-benar saya sukai. Untuk anak seusia SD seperti saya saat itu, komik merupakan bacaan yang sangat pas dengan cerita yang enggak terlalu panjang dalam satu buku dan ditambah dengan adanya gambar-gambar di dalamnya (yah, walaupun ternyata komik Maimy Angel adalah komik serial. Saya benar-benar putus asa karena ceritanya bersambung.) Sejak saat itu, saya sering mengajak orang tua saya untuk pergi ke Jalan Semarang untuk dibelikan komik ataupun buku cerita yang lain. Nggak sampai disitu, saya pun sering meminjam komik milik sepupu-sepupu saya untuk bahan bacaan.

Umur saya pun bertambah, begitu juga dengan perkembangan jalan pikiran saya. Saya merasa cerita di komik sudah terlalu simpel untuk saya dan sangat cepat habis untuk dibaca. Saya pun beralih membaca novel. Kalau nggak salah ingat, novel pertama yang saya baca saat itu adalah Fairish. Sebuah novel Teenlit yang menceritakan romansa ABG. Saya meminjamnya dari teman sekelas saya. Saat itu saya kelas 5SD ._.

Yah, setelah merasakan sensasi membaca novel, saya pun semakin tergila-gila membaca. Baik komik maupun novel saya lahap. Tapi, sekarang saya lebih memilih untuk membaca novel. Sensasi membaca bagi saya sangat luar biasa. Saat membaca, saya merasa sedang melihat sebuah film yang berputar didalam otak saya sendiri. Saya dapat merasakan perasaan si karakter dalam cerita. Saya dapat merasakan keadaan dan suasana yang sedang terjadi di dalam cerita. Nggak jarang, saya juga merasa sangat dekat dengan karakter-karakter dalam cerita hingga saat cerita pun harus berakhir, saya benar-benar tidak rela (pernah juga saya nangis karena terharu). Dengan membaca, saya serasa ditarik kedalam dunia baru yang diceritakan di dalam novel tersebut. Dunia yang benar-benar belum saya ketahui sebelumnya. Dunia yang diciptakan oleh si penulis dengan fantasi-fantasi mereka yang luar biasa. Dan saya sangat senang saat saya dapat tenggelam dalam cerita. Membaca memang sangat menakjubkan !

Selain perasaan-perasaan menakjubkan yang dihasilkan dari membaca, nggak jarang saya mendapat kosakata baru (meskipun itu Bahasa Indonesia). Sebagai contoh kosakata yang masih sangat jelas saya ingat dari hasil membaca yaitu kata pendulum. Pendulum adalah bandul yg bergantung pd seutas tali (rantai dsb) atau gantungan yg relatif panjang (source: kbbi3). Nah, dalam konteks pendulum yang saya baca adalah pendulum jam. Jadi sekarang saya tahu kalau bandul yang ada pada jam yang besar itu bisa disebut pendulum.

Nggak semua orang suka membaca. Dan saya sangat bersyukur saya bukan termasuk salah satu dari orang yang nggak suka baca. Entah kenapa saya belum bisa memahami, kenapa ada orang yang nggak suka baca. Padahal dari membaca, kita jadi tahu banyak sekali tentang banyak hal. Oke, orang yang suka membaca memang sometimes they look nerd. Tapi hey, jika kalian tahu bagaimana menakjubkannya membaca, kalian pasti akan rela dipanggil nerd. IMHO :p
Oke, sampai sini aja cuap-cuap saya mengenai 'Why I love reading?' And now, these are my collection of BOOKS !

saya tahu ini masih kurang banyak buat yang hobi baca. hiks :'





Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Baru 14 jam yang lalu saya masih ada di Gamping Tengah Ambarketawang Sleman Yogyakarta. Dan sekarang, saya sudah berada di dalam tempat paling nyaman sedunia, rumah di Surabaya. Ya kemarin tanggal 25 Agustus 2013 saya kembali pulang ke Surabaya. 
Sebenarnya saya benar-benar terjebak dan bingung antara harus senang atau sedih meninggalkan Yogyakarta. Di satu sisi, kota Surabaya memang masih menjadi yang nomer satu di hati saya :) , dimana keluarga saya berada, dimana saya benar-benar merasa aman dan nyaman. Tetapi, pengalaman dan kenangan di kota pelajar Yogyakarta juga nggak kalah untuk diunggulkan. Saya akui di hari-hari awal tinggal disana benar-benar membuat frustasi. Tetapi lama kelamaan saya bisa beradaptasi. Mulai mengenal lingkungan dan orang-orang disekitarnya. Apalagi teman-teman di tempat Kerja Praktek. Mulai dari mas-mas, mbak-mbak, dan juga teman sesama kerja praktek yang berasal dari kampus lain. Apalagi, ibuk kos yang super baik sama saya dan teman-teman. Asli, paling nggak nahan pas ninggalin ibuk di rumah sendirian. Di rumah segede itu sendirian :'( . Tinggal di rumah beliau serasa tinggal di rumah sendiri. Saya menyebutnya 'rumah' saat di Yogya. Bukan 'kosan'. Rasanya pengen balik ke rumah ibuk. Saya yakin temen-temen juga ngerasain hal yang sama seperti saya. Ah saya jadi nyesel kenapa kemarin-kemarin nggak kepikiran buat ngajak foto bareng sama ibuk :| . Semoga kapan-kapan saya sempat main ke Yogya lagi dan ngerasain lagi nginep di rumah ibuk walaupun cuma semalem dan minta foto bareng :') .

Oke, karena memang foto ibuk belum ada, saya punya foto mas-mas, mbak-mbak dan temen-temen kerja praktek. Alhamdulillah kami semua sempet foto bareng pas ada acara Pameran Pengembangan Industri Kreatif  2013 DIY. Ya kebetulan saya nggak melakukan dokumentasi pas acara. Adanya cuman foto-foto bareng. Hehe :D




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Alhamdulillah sekarang saya sudah di Surabaya :D dan malam ini adalah malam takbiran. Alhamdulillah lagi yaaa. 
Seneng banget rasanya bisa balik ke habitat. Saya kangen berat dengan kenyamanan yang saya dapat disini. Super ! Ditambah lagi bisa ketemu penghuni Surabaya yang saya cintai dan saya sayangi (baca: keluarga). Saya bener-bener beruntung, karena masih bisa merayakan lebaran ini bareng dengan keluarga dan orang-orang terdekat (yah kecuali si aa' ._. ). Bayangkan jadi beberapa teman saya yang sedang kerja praktek di Jakarta dan mereka tidak bisa kembali ke habitat. Jadi lebaran mereka tahun ini tanpa keluarga. Sedih banget kan ya. Habis sholat Ied terus mereka harus ngapain dong? Kan biasanya ngumpul gitu sama keluarga. *pukpuk in teman saya satu satu yang lagi di Jakarte. :)
Lebaran kali ini adalah lebaran dengan mudik pertama kali dalam hidup saya. Selama 19 tahun hidup baru lebaran kali ini saya kudu pulang ke kota kampung halaman saya. Sedikit aneh karena jarang sekali orang-orang saat lebaran mudik ke kota besar seperti Surabaya. Eh, saya malah mudik ke Surabaya. Hehee. Buat teman-teman yang belum bisa mudik ke kampung halaman, saya doakan semoga diberi ketabahan maksimal buat kalian. Kerja praktek adalah sebuah investasi bagi kita semua untuk bekal di masa depan. Jadi tetep semangat yaa. Zaman sudah canggih dengan banyak fasilitas yang bisa membantu kalian stay connected dengan orang-orang yang kalian sayangi. Termasuk saya :3 Jadi besok habis sholat Ied langsung semua cus deh menghubungi keluarga kalian.

Diluar kegembiraan kembalinya saya ke Surabaya *jengjeng , saya lagi sedikit galau. Jadi ceritanya, nggak hanya orang-orang di rumah aja yang saya kangenin. Tapi si aa' juga. Tapi karena kurangnya keberuntungan saya, si aa' sedang tidak ada di Surabaya alias mudik (hiks). Sedikit nyesek sebenernya. Tapi ya masa saya melarang si aa' mudik. Nggak mungkin kan ya. Dan saat ini, entah sedang berada dimana si aa' sekarang. Aaaaaa I want to meet him very super soon.

Nah sudah dulu postingan yang ini. Isinya masih tetep sama. Curhat. 
Saya mengucapkan : Selamat Hari Raya  1434 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Masih melaksanakan kerja praktek dan masih hidup sementara di Jogja.
Oke kali ini saya mau cerita sedikit mengenai masalah keuangan saya sebagai anak kos baru. Wajib tau aja kalo masalah keuangan itu bener-bener sakral bagi siapapun.Sekarang saya jadi ngerti gimana temen-temen kampus saya yang notabene anak kos ngeluh masalah keuangan. Kalau jadi anak kos, mau nggak mau harus bisa ngatur keluar masuknya uang. Berapa pengeluaran yang bisa dilakukan dalam sebulan dengan hasil kiriman uang dari orang tua. 
Menurut saya, pengeluaran terbesar dan sangat berpengaruh biasanya adalah untuk ngisi perut alias makan (karena butuh banget tiap hari). Tapi, di sini, di Jogja, untuk masalah makanan, bisa terkendali lah. Makanan disini relatif murah pake banget. Bayangin aja, tadi siang saya makan nasi soto deket kos harganya cuman 5ribu perak. Di Surabaya mana boleh nasi soto 5ribu :O Nggak itu juga, harga mie ayam juga sama yaitu 5ribu rupiah. Untuk makanan ringan di supermarket sih harga standar. Se-Indonesia raya juga sama harganya. Hihi. Jadi bisa dibilang aman lah untuk masalah makanan. Dalam minggu pertama kerja praktek, keuangan saya masih aman terkendali sampai menjelang weekend. 
Jadi, hari Sabtu kemarin, tepatnya hari keenam, saya dan ketiga teman saya bermaksud untuk jalan-jalan ke Malioboro dan bertemu dengan teman sekelas saya di kampus yang juga kerja praktek di Jogja (tapi di tempat lain). Sekitar  pukul setengah satu, saya dan ketiga teman saya (Angen, Opi dan Ve) pun berangkat. Transportasi menuju Malioboro bisa dibilang murah. Kami naik bus cukup dengan hanya membayar 3ribu rupiah saja. Tapi, karena tujuan pertama saya dan Ve adalah membeli tiket pulang ke Surabaya di Stasiun Tugu Yogyakarta maka kami pun harus merogoh kocek lagi untuk naik becak menuju stasiun (7500 rupiah per anak). Dan untuk mendapatkan tiket pulang, saya harus rela mengantri sekitar satu setengah jam karena antrian reservasi tiket lumayan banyak. Beruntung saat itu ketemu bule ganteng yang lumayan bikin hati seneng :p Hehe. Selanjutnya saya ke Malioboro. Disana saya sempat membeli baju bergambar barong seharga 15ribu rupiah. Entahlah itu murah atau enggak, karena saya beli di toko harga pas.

Ini kaos barong saya :p

Destinasi kami selanjutnya yaitu Toko Buku Gramedia yang berada di dalam Mal Malioboro. Oke saya tahu Gramedia tersebar di seluruh Indonesia dan pastinya di kota sebesar Surabaya pasti juga ada Gramedia. Tapi mumpung lagi pegang uang sendiri dan bisa membelanjakan uang tersebut terserah saya, maka saya memanfaatkan keadaan ini untuk membeli buku (baca: novel) xD 
Niat awal saya adalah membeli novel dengan judul To Kill a Mockingbird dan Dunia Sophie. Karena kemarin di Gramedia saya tidak menemukan dua buku tersebut dan malas menanyakan pada petugas Gramedia, alhasil saya membeli novel lain. Mungkin saya bisa membelinya via online. Hehee...
Novel lain tersebut berjudul London dan The Jacatra Secret (saya juga sudah lama menginginkan novel ini). Keduanya adalah novel karya negeri sendiri. Dan kedua novel itu seharga 120ribu rupiah (-_-)

Novel karya negeri sendiri
Setelah puas di Gramedia, kami pun bertemu dengan teman sekelas saya di kampus yang kerja praktek di tempat lain. Mereka adalah Novenda dan Mas Pandu. Kami berenam langsung berjalan menuju Angkringan Kang Harjo yang terletak di dalam area keraton (begitu kata Mas Pandu). Lumayan bikin kaki cenut-cenut berjalan dari Malioboro sampai ke angkringan ini. 
Angkringan Kang Harjo memakai sistem prasmanan dan mulai ramai saat tiba buka puasa.  Tempatnya cukup nyaman dan enak untuk cangkruk. Terdapat dua lantai di angkringan ini. Lantai bawah berisi banyak meja dan kursi untuk pengunjung, sedang di lantai dua, kita bisa lesehan. Angkringan Kang Harjo juga sudah dilengkapi oleh kamar kecil dan mushola. Sebenarnya, harga makanan disini menurut saya harga normal. Tidak murah dan tidak mahal. Saya menghabiskan sekitar 15ribu rupiah untuk dua gelas es milo, 3 tusuk sate ayam dan satu sosis dibalut mie. Tapi karena saya telah mengeluarkan uang lebih dari 250ribu pada hari itu, saya sedikit shock :|
Sekitar pukul 8 malam, kami pun kembali ke Malioboro. Menikmati Malioboro di malam minggu. Ah ya malam minggu. Malam minggu di Jogja nggak ada bedanya sama malam minggu di Surabaya. Banyak pemuda-pemudi turun ke jalan untuk menikmati momen bersama teman-teman atau kekasih mereka (i miss him ._. ). Banyak juga orang-orang yang berkarya disitu (sebut saja seniman). Mulai dari cosplay hantu-hantuan khas Indonesia seperti pocong dan kuntilanak, sekumpulan orang-orang yang suka menggambar, skate dan juga para pengamen yang menyuguhkan nyanyian ataupun tarian tradisional. Benar-benar ramai. Pukul setengah 10 malam kami berempat pun segera pulang (Mas Pandu dan Novenda masih stay). Cukup patungan 7500rupiah naik taksi untuk dapat sampai kos dengan cepat dan selamat.

Nah, sejak hari keenam kemarin, Hari Sabtu, keadaan keuangan saya menjadi tidak aman lagi. Memang kalau jalan-jalan bawaannya selalu lapar mata. Pingin beli ini pingin beli itu. Dan hasrat membeli novel pun masih belum hilang. Malah semakin bertambah wishlist novel saya. Ah yaa, membaca adalah hobi nomor satu saya :)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me

My photo
Weka Agnes
movie, book, craft, staycation and travel
View my complete profile

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  August (1)
      • Marina Barrage - Destinasi Favorit di Singapura
  • ►  2019 (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2018 (4)
    • ►  October (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2017 (2)
    • ►  August (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2016 (6)
    • ►  October (1)
    • ►  June (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (3)
  • ►  2015 (22)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (5)
  • ►  2014 (43)
    • ►  December (2)
    • ►  November (2)
    • ►  October (4)
    • ►  September (3)
    • ►  August (14)
    • ►  July (3)
    • ►  June (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (6)
  • ►  2013 (24)
    • ►  December (3)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (5)
    • ►  June (3)
    • ►  May (2)
    • ►  April (4)

Labels

  • 30 Day Blogging Challenge
  • blog competition
  • book
  • fanfic
  • game
  • holiday
  • info
  • mind
  • movie
  • nyunyu
  • opinion
  • playlist
  • quotes
  • random
  • review
  • skincare & makeup
  • song
  • story
  • tech
  • testimoni

Created with by ThemeXpose