• Home
  • Hobby and Craft
    • Book
    • Paper Quilling
  • Lifestyle
    • Beauty
    • Review
  • Travel
  • Contact Me
  • Home
  • Contact Me
  • Lifestyle ►
    • Beauty
    • Style
    • Diary
  • Hobby and Craft ►
    • DIY
    • Lettering and Painting ►
      • Portfolio
      • Art Supplies
  • Travel ►
    • Cafe Review
    • Place to Go
Powered by Blogger.

wekaagnes


Alhamdulillah sudah menginjak hari keempat. Dan besok adalah hari kelima saya melaksanakan kerja praktek. Agak sedikit mengalami frustasi dan jenuh karena selama 8 jam hanya berdiam diri di dalam ruangan.Mau keluar ruangan ya sungkan karena teman-teman yang lain dan bahkan pegawai disini tidak ada yang keluar ruangan kecuali pada jam sholat. Kalau dibandingkan dengan kuliah, walaupun seharian full kampus (berangkat pagi pulang malam), saya lebih memilih di kampus. Entahlah, mungkin karena berada di 'tempat sendiri' dan jarak dengan orang tua nggak ratusan kilometer seperti sekarang ini.
Sempat juga tadi curhat sama orang-orang di rumah via LINE dan telepon. Dan nggak henti-hentinya mereka memberi semangat pada saya. Rasanya pengen pulang ke Surabaya sekarang juga. Tapi masih banyak sekali alasan untuk tetap bertahan disini. Heheee. (Emang mau nggak lulus kuliah ye?) Yah, alasan terkuatnya ya itu. Hahahaa.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hari ini adalah hari kedua kerja praktek saya di Yogyakarta bersama 3 orang teman saya. Baiklah, meskipun sekarang sudah menginjak hari ke-2, tapi saya akan menceritakan sedikit bagaimana hari pertama kerja praktek kemarin. Kemarin adalah kali pertama saya dalam hidup saya, saya menjaid seorang anak kos. jauh dari orang tua, saudara, teman-teman (kecuali 3 orang yang bersama saya saat ini), si 'dia' dan juga jauh dari kampus yang bisa dibilang adalah rumah kedua saya. Sekarang saya mengerti penderitaan atau apa yang dirasakan oleh seorang anak kos. Hal pertama yang saya soroti dari tidak enaknya anak kos adalah jauh dari orang tua. Kalau di rumah, semisal kita mendapat sedikit kesulitan saja, pasti ujung-ujungnya tinggal minta bantuan orang tua. Kalau jadi anak kos? mau nggak mau ya harus diurusi sendiri :| . Hal kedua yang nggak enak juga adalah masalah konsumsi. "Masakan Ibu adalah masakan paling enak sedunia" . Kutipan tersebut sangat benar. Disini saya agak sedikit menderita soal makanan. Hiks. Sekarang, tiap sahur saya harus makan makanan yang tidak hangat alias sudah dingin ditemani dinginnya pagi (kalau di rumah selalu anget-anget). Pas buka puasa juga harus nyari-nyari makanan sendiri. Nggak kayak pas di rumah selalu siap sedia. Tinggal ambil di meja makan. (Maaf kalau saya kebanyakan ngeluh :| ) Tapi ya memang ini pengalaman pertama saya menjadi anak kos. Jadi harap dimaklumi. Hehehe
Selanjutnya adalah perasaan yang selalu pengen pulang. Ketemu sama orang-orang terdekat saya dan kembali ke tempat kelahiran saya Surabaya. Kangen sama kulinernya, mall-mall nya, tempat nongkrongnya, apalagi kampusnya (baca: kampus PENS).
Sekarang saya bener-bener ngerti dan paham bagaimana perasaan teman-teman sekelas saya di kampus kalau mereka kadang-kadang mengeluh pengen pulang. Emang nggak enak rasanya jauh dari orang tua dan nggak tinggal di kota sendiri. Padahal menurut saya, Surabaya itu kota paling oke sedunia :)) , tapi bagi anak-anak kos di Surabaya, ya paling enak ya kota tempat tinggal mereka sendiri. Dan itupun terjadi pada saya saat ini. Mungkin orang Yogyakarta akan bilang, Yogya lebih nyaman dari Surabaya, tapi bagi saya, Surabaya tempat paling nyaman sedunia. Hihii manusia yaa.
Oke cukup ngelantur dan mengeluh soal jadi anak kos. Di hari pertama kerja praktek saya, diisi oleh briefing dari pembimbing disini dan mengerjakan sedikit tes kecil-kecilan untuk mengetahui sense of art saya dan teman-teman. Saya dan teman-teman juga mendapat partner beberapa mahasiswa dari Universitas Negeri Solo (saya belum hafal namanya satu persatu -_- )
Oke seperti itulah hari pertama saya kerja praktek. Mungkin bagian cerita kerja prakteknya cuman sedikit, kebanyakan mengeluh tentang menjadi anak kos. Tapi itulah yang saya rasakan :)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Jadi ceritanya ada saat dimana saya selalu bertanya-tanya akan suatu hal yang sukses bikin saya berprasangka negatif dan stress sendiri. Mau cari jawabannya dengan bertanya kepada yang bersangkutan, tapi takut malah salah ngomong dan bikin orang tersebut jadi memikirkan hal yang mungkin tidak ingin dia pikirkan. Tapi saya sangat butuh jawaban dari pertanyaan itu. Supaya enggak ada salah paham dan nggak ada yang ngganjel di dalam hati. Seseorang pernah bilang "kalo ada apa-apa ya diomongin aja. jangan dipendem". That's why kali ini saya berani buat nanya pertanyaan bertubi-tubi yang bikin saya sometimes makan ati dan sedih. 
Ada beberapa hal yang saya tanyakan dan alhamdulillah dapet jawabannya. Tapi, entah kenapa, dalem hati ini rasanya masih ngganjel. Jawaban yang saya inginkan sepertinya belum memuaskan saya sepenuhnya. Walaupun jawaban tersebut masuk akal. Selain itu, memang bener kalo ada yang bilang 'kenyataan memang pahit'. Ada satu pertanyaan terjawab dan jawabannya benar-benar bukan jawaban yang saya inginkan. I don't know. Maybe I was expect too much.
Tapi dari situ saya jadi tahu, saya jadi nggak perlu menebak-nebak apa yang terjadi. Walaupun memang mengecewakan. Mungkin saya harus bersabar kali ini dan menunggu saat itu tiba, dimana pertanyaan-pertanyaan tersebut jawabannya akan memuaskan saya. Dan yang paling penting saya jadi bisa mempersiapkan diri jika memang jawaban tersebut tidak pernah bisa berubah jadi jawaban yang saya inginkan. 

“People are afraid of themselves, of their own reality; their feelings most of all. People talk about how great love is, but that’s bullshit. Love hurts. Feelings are disturbing. People are taught that pain is evil and dangerous. How can they deal with love if they’re afraid to feel? Pain is meant to wake us up. People try to hide their pain. But they’re wrong. Pain is something to carry, like a radio. You feel your strength in the experience of pain. It’s all in how you carry it. That’s what matters. Pain is a feeling. Your feelings are a part of you. Your own reality. If you feel ashamed of them, and hide them, you’re letting society destroy your reality. You should stand up for your right to feel your pain.”- Jim Morrison
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Jadi kemaren tiba-tiba temen sekelas, si Ucik dan Razaq, nyanyi lagu ini. Dan liriknya pas banget buat yang saya rasain kalo pas lagi kangen ._.



ini liriknya:

Kemarin ku lihat awan membentuk wajahmu
Desau angin meniupkan namamu
Tubuhku terpaku

Semalam bulan sabit melengkungkan senyummu
Tabur bintang serupa kilau auramu
Aku pun sadari, ku segera berlari

Cepat pulang, cepat kembali, jangan pergi lagi
Firasatku ingin kau tuk cepat pulang
Cepat kembali, jangan pergi lagi

Alirnya bagai sungai yang mendamba samudera
Ku tahu pasti kemana kan ku bermuara
Semoga ada waktu (sayangku) sayangku

Ku percaya alam pun berbahasa
Ada makna di balik semua pertanda
Firasat ini rasa rindukah ataukah tanda bahaya
Aku tak peduli, ku terus berlari

Cepat pulang (cepat pulang), cepat kembali, jangan pergi lagi
Firasatku ingin kau tuk cepat pulang (cepat pulang)
Cepat kembali, jangan pergi lagi

Dan lihatlah sayang (lihatlah)
Hujan terus membasahi seolah luber air mata

(cepat pulang, cepat kembali, jangan pergi lagi
(firasatku) ingin kau tuk cepat pulang
(cepat kembali, jangan pergi lagi) ku hanya ingin kau kembali
(firasatku ingin kau tuk cepat pulang) pulang
(cepat kembali, jangan pergi lagi)

Aku pun sadari
Kau takkan kembali lagi
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Seminggu yang lalu saya dan beberapa teman sekelas refreshing ke Papuma. Perjalanan ke Papuma ini udah kami rancang sejak beberapa minggu sebelumnya. Dan akhirnya seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 22 Juni 2013 kami berangkat ke Papuma. Rencana refreshing kami ke Papuma dapet banyak banget hambatan. Dari yang bingung menentukan jadwal keberangkatan karena adanya jadwal-jadwal mendadak kegiatan di kampus sampai saat hari H. Halangan di hari H yang kami dapet adalah masalah transportasi dan masalah finansial. Sebenernya maslaah finansial sih yang bikin transportasi terhambat :P hehehe. Saat itu kami hampir putus asa dan hampir aja membatalkan kepergian kami ke Papuma. Tapi setelah rembug bareng, dihitung, dipertimbangkan, akhirnya kamu pun jadi untuk pergi ke Papum. Yeyyy !! :D

Persiapan
Persiapan
Kami berangkat pukul 11 lewat 45 menit ( diantar oleh bapak sopir yang baiiik banget ). Terlalu siang sebenernya, kami jadi nggak dapet sunset di Papuma karena jam 6.30 malem kami baru sampai di Papuma. Setelah sampai di Papuma, kami langsung mendirikan tenda yang sebelumnya sudah kami sewa. Ada 3 buah tenda yang kami sewa. Setelah membangun tenda, kegiatan kami lanjutkan dengan membuat makan malam :D . Sebagian dari kami ada yang nyari ranting-ranting kering untuk membuat api unggun (yah ujung-ujungnya kami nggak berhasil bikin api unggun -_- ). Setelah makanan siap, kami pun makan malam bersama-sama di bawah sinar rembulan. (saya nggak nyangka kalo bulan bisa bener-bener seterang itu. Keren banget ! )


Malem hari sekitar jam 10 lebih, kami isi dengan gulung-gulung di pinggir pantai sambil ngeliatin langit. It was amazing ! Apalagi saat itu emang lagi Supermoon. Bener-bener awesome dah pokoknya. Nggak nyesel ikutan ke Papuma. Sambil ngeliatin langit malam, si bapak-bapak penjaga pantai dengan baik hati ngehibur kami dengan muter lagu-lagu reggae. Ah, indahnya dunia.

Subuh-subuh kami semua sudah bangun untuk menyaksikan sunrise. Tapi, ternyata sunrise nya nggak keliatan -_- karena ketutup gunung di ujung sana (nggak tau sana mana). Kecewa, akhirnya kami pun mengisi pagi hari itu dengan foto-foto bersama, terus masak sarapan, dan nyebur ke laut. Dan pagi itu telah terjadi sebuah tragedi : 'Tragedi Hilang dan Ditemukannya Kacamata Novenda' Jeng jeeeeng.... Oke, jadi waktu nyebur-nyebur ke laut, nggak sengaja Novenda 'membuang' kacamatanya. Hahahaaa. Setelah dicari-cari dan nggak ketemu, kami pun putus asa. Novenda 'buta' untuk sementara (Oke ini lebay). Nggak lama, saat si Tika juga nyebur-nyebur ke laut, tiba-tiba di tangannya 'nangkring' kacamata Novenda. Tadaaa.... Akhirnya ketemu juga. Ya, singkat ceritanya seperti itulah :p


Jam 9 pagi, kami udah ninggalin Papuma buat balik ke Surabaya. Balik lagi ke realita kehidupan yang full tugas kampus. Balik lagi deh pusingnya. Tapi seenggaknya kami masih dapat menikmati indahnya dunia ini dan bersyukur atas apa yang telah diberikanNya. Alhamdulillah...

Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Kapan saya butuh moodbooster saya? Ya saat-saat seperti ini. Lagi stress-stressnya mikirin tugas yang bejibun dan yang nggak bisa dikerjain alias susah alias butuh mikir berat alias butuh logika buat ngerjainnya. Enggak, saya nggak butuh moodbooster saya buat ikut bantu ngerjain. Tapi cuma pengen didengerin curhatannya saya dan nemenin saya. Itu sudah sangat membantu sekali naikin semangat saya. Selain gara-gara tugas ini, ada hal lain yang juga mengganggu pikiran saya. Komplit deh ya. 

Oke, sebenernya ini bukan murni kesalahan tugas saya yang menjadikan saya butuh moodbooster. Tetapi, karena saya lagi kangen sama moodbooster saya. Ups! Jadi, tugas adalah kambing hitamnya. Ha ha ha...
Entah, gampang banget gitu buat kangen. Ini sayanya yang kangenan atau moodbooster nya yang ngangenin yaa? Kalo sudah di saat-saat kayak gini, rasanya bener-bener buntu buat ngapa-ngapain (kecuali nulis ini).

Kenapa nggak bilang aja kalo kangen? Kenapa? Kenapa? 
Kenapa yaa? Saya juga nggak tahu kenapa saya nggak bilang kalo lagi kangen. Maunya moodboosternya tahu sendiri gitu tanpa saya bilang :P (Emang dukun?)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Beberapa waktu yang lalu saya tidak sengaja menemukan beberapa artikel di internet yang berhubungan dengan masalahh psikologis. Artikel ini berisi beberapa pertanyaan yang dapat menunjukkan karakteristik, kepribadian dan kehidupan percintaan melalu jawaban yang kita pilih.

1. 10 Pertanyaan Psikologi Kepribadian
2. Kuis Kepribadian Karaketr Anda
3. Kuis yang Menggambarkan Karakteristik Hubungan Cinta Anda

Nah, silakan menjawab sesuai pilihan yaa :) Nanti tiap jawaban pasti dikasih penjelasan kok.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me

My photo
Weka Agnes
movie, book, craft, staycation and travel
View my complete profile

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  August (1)
      • Marina Barrage - Destinasi Favorit di Singapura
  • ►  2019 (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2018 (4)
    • ►  October (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2017 (2)
    • ►  August (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2016 (6)
    • ►  October (1)
    • ►  June (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (3)
  • ►  2015 (22)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (5)
  • ►  2014 (43)
    • ►  December (2)
    • ►  November (2)
    • ►  October (4)
    • ►  September (3)
    • ►  August (14)
    • ►  July (3)
    • ►  June (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (6)
  • ►  2013 (24)
    • ►  December (3)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (5)
    • ►  June (3)
    • ►  May (2)
    • ►  April (4)

Labels

  • 30 Day Blogging Challenge
  • blog competition
  • book
  • fanfic
  • game
  • holiday
  • info
  • mind
  • movie
  • nyunyu
  • opinion
  • playlist
  • quotes
  • random
  • review
  • skincare & makeup
  • song
  • story
  • tech
  • testimoni

Created with by ThemeXpose